08.11.2014 03:23 - in: Tim S

      Pertemuan sebelumnya melawan Gialloblu

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Gol Carlos Tevez di babak pertama mengakhiri rentetan 17 laga tak terkalahkan, mengembalikan keunggulan selisih 14 poin di atas Roma pada pagelaran Serie A di bulan Maret 2014.

      Masih hangat terasa kemenagan tandang 1-0 atas Catania di Sisilia, tim asuhan Antonio Conte menatap catatan kemenangan ke-15 secara beruntun di Juventus Stadium ketika Parma berkunjung pada Maret 2014 lalu.

      Berada dalam performa yang sangat baik, Bianconeri sempat kehilangan poin penuh setelah berbagi angka 2-2 dengan Verona pada bulan Februari dan kemudian menang 6 kali secara berturut-turut dan kebobolan hanya satu kali.

      Adapun Gialloblu, di bawah asuhan Roberto Donadoni, yang waktu itu telah mencatatkan rekor tak pernah kalah dalam 17 laga beruntun di Serie A, mencoba untuk mendapat tempat di zona Europa League.

      Juventus memulai laga dengan penguasaan bola di tengah lapangan namun tim tamu-lah yang berhasil membuka peluang dimana Gigi Buffon harus menahan upaya eks-Bianconeri Cristian Molinaro yang kemudian dimentahkan ke belakang gawang.

      Antonio Mirante awalnya nampak kokoh di bawah mistar gawang hingga pada akhirnya ia harus memungut bola dari gawangnya saat laga memasuki menit ke-25.

      Umpan jauh Andrea Pirlo ke depan menimbulkan kebingungan di lini belakang Gialloblu sebelum kemudian Gabriel Paletta terlambat menjaga Carlos Tevez.

      Si pemain Argentina menggiring bola ke depan, melewati dua penjaganya sebelum kemudian melepaskan tendangan mendatar melewati Mirante sebagai gol pembuka pada pertandingan itu.

       

      Pola bertahan masih dimainkan Gialloblu setelah gol tersebut dan Bianconeri justru menambah keunggulannya tujuh menit kemudian.

      Pertahanan yang lemah sekali lagi dimainkan anak asuh Donadoni yang kemudian memberi keleluasaan bagi Fernando Llorente untuk mengarahkan bola ke arah Tevez dengan umpan yang cerdas. Dengan pergerakan yang serupa dengan gol pertama sebelumya, L’Apache menggiring bola di tengah penjagaan lini bertahan lawan, lalu mengumpan ke Arturo Vidal.

      Pemain Chile menembak namun bisa digagalkan Mirante namun bola liar mengarah ke Tevez yang kemudian diubahnya menjadi gol.

       

      Sundulan lemah Leonardo Bonucci dapat ditangkap Mirante di awal babak kedua dan Juventus hampir menambah keunggulan dua gol mereka dengan segera.

      Namun Parma membuat segalanya menjadi menarik di menit ke-62, memperkecil ketinggalan saat Si Nyonya Tua tak mampu menghadang bola umpan silang yang kemudian mendarat di kaki Molinaro.

      Ia lakukan sekali sentuhan agar dapat mengancang-gancang kemudian melesakkan tendangan voli keras melewati Buffon yang tak bergerak. Hal ini sempat membuat publik Juventus Stadium terdiam.

       

      Namun itu rupanya hanya gol penghibur saat tim tamu menembak kaki mereka sendiri karena pemain eks-Bianconeri Amauri diusir keluar karena menyikut Giorgio Chiellini.

      Unggul jumlah pemain, tim Conte segera pastikan kemenangan dan mencoba segera mengakhiri laga.

      Punya peluang untuk mencetak skor setelah menerima umpan tajam Tevez, Llorente mengancam Mirante namun karena banyaknya pemain lawan berjejer di lini pertahanan mereka, pemain Spanyol tak menemukan ruang tembak sedikit pun.

      Pemian pengganti Fabio Quagliarella kemudian menerima bola umpan dari L’Apache namun tembakannya masih dapat ditahan kiper Gialloblu di waktu 15 menit lagi tersisa.

      Juventus hampir saja harus membayar semua kegagalan memanfaatkan peluang di akhir laga saat tim tamu hampir mencetak gol setelah terjadi kemelut di depan gawang.

      Claudio Marchisio pun tampil dengan tekel yang sangat baik untuk menjaga keunggulan timnya dan mempertahankan rekor 100% di Juventus Stadium.

       

      Dengan dua golnya ke gawang Gialloblu, Tevez pun telah bukukan 18 gol di musim pertamanya selama berseragam hitam-putih.

      Pada wawancara pasca laga, L’Apache menyatakan bahwa ia hanya punya satu keinganan di hatinya yakni menjadi juara di akhir musim dan bukan penghargaan sepatu emas Serie-A.

       

      Tonton cuplikan-cuplikan dalam kemenangan Juventus 2-1 atas Parma di sini: 

       

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK