11.01.2015 15:05 - in: Tim S

    Pertemuan-pertemuan sebelumnya di San Paolo

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Juventus.com memutar kembali waktu untuk melihat tujuh pertemuan yang patut dikenang dari calon lawan hari Minggu malam ini

    Sepanjang sejarah Serie A, 68 pertemuan telah dilakoni oleh Napoli dan Juventus di San Paolo dimana rekor Bianconeri saat ini adalah 20 kemenangan, 26 hasil imbang dan 22 kekalahan.

    Statistik juga cukup sama dalam hal gol yang dicetak, dimana Partenopei mencetak gol 84 kali ke gawang Nyonya Tua sementara sebaliknya Bianconeri telah mencetak 78 gol ke gawang Napoli.

    Sekarang, Juventus.com memutar kembali waktu untuk melihat tujuh pertemuan yang mengesankan dari kedua tim, karena ketika Napoli dan Juventus saling beradu, biasanya akan menjadi laga yang klasik.

     

    Napoli 2-6 Juventus, 15 Desember 1974

    Bianconeri meraih hasil dengan skor layaknya pertandingan tenis ketika mereka mengalahkan Napoli 6-2 dalam sebuah malam yang luar biasa bagi sepak bola di San Paolo.

    Dengan 26 menit laga berlangsung Juventus segera memimpin, Antonello Cuccureddu memberikan umpan ke Jose Altafini yang berhasil menyundulnya.

    Beberapa menit kemudian, skor menjadi 2-0. Altafini dilanggar di area dan Oscar Damiani mencetak gol melalui titik penalti melawan mantan klubnya. Dan skor menjadi 3-0 sebelum jeda, kembali melalui Damiani ketika ia mencetak tendangan dari jarak dekat usai terjadi kemelut di area pertahanan.

    Roberto Bettega kemudian mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah gol indah menggunakan sisi dalam kakinya melewati mantan kiper Juventus Pietro Carmignani tujuh menit setelah babak kedua dimulai. Sergio Clerici mencetak gol untuk tim tuan rumah dengan sebuah tendangan dari luar area namun Juventus kemudian kembali mencetak gol ketika Franco Causio melesakkan tendangan ke sudut atas gawang.

    Clerici kemudian mencatatkan namanya kembali di papan skor pada menit 74 sebelum diberikan peluang untuk menjadikan skor 5-3 hanya 60 detik kemudian dari titik penalti. Akan tetapi kali ini ia tidak dapat menjaga ketenangannya dan tendangan penaltinya hanya melebar.

    Tim tamu kemudian mencetak gol keenam melalui tendangan bebas yang menemui Fernando Viola yang tidak terkawal dia area dan hanya dengan satu sentuhan mendatar bola kemudian melewati kiper saat waktu tersisa lima menit.

     

    Napoli 2-4 Juventus, 1 April 1989

    Napoli yang sedang dalam perburuan gelar menyambut Bianconeri di San Paolo yang cerah pada musim semi 1989 saat mereka berusaha menjaga jarak dengan pimpinan klasemen Inter saat itu.

    Dan tim tuan rumah memperoleh kesempatan terbaik saat mereka terlebih dahulu memimpin melalui tendangan voli Fernando De Napoli saat laga baru berjalan lima menit. Juventus, akan tetapi, segera menyamakan kedudukan melalui pemain dengan nama yang sama dengan Partenopei, Nicolo Napoli.

    Tim tamu memimpin 2-1 di menit 30 melalu penyelesaian berani dari Renato Buso. Sang gelandang mengalahkan kiper Napoli atas peluang yang nyaris saja menjadi benturan yang menyakitkan.

    Empat menit setelah jeda turun minum, Careca kemudian menjadikannya 2-2 melalui tendangan keras yang hampir merobek jaring gawang Bianconeri. Namun Napoli bukannya justru menyerang maju dan mengambil inisiatif, justru Bianconeri yang memperoleh hasil di menit 60 ketika Buso terjatuh di area penalti dan kemudian menyelesaikannya dengan sempurna melalui tendangan penalti dan melewati Giuliano Giuliani,

    Dengan Napoli yang semakin putus asa untuk menyamakan kedudukan, kesenjangan segera muncul di bagian pertahanan mereka sebagaimana mereka merangsak maju ke depan untuk mencari gol ketiga dan Juventus pun kemudian memenangkan penalti di penghujung waktu, eksekusi Marino Magrin  dari jarak 12 yards memastikan kemenangan yang luar biasa.

     

    Napoli 0-1 Juventus, 20 Oktober 1991

    Laga ketat yang ditentukan melalui gol tunggal yang hadir sebagai sesuatu yang langka ketika lawan pada hari Minggu tiba namun pada 1991, hal itu terjadi.

    Sepanjang laga yang kick off pada sore hari, Napoli mengawali laga dengan lebih baik dan membentur tiang gawang dari tendangan bebas Alemao sebelum Juventus langsung menyerang balik ke ujung lain dan lebih dulu mencetak gol. Luigi De Agostini memperoleh bola dan melesakkan tendangan spektakuler yang menuju ke sudut atas gawang di penghujung tambahan waktu babak pertama.

    Serangkaian peluang kemudian dihasilkan oleh pasukan Giovanni Trapattoni yang semakin garang mematikan gerak Napoli di babak kedua. Namun hingga akhir, gol tunggal De Agostini sudah cukup bagi Bianconeri – yang sepanjang musim itu bersaing sengit dengan Milan untuk meraih gelar namun akhirnya kalah dengan selisih delapan poin – untuk mencatatkan kemenangan yang indah di tanah Naepolitan.

     

    Napoli 2-3 Juventus, 4 Oktober 1992

    Penuh determinasi untuk menyingkirkan kekecewaan berakhir di posisi kedua terakhir kalinya, Bianconeri menuju San Paolo pada musim 1992/93 dengan penuh semangat untuk menunjukkan keberanian mereka dalam persaingan merebut gelar.

    Usai periode tekanan yang diberikan Partenopei dimana Bianconeri dengan mudah dapat kebobolan, sang Nyonya Tua justru memimpin terlebih dahulu melalui Roberto Baggio saat laga berjalan lima menit.

    Dengan peluang-peluang yang diciptakan lalu gagal oleh kedua tim, Juventus merangsak maju dan menggandakan keunggulan ketika Andreas Moller mencetak gol pada 12 menit babak kedua berlangsung.

    Gianluca Vialli kemudian hampir memastikan tiga poin bagi Bianconeri pada menit 80 sebelum akhirnya Napoli mengejar ketertinggalan melalui gol Daniel Fonseca (yang kemudian akan bermain untuk Bianconeri) dan Gianfranco Zola. Namun tampaknya sudah terlambat bagi Napoli untuk meraih satu poin dan Juventus berhasil mencetak kemenangan yang terkenal di San Paolo.

     

    Napoli 1-2 Juventus, November 1997

    Juventus asuhan Marcello Lippi – yang tahun itu akan memenangkan gelar ke-24 di penghujung musim 1996/97 – tiba di kandang Napoli yang baru saja berakhir sembilan poin dari zona degradasi pada musim sebelumnya.

    Penyelesaian Zinedine Zidane membuat sang juara bertahan memimpin tujuh menit jelang istirahat sebelum Claudio Bellucci menyamakan kedudukan 13 menit setelah babak kedua dimulai.

    Laga yang ketat berlangsung dan tampaknya akan berakhir imbang hingga Fonseca menjadi pahlawan kemenangan saat membuat Juventus berbalik unggul 2-1 saat waktu hanya tersisa 120 detik dari peluit akhir.

     

    Napoli 1-2 Juventus, 30 September 2000

    Bianconeri kemudian menang dengan skor yang sama tiga tahun berikutnya dan kali ini pada laga pembuka musim 2000/01.

    Napoli unggul terlebih dahulu ketika Roberto Stellone mencetak gol melalui jarak dekat sebelum Darko Kovacevic menyamakan kedudukan melalui sundulan yang memanfaatkan umpan silang Zidane di pertengahan babak pertama. Kapten Alessandro Del Piero kemudian memastikan tiga poin 16 menit sebelum waktu habis saat ia melesakkan tendangan luar biasa dari jarak 25 yards.

    Kemenangan di Naples kemudian sulit diraih dalam beberapa tahun terakhir bagi Bianconeri dimana ini terakhir kalinya mereka berhasil membawa pulang tiga poin ke Turin.

     

    Napoli 3-3 Juventus, November 2011

    Napoli dan Juventus memainkan laga yang menghibur dan berakhir 3-3 dimana Bianconeri dua kali mengejar ketertinggalan dari dua gol menuju hasil imbang.

    Setelah gagal mencetak gol melalui penalti yang harus dilakukannya sebanyak dua kali, Marek Hamsik membuat Napoli unggul pada menit 23 sebelum Goran Pandev menggandakan keunggulan Partenopei sebelum jeda.

    Sang Nyonya Tua kemudian mengejar ketertinggalan melalui tendangan Alessandro Matri tiga menit setelah babak kedua dimulai namun kembali tertinggal setelah Pandev berhasil lolos dari kawalan dan melesakkan tendangan yang melewati Gigi Buffon.

    Gol-gol belum berhenti di sana saat penyelesaian sentuhan pertama dari Marcelo Estigarribia dan kemudian usaha individual Simone Pepe membuat Juventus melawan balik untuk berbagi angka di 18 menit terakhir. Sebuah hasil yang kemudian menciptakan persaingan meraih gelar Serie A bagi kedua tim sejak 2006.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK