05.06.2015 02:41 - in: Tim S

      Profil Barcelona

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Didirikan pada 1899, Blaugrana memainkan laga kandangnya di Nou Camp dan saat ini dilatih oleh mantan gelandang mereka, Luis Enrique

      Klub

      Didirikan pada tahun 1899, Barcelona telah memenangkan 23 gelar La Liga, 27 Copa del Rey, 11 Piala Super Spanyol, empat Liga Champions, empat Cup Winners’ Cups, empat piala Super Eropa, tiga gelar Inter-Cities Fairs Cups dan dua Piala Dunia Antar Klub.

      Bersama dengan Athletic Bilbao dan rival El Clasico Real Madrid, Blaugrana, yang mengenakan seragam utama berwarna merah dan biru, tidak pernah terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Spanyol sepanjang sejarah mereka.

       

      Stadion

      Sejak 1957, Barcelona memainkan laga kandang mereka di Nou Camp yang berkapasitas 99,354 tempat duduk, terbesar di Spanyol dan Eropa.

      Kandang mereka juga sering menjadi tuan rumah laga-laga internasional, termasuk dua final Liga Champions dan beberapa laga di Piala Dunia 1982, dan juga cukup sering digunakan sebagai arena konser musik dari artis-artis seperti U2, Bruce Springsteen dan Michael Jackson.

       

      Pelatih

      Barcelona saat ini berada di bawah asuhan dari pelatih Luis Enrique.

      Pria berusia 45 tahun ini mengawali karir profesionalnya bersama tim Sporting Gijon pada 1989, sebelum kemudian menjalani lima musim di Real Madrid pada 1991.

      Periodenya bersama Los Blancos cukup berbuah manis, memenangkan satu gelar La Liga, satu Copa del Rey dan satu Piala Super Spanyol dengan klub dari ibu kota Spanyol tersebut.

      Enrique, yang merupakan gelandang serba bisa mempu mengisi tempat di pertahanan maupun di lini depan, kemudian menyebrang ke klub rival El Clasico dengan menandatangani kontrak bersama Barcelona dengan status bebas transfer pada 1996.

      Sepanjang waktunya di Nou Camp, ia menambahkan dua medali La Liga lagi, dua gelar Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, satu Cup Winners’ Cup dan satu Piala Super Eropa.

      Setelah mencetak 109 gol di 300 penampilan untuk Barcelona dan ikut dalam tiga Piala Dunia bagi tim nasional Spanyol, cedera memaksa Enrique untuk gantung sepatu pada 2004.

      Karir kepelatihan pertamanya adalah saat menangani Barcelona B dari 2008 sebelum akhirnya menuju Italia untuk melatih tim Serie A AS Roma tiga tahun kemudian.

      Akan tetapi, musim penuh kekecewaan dengan Giallorossi, yang memperlihatkan mereka gagal lolos ke kompetisi Eropa, membuat pelatih asal Spanyol tersebut dibebaskan dari tugasnya pada 2012.

      Usai 12 bulan absen dari dunia sepak bola, ia ditunjuk menjadi pelatih Celta Vigo, memimpin Galicians ke posisi sembilan pada musim 2013/14.

      Prestasi impresifnya menarik perhatian mantan klubnya Barcelona, yang kemudian mengontraknya selama dua musim, menggantikan Gerardo Martino.

      Usai memimpin Blaugrana meraih gelar La Liga ke-23 dan Copa del Rey ke-27 pada beberapa pekan terakhir, Enrique saat ini berada di penghujung gelar treble klub berikutnya usai musim 2008/09.

      Gata bermainnya menunjukkan nilai La Masia terhadap sepak bola yang indah disaksikan, termasuk penguasaan bola dan peregerakan ahli di area serangan.

       

      Kampanye domestik

      Barcelona mengakhiri La Liga musim 2014/15 sebagai juara dengan 94 poin, 30 kemenangan, empay hasil imbang dan empat kekalahan mereka catatkan pada tahun ini.

      Blaugrana ditempel ketat oleh rival utama mereka Real Madrid di klasemen dengan selisih dua poin, kemenangan El Clasico 2-1 pada bulan Maret di Nou Camp menjadi titik penting dalam perburuan gelar.

      Pasukan Enrique, yang sebelumnya meraih gelar pada 2013, mengunci gelar saat tersisa dua laga pada musim ini, saat mengalahkan juara bertahan Atletico Madrid 1-0 di Vicente Calderon pada Minggu 17 Mei.

      Dengan raihan 43 gol, bintang utama mereka Lionel Messi mengakhiri musim ini sebagai pencetak gol terbanyak Barcelona, diikuti Neymar dengan 22 gol dan Luis Suarez dengan 16 gol.

       

      Kesuksesan Copa del Rey

      Blaugrana memasuki kompetisi di babak 32 besar, mengalahkan tim Segunda Division B Group 2,  SD Huesca, dengan agregat 12-1 pada Desember 2014.

      Elche menjadi tim berikutnya yang merasakan kuatnya lini serang Barcelona, kalah 9-0 dari dua leg pertandingan, sebelum Atletico Madrid, yang menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di babak sebelumnya, tersingkir juga dengan agregat 4-2 di babak perempat final.

      Pasukan Enrique kemudian menyingkirkan Villareal dengan menang di kandang – tandang, mencatatkan agregat 6-2 di semi final, dan menuju final Copa del Rey untuk berhadapan dengan Athletic Bilbao pada 30 Mei.

      Dalam laga hari Sabtu lalu di Nou Camp tersebut, Messi memberikan timnya keunggulan melalui keterampilan individual yang luar biasa pada menit 20 sebelum Neymar menyelesaikan pergerakan tim dengan menjebol gawang Bilbao beberapa saat jelang turun minum.

      Gelar ke-27 Copa del Rey kemudian dipastikan ketika Messi menyambut umpan silan Dani Alves dan mendorongnya ke gawang Bilbao saat laga tersisa 15 menit, sebelum Bilbao akhirnya mencetak gol hiburan melalui sundulan Inaki Williams.

       

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK