28.01.2015 03:13 - in: Tim S

      Kemenangan Sebelumnya di Tardini

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Dari lima pertemuan Coppa Italia saat Juventus bertandang ke Parma selama bertahun-tahun, dua telah berakhir menjadi kemenangan bagi Bianconeri dan salah satunya ada sebuah malam yang sangat istimewa pada tahun 1995

      Setelah memiliki perseteruan lama yang berjalan di Serie A sepanjang sebagian besar tahun 1990-an, Parma dan Juventus telah menjadi yang terbaik dari musuh selama beberapa waktu. Dan persaingan ini tidak semata-mata hanya terjadi di liga.

      Piala kompetisi Italia, Coppa Italia, telah menjadi kontes antara kedua belah pihak dengan hasil yang sangat sengit: beberapa kemenangan untuk masing-masing tim dan hasil imbang menjadi sengitnya laga ini.

      Sekarang pada malam pertemuan keenam mereka dalam ajang Coppa, Juventus.com kembali ke masa lampau untuk meninjau kembali dua kemenangan yang didapatkan oleh Bianconeri pada tahun 1995 dan 2007.

      Parma 0-2 Juventus, Juni 1995

      Pasukan Bianconeri arahan Marcello Lippi tiba di Emilia-Romagna pada bulan Juni 1995 dengan keunggulan 1-0 di leg pertama atas Parma yang diperoleh melalui gol tunggal Sergio Porrini untuk klub.

      Mengharapkan untuk menghadapi Gialloblu dengan semua senjata andalan untuk bisa melaju ke fase selanjutnya, Nyonya Tua mampu meredam serangan awal tuan rumah sebelum Porrini mengantongi gol keduanya dalam balutan jersey hitam dan putih di pertengahan babak pertama, sang Bek memanfaatkan situasi kemelut dan berhasil melewati Luca Bucci setelah tuan rumah tidak mampu untuk menghalau tendangan sudut.

      Dengan Parma berusaha mati-matian untuk meraih kemenangan pada pertandingan itu, hal itu tak terelakkan bahwa ruang akan ditinggalkan di belakang pertahanan mereka dan Juventus berhasil mengeksploitasi itu. Dan Fabrizio Ravanelli adalah orang yang mendapatkan keuntungan saat ia mengambil bola dan menahan tantangan Alberto Di Chiara, ia dengan tenang menceploskan bola dari jarak 20 meter di menit 54.

      Gol yang memenangkan setiap pertandingan, gol Ravanelli juga berarti bahwa Bianconeri telah mengamankan gelar ganda domestik, setelah itu mereka memenangkan Scudetto ke-23 mereka hanya beberapa minggu.

      Parma 1-3 Juventus, Agustus 2007

      Kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia setelah satu tahun di Serie B, Juventus telah memulai musim 2007/08 dengan kemenangan 5-1 atas Livorno di hari pembukaan sebelum perhatian kemudian beralih ke pertandingan putaran ketiga Coppa Italia menghadapi Parma tiga hari kemudian.

      Setelah babak pertama tanpa gol di Tardini, tim tamu memimpin setelah satu jam ketika Giorgio Chiellini mengayunkan umpan silang ke dalam kotak penalti Gialloblu yang disambut oleh Cristian Molinaro yang sundulannya sukses melewati Nicola Pavarini.

      Gol yang membantu Bianconeri untuk menembus barisan belakang tuan rumah yang bermain solid dan 11 menit kemudian, skor berubah menjadi dua.

      Sergio Almiron, pemain yang didatangkan pada musim panas dari Empoli, dilanggar oleh Daniele Dessena di tepi area Gialloblu dan pemain asal Argentina bangkit sebelum mengeksekusi tendangan bebas yang mengarah ke pojok bawah gawang Parma.

      Langsung dari kick-off, bagaimanapun, Parma memperoleh kesempatan emas untuk mendapatkan diri mereka kembali ke jalur yang benar ketika Jonathan Zebina melanggar Igor Budan dan Mauro Bergonzi memberikan penalti bagi tuan rumah.

      Meskipun sudah menebak ke arah yang benar, Gigi Buffon tidak mampu mencegah Penalti dari Paolo Castellini yang tendangannya dengan keras menembus gawang Juve, sisa waktu menjadi sangat menegangkan.

      Gelombang tekanan Parma kemudian diikuti dengan pertahanan Juventus yang berdiri kokoh dan menuai hasil pada menit ke-82 mereka memastikan skor menjadi 3-1.

      Setelah memenangkan tendangan bebas di tengah lapangan, Almiron mengirim bola ke arah Hasan Salihamidzic. Dia dengan sentuhan pertama dan, melalui bantuan defleksi, mengirim bola berputar melewati Pavarini.

      Meskipun kemudian mengalahkam Empoli dengan agregat 6-5 di babak berikutnya, pasukan Claudio Ranieri tidak dapat mengatasi runner-up Inter Milan, kalah aggregat 5-4 setelah 180 menit berjuang di perempat final.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK