05.12.2014 12:30 - in: Tim S

      Profil Fiorentina

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Didirikan pada 1926, Viola saat ini berada dibawah kepelatihan dari pemain favorit para fans Roma, Vincenzo Montella, dan memainkan laga kandang mereka di Stadio Artemio Franchi

      Klub

      Dikenal sebagai Viola karena warna ungu terang yang menjadi identitas seragam mereka, Fiorentina selama sekian lama dikenal sebagai kekuatan penting di sepak bola Italia, dan hanya empat tim lain yang bermain lebih lama di Serie A selain mereka.

      Klub resmi berdiri pada 1926 oleh bangsawan lokal Luigi Ridolfi, yang mengatur penggabungan antara dua tim kecil yang berbasis di Florence dan berusaha untuk membentuk tim baru yang penuh kekuatan untuk menyaingi dominasi tim asal Italia utara.

      Dan rencana berjalan dengan baik, sebab hasil karyanya mencapai Serie A pada 1931, tahun dimana Stadio Giovanni Berta (sekarang Artemio Franchi) dibuka, karya menakjubkan yang membawa banyak perhatian pada klub saat itu.

      Setelah Perang Dunia, Fiorentina mulai secara rutin mencapai tingkatan tertinggi, dan berakhir di atas Milan untuk meraih Scudetto pertama mereka pada 1956.

      Mereka kemudian meraih kesuksesan juga di Eropa, dengan menjadi tim Italia pertama yang memenangkan kompetisi UEFA ketika mereka mengangkat trofi Eropa Cup Winners’ Cup di 1961.

      Kesuksesan domestik kedua diraih pada 1969, ketika pasukan Bruno Pesaola berhasil mengambil alih puncak klasemen dari Cagliari dan meraih gelar saat liga tersisa dua laga lagi dengan kemenangan atas Juventus.

      Tahun 1970an menjadi dekade minim gelar bagi Viola, namun pada 1982 – tahun dimana simbol klub Giancarlo Antognoni memenangkan Piala Dunia – mereka muncul sebagai penantang utama perebutan gelar atas Bianconeri.

      Dengan kegagalan Fiorentina untuk menang atas Cagliari di laga terakhir musim tersebut, Juventus semakin memperpanas rivalitas yang tetap berjalan kuat antara kedua tim dengan justru memenangkan gelar juara musim itu.

      Pada tahun 90an, kembali dengan kekuatan dari ikon baru Fiorentina Gabriel Batistuta, pasukan Claudio Ranieri menjadi tim bukan pemenang scudetto pertama yang mengangkat trofi Super Coppa Italia ketika mereka mengalahkan Milan 2-1 pada 1996.

      Namun keberuntungan mereka kembali harus mengalami hantaman besar sebagai akibat dari kesulitan finansial yang dialami klub yang membuat mereka terpaksa dibubakan dan memulai dari seri C2, walaupun mereka segera kembali dari divisi keempat sepak bola Italia ke Serie A pada 2004.

      Pada musim 2005/06 hadirlah pelatih Cesare Prandelli, yang, diperkuat oleh peraih Golden Boot Luca Toni, memandu Viola hingga ke posisi empat di liga pada akhir musim.

      Setelah pelatih terlama klub ini meninggalkan Fiorentina untuk mengambil jabatan sebagai pelatih tim nasional pada 2012, Viola mengalami kesulitan sesaat, hingga penunjukkan pelatih saat ini Vincenzo Montello dan suntikan yang banyak dalam hal pemain-pemain baru yang bergabung dengannya, membalikkan keadaan. Fiorentina gagal meraih tempat di Liga Champions musim ini setelah berakhir di posisi empat klasemen dengan selisih delapan poin dari posisi ketiga, dan lolos ke fase grup Liga Eropa.

       

      Stadion

      Stadion Artemio Franchi adalah salah satu arena paling istimewa di sepak bola Italia. Diresmikan pada tahun 1931, stadion ini dibangun oleh arsitek yang juga mendesain Ruang Pertemuan Paul VI (dimana Paus selalu membawakan doa pagi tiap hari Rabu selama musim dingin). Stadion ini juga terkenal dengan bangunan setinggi 230 kaki yang disebut dengan ‘Tower of Marathon’.

      Sebelumnya dikenal dengan nama Stadio Comunale, arena ini kemudian berganti nama untuk penghoratan kepada mantan presiden federasi sepak bola Italia, Artemio Franchi, usai diperbaharui kondisinya untuk Piala Dunia FIFA 1990.

      Lintasan lari dihilangkan jelang turnamen tersebut untuk menjadikan fans lebih menikmati laga, dan arena berbentuk huruf D tersebut sekarang dapat menampun 47,282 penonton.

      Stadion Artemio Franchi beberapa kali menjadi kandang dari tim nasional Italia, yang terakhir adalah saat menjadi tuan rumah kualifikasi Euro 2012 dengan kemenangan 1-0 atas Slovenia pada September 2011, dan juga menjadi tempat berlaga tim nasional Rugby.

       

      Aktivitas Transfer

      Demi mempertahankan performa di beberapa tahun terakhir, Fiorentina membeli lebih banyak pemain dengan nama besar dibandingkan dengan menjual.

      Pembelian paling penting adalah datangnya Marko Marin dari Chelses, yang bergabung dengan tim asal Florence ini untuk musim 2014/15. Pemain bertubuh mungil berkebangsaan Jerman ini dapat diposisikan sebagai gelandang serang ataupun pemain sayap dan sangat cerdas dalam memberikan bola kepada rekannya. Ia menghabiskan musim lalu bersama Sevilla di La Liga usai gagal mempertahankan performanya seperti ketika berada di Werder Bremen saat berada di Liga Primer Inggris.

      Juga bergabung dari Liga Primer adalah bek kanan Micah Richards yang tiba dari Manchester City dengan status pinjaman selama satu musim. Pemain berusia 26 tahun ini mengikuti jejak Ashley Cole sebagai pemain Inggris kedua yang berlaga di tanah Italia musim ini. Bergelut dengan cedera yang membuatnya bermain dengan terbatas yaitu sebanyak sembilan kali dalam dua musim terakhir, Richards berharap dapat meraih kembali performa yang membuatnya memperoleh penghargaan dengan tampil di tim nasional di usia muda, 18 tahun.

      Jasmin Kurtic bergabung dengan Fiorentina dari Sassuolo dengan status pinjaman. Sekarang berada di klub Italia kelimanya di lima tahun terakhir, pemain berusia 25 tahun ini dapat bermain di berbagai posisi di lini tengah dan pemain inti di tim nasional Slovenia. Kurtic juga terkenal sangat tangkas di duel udara.

      Penyerang penuh tenaga Khouma Babacar kembali ke klub usai musim peminjaman yang sukses bersama Modena dimana ia mencetak 20 kali bagi tim Serie B tersebut. Pemain asal Senegal berusia 21 tahun tersebut sering disamakan dengan Didier Drogba dan George Weah karena gaya permainannya, dan telah memulai musim ini dengan penampilan yang baik, mencetak lima gol di seluruh kompetisi.  

      Fiorentina juga telah membeli 50% hak kepemilikan atas Federico Bernardeschi setelah sebelumnya mengizinkan pemain Italia U-21 tersebut bermain untuk Crotone dengan status kepemilikan bersama. Dominan dengan kaki kirinya, pemain sayap dengan tinggi 1,83 meter ini memiliki masa depan yang cerah dan pengalaman yang diperolehnya saat bermain di Calabria terbukti menjadi pengalaman yang tak ternilai baginya.

      Berjalan keluar Florence adalah kiper Antonio Rosati, yang kembali ke Napoli setelah kontrak peminjamannya berakhir, sementara gelandang asal Uruguay Matias Vecino bergabung dengan Empoli selama satu musim dengan status pinjaman.


      Tim Saat Ini

      Kapten klub Manuel Pasqual sudah lama bermain bersama La Viola sejak bergabung dari Arezzo pada 2005. Spesialis bola mati yang menyuplai assist dari berbagai ambilan tendangan bebas, pemain 32 tahun ini telah tampil sebanyak 270 kali untuk klub dan sebagai pemain utama tim nasional Italia.

      Penjaga gawang berusia 25 tahun, Neto, sudah menjadi kiper utama Fiorentina sejak awal musim 2013/14. Lahir di Araxa, ia memulai karirnya bersama Atletico Paranaense di Brazil sebelum akhirnya bergabung dengan La Viola pada Januari 2011. Ia bermain dalam empat laga melawan Bianconeri musim lalu, kemasukan lima gol.

      Bek tengah asal Montenegro, Stefan Savic, sekarang sedang menjalani musim ketiganya di tim asal Florence ini. Bagus di udara dan kuat dalam merebut bola, pemain 23 tahun ini terus menguncang decak kagum atas penampilannya di jantung pertahanan La Viola. Ia pernah memenangkan medali juara saat bermain di Serbia dan Inggris bersama Partizan Belgrade dan Manchester City.

      Pemain lulusan akademi muda Real Madrid, Borja Valero, terus menjaga kekuatan jantung lini tengan Fiorentina. Seorang ahli dalam mengolah bola, pemain 29 tahun ini dianugerahi kecepatan dan mampu bermain baik di belakang striker maupun hanya di depan lini belakang La Viola. Mampu bermain dengan kedua kaki, Valero juga adalah pemain tangguh dalam bertahan.

      Gelandang asal Slovenia, Josip Ilicic, sudah bersama klub sejak 2013. Berbakat dalam teknik, pemain 26 tahun ini telah mencetak enam gol di semua kompetisi selama musim debutnya di klub dan berharap lebih banyak memberi sumbangsih pada musim ini bersamaan dengan La Viola yang menargetkan kembalinya mereka bermain di ajang Liga Champions setelah penantian yang cukup panjang.

      Pemain cepat asal Kolombia, Juan Cuadrado, terus menjadi tumpuan di barisan sayap dengan banyak skill mumpuni di setiap penampilannya. Pemain 26 tahun ini – yang menjadi bintang bagi negaranya pada pagelaran Piala Dunia tahun ini dengan satu gold an empat assist – mampu mengalahkan pemain lain yang menjaganya dengan mudah karena kemampuan dribbling-nya yang mengangumkan. Cuadrado akan menjadi pemain yang harus disorot saat laga malam ini (5/12) di Florence.

      Karena Giusseppe Rossi sedang dilanda cedera, striker bintang, Mario Gomez, sudah melalui masa cederanya untuk mempertajam lini serang Fiorentina. Seorang juara Liga Champions bersama Bayern, ia digambarkan sebagai ahli dalam penyelesaian akhir yang selalu berada di tempat dan waktu yang tepat untuk menyelesaikan pergerakan bola. Gomez juga sulit untuk dijaga dan ia berhasil menutup puasa gol selama hampir Sembilan bulan bagi Fiorentina ketika ia mencetak gol dalam kemenangan 4-0 La Viola di Cagliari hari Minggu lalu.

       

      Pelatih

      Vincenzo Montella pernah sukses dalam karirnya sebagai pemain, menjadi bintang dalam rengkuhan gelar Scudetto bagi Roma pada musim 200/01 dan mencatat rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam derby ibukota bagi Giallorosi pada musim berikutnya.

      Ia terkenal sebagai “Pesawat Kecil” karena perayaan gol khasnya, sesuatu yang sering terlihat ketika ia mencapai posisi keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Roma.

      Montella juga pernah dua kali dipinjamkan dari Giallorossi – yang pertama ke Premier League bersama Fulham sementara yang kedua saat ia kembali ke Sampdoria, tim yang ia tinggalkan untuk bergabung dengan Roma pada tahun 1999.

      Memulai karirnya sebagai manajer saat menukangi tim Giovanissimi Nazionali Roma, ia menjadi pelatih kepala pengganti bagi tim utama pada bulan Februari 2011 setelah Claudio Ranieri turun tahta, namun kemudian dilepaskan setelah pemilik baru klub itu Thomas R. Di Benedetto memutuskan untuk menunjuk Luis Enrique.

      Namun ia tak perlu menunggu lama untuk melatih lagi, ketika beberapa hari kemudian ia ditawari kesempatan melatih Catania.

      Montella memimpin tim asal Sisilia itu hingga mencapai posisi di atas rival sesama Sisilia Palermo untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Ia meninggalkan Catania pada bulan Juni 2012 untuk hadapi tantangan baru di Fiorentina.

      Ia telah menahkodai La Viola hingga finis di tempat keempat dalam dua musim kepemimpinannya, gagal menduduki zona Liga Champions dari Milan hanya dengan selisih dua poin pada tahun 2013 lalu.

      Satu tempat di kompetisi Liga Champions musim depan berada di depan mata pelatih 40 tahun itu namun Fiorentina – tertinggal lima poin di belakang Napoli yang menempati posisi terakhir di zona Liga Champions – saat ini berada di posisi kedelapan sejak memulai musim ini dengan penampilan yang tidak jauh berbeda dari musim lalu. Montella berharap kepemimpinannya dapat menghasilkan hasil positif dan mengangkat posisi mereka di klasemen Serie-A.

       

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK