18.04.2015 03:15 - in: Tim S

      Perjalanan Lazio di laga tandang

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Tujuh kemenangan, empat imbang dan empat kekalahan menceritakan kisah catatan Biancocelesti saat bermain di luar Stadion Olimpico sejauh ini

      Sebuah kekalahan 3-1 di Milan awal musim 2014/15 menjadi catatan kelam Lazio, gol bunuh diri bek Rossoneri Alex pada babak kedua hanya menjadi gol hiburan belaka untuk pasukan Stefano Pioli itu.

      Kekalahan kedua kembali mereka terima saat gol Mauricio Pinilla memastikan kemenangan 1-0 untuk Genoa di Stadion Luigi Marassi pada bulan September.

      Biancocelesti, bagaimanapun, segera menghentikan catatan buruk tersebut dengan membungkam Palermo 4-0 di Sisilia hanya seminggu kemudian. Filip Djordjevic membutuhkan 38 menit untuk hat-trick, sementara Marco Parolo menambahkan keunggulan pada saat tambahan waktu di Stadion Renzo Barbera.

      Djordjevic kemudian mencetak gol keempatnya dalam dua laga tandang ketika ia membuka skor saat Lazio meraih kemenangan 2-0 atas Fiorentina di Tuscany pertengahan Oktober.

      Pasukam Pioli kemudian mengalami tiga pertandingan tandang tanpa kemenangan, kalah melawan Empoli 2-1 pada awal November, dan dua hasil imbang selanjutnya melawan Verona (1-1) dan Chievo (0-0).

      Dua pertandingan tandang terakhir Lazio tahun 2014 meraih hasil berbeda, Biancocelesti pertama berkuasa atas Parma (2-1) sebelum kemudian tergelincir dua gol melawan Inter setelah Lazio unggul lebih dulu, Nerazzurri bangkit kembali untuk bermain imbang 2-2 di San Siro.

      Prestasi yang sama diulang dalam pertandingan pembukaan mereka di tahun baru, setelah dua gol Francesco Totti menggagalkan gol kapten Stefano Mauri dan Felipe Anderson hingga akhirnya skor 2-2 manjadi hasil akhir Derby Della Capitale melawan Roma.

      Sebuah kekalaham 2-1 atas Cesena di Emilia-Romagna di hari pertama bulan Februari segera mengikuti, sebelum penalti mantan Bianconero Antonio Candreva sudah cukup untuk meraih tiga poin dalam kemenangan 1-0 di Udinese dua minggu kemudian.

      Dan kemenangan di Udine tampaknya memacu pasukan Pioli di dalam pertandingan berikutnya saat mereka mengambil tiga poin melawan Sassuolo (3-0), Torino (2-0) dan Cagliari (3-1) sepanjang Maret dan awal April.

      Ditambah dengan hasil terakhir mereka di kandang, Biancocelesti mendekati pertandingan mendatang mereka dengan juara bertahan di Juventus stadium dengan kondisi baik, setelah meriah delapan kemenangan berturut-turut.

      Dan pasukan Pioli, yang telah melambungkan dirinya ke tempat kedua setelah menjalankan musim yang sangat baik, akan mengeluarkam semua kekuatan untuk meraih kemenangan di Turin, karena mereka ingin mengamankan tempat mereka di Liga Champions tahun depan untuk pertama kalinya sejak musim 2007/08.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK