27.09.2014 01:19 - in: Tim S

    Awal Atalanta di Serie A

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Satu kemenangan, satu hasil imbang, dua kekalahan dan berada di posisi 11 merupakan hasil yang diraih Nerazzurri sebelum berjumpa tim asuhan Massimiliano Allegri besok malam.

    Atalanta mengawali musim 2014/15 dengan menorehkan hasil imbang tanpa gol melawan tim kejutan musim lalu, Hellas Verona, di  Bergamo.

    Tim tamu memimpin dalam hal membuat peluang di sepanjang laga namun kurang dalam hal penyelesaian, sementara Nerazzurri, yang terbatas dalam menciptakan peluang dari serangan balik berhasil mengakhiri laga dengan raihan satu poin usai bertahan cukup lama di babak kedua.

    Tiga poin kemudian berhasil diraih melalui laga melawan Cagliari, dimana sebelumnya Atalanta hanya bisa memperoleh dua kemenangan dari 27 kali pertemuan, semua berkat gol dari Marcelo Estigarribia dan Richmond Boakye.

    Pemain sayap tersebut mencetak gol empat menit setelah laga berlangsung, meneruskan umpan Boukary Drame sebelum melepaskan tembakan dengan kaki kanannya melewati Simone Colombi.

    Satu gol kemudian tercipta kembali di babak kedua, ketika penyerang asal Ghana Boakye memperoleh bola di ruang kosong dan langsung melakukan tembakan keras ke arah gawang.

    Gelandang Cagliari Andrea Cossu kemudian berhasil mencetak gol melalui titik penalti tiga menit sebelum laga berakhir, namun kombinasi dari pertahanan yang kuat dan penyelamatan gemilang Marco Sportiello membuat Nerazzurri mempertahankan kemenangan pertama mereka musim ini.

    Akan tetapi, awal tak terkalahkan mereka musim ini berakhir di laga berikutnya, saat pemain pengganti Jasmin Kurtic yang masuk di babak kedua memberikan tiga angka bagi Fiorentina di Stadio Atleti Azzurri d’Italia.

    Memperoleh bola di luar area penalti pada menit 58, gelandang yang dipinjam dari Sassuolo ini, kemudian menggiring bola hingga ke depan gawang, melepaskan tembakan dengan melewati dua pemain belakang yang membuat tim tamu memimpin.

    Di sepuluh menit terakhir, Atalanta kemudian memberikan peluang terbaik mereka ke gawang Viola, namun peluang Boakye dari jarak jauh tersebut, hanya bisa melewati tiang gawang.

    Kisah yang sama terjadi pada laga terakhir mereka saat melawan Inter di San Siro, dimana tim tuan rumah meraih kemenangan kedua mereka musim ini berkat dua gol di masing-masing babak.

    Pertanda tersebut tampak jelas terlihat sejak awal laga dimulai, dan setelah  tendangan penalti Rodrigo Palacio berhasil digagalkan oleh Sportiello di 30 menit laga berlangsung, Inter akhirnya berhasil mencetak gol lima menit kemudian.

    Dani Osvaldo lah yang menjadi pencetak golnya, melesakkan tendangan akrobatik dan mencetak gol ketiganya musim ini setelah kepindahannya musim panas ini dari Liga Primer ke Serie A.

    Serangan satu arah kembali terjadi usai jeda namun kesempatan untuk menyamakan kedudukan gagal dimanfaatkan oleh Atalanta, ketika tendangan Estigarribia dari posisi yang sempurna hanya melebar ketika waktu tersisa 20 menit.

    Mereka benar-benar sudah tidak mampu mengejar ketertinggalan, ketika tiga menit waktu tersisa, Hernanes maju untuk melakukan tendangan bebas yang sempurna yang tidak mampu diselamatkan oleh Sportiello dan  membuat tim tamu mengalami kekalahan kedua beruntun mereka tanpa mampu mencetak gol. 

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK