30.08.2014 04:18 - in: Tim S

      Profil Gialloblu

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Didirikan pada 1929, Chievo menikmati perjalanan mereka di liga teratas sepakbola Italia dalam beberapa tahun ini dan berharap dapat kembali bertahan di Serie A seperti musim lalu dengan musim yang lebih kuat. 

      Klub

      Berjuluk tim biru-kuning (Gialloblu) atau Mussi Volanti (Keledai terbang dalam dialek Venesian), Chievo yang merupakan klub  dari pinggiran kota kecil Verona adalah seperti David di antara para Goliath di Serie A, selalu berusaha menumbangkan para raksasa yang lebih besar dari klub maupun basis penggemar mereka yang sama kecilnya.

      Klub ini dibentuk pada 1929 oleh beberapa sahabat, namun mengalami perjalanan pahit di awal berdirinya dimana mereka dipaksa untuk memakai nama O.N.D Chievo oleh rezim Fasisme dan kemudian tidak memiliki pilihan lain selain membubarkan diri pada 1936 karena krisis ekonomi.

      Mereka kembali berdiri dan berjalan usai Perang Dunia II, namun mengikuti kompetisi di divisi paling bawah dari sepakbola Italia sampai tiba suatu masa yang merubah segalanya : kedatangan jutawan pemilik bisnis kue Luigi Campedelli yang kemudian menjabat sebagai presiden pada 1964.

      Pemilik perusahaan kue Paluani ini membuat kebangkitan luar biasa bagi Chievo dengan terus promosi hingga Serie C1 di 1989, dan mengubah nama tim menjadi seperti saat ini. Ketika Ia wafat pada tahun berikutnya, anak lelakinya yang bernama Luca menggantikan posisinya sebagai Presiden klub di usia 23 tahun.

      Pemuda ini tidak membuat dirinya yang minim pengalaman ini berhenti, Ia memimpin klub kepada sebuah momen bersejarah saat promosi ke Serie A pada 2001. Kemudian, pada musim pertama mereka di papan atas sepakbola Italia tersebut, Chievo Verona mampu mengakhiri musim di posisi ke lima – bahkan sempat menduduki posisi pertama selama enam pekan beruntun – meskipun sempat menjadi kandidat utama untuk mengalami relegasi.

      Namun di pekan terakhir musim 2006/07, Chievo Verona tidak mampu memperoleh hasil imbang yang mereka perlukan saat melawan Catania untuk tetap bertahan di Serie A, dan mereka pun turun ke Serie B setelah merasakan enam musim di divisi teratas Liga Italia.

      Akan tetapi, mereka berhasil bangkit kembali di tahun berikutnya dan tetap berada di Serie A sampai saat ini. Meskipun musim lalu mereka harus berjuang keras untuk bertahan di Serie A, kedatangan Eugenio Corini yang dikombinasikan dengan gaya sepakbola pragmatis serta berorientasi terhadap hasil yang mereka miliki, membuat Chievo berhasil menghindari jurang relegasi dan mengakhiri musim di posisi 16, dan berharap agar musim baru ini dijalani dengan lebih solid.

       

      Stadion

      Chievo Verona berbagi Stadion Marc’Antonio Bentegodi dengan rival Derby della Scala, Hellas Verona, meskipun mereka cenderung lebih sedikit menarik kehadiran fans dibandingkan dengan pasukan Andrea Mandorlini. Perbedaan jumlah pendukung ini terlihat jelas saat derby musim 2001/02 di Serie A, ketika pendukung Chievo Verona ditempatkan di sisi tim tamu stadion meskipun Mussi Volanti menjadi tim tuan rumah saat itu.

      Stadion berkapasitas 42,160 tempat duduk tersebut dibuka pada 1963, kemudian atap stadion ditambahkan saat Piala Dunia Italia ’90, dimana stadion tersebut menjadi stadion dimana laga 16 besar antara Spanyol dan Yugoslavia dimainkan.

       

      Tim Saat Ini

      Tidak dipenuhi dengan pemain-pemain hebat, namun tidak berarti mereka kekurangan pemain yang memiliki kemampuan bermain dengan baik tiap pekannya, skuad Chievo Verona musim 2013/14 dapat dideskripsikan sebagai tim yang solid, dan mereka tanpa diragukan lagi akan memiliki kemampuan yang sama musim ini.

      Kapten tim Sergio Pellisier, yang pekan ini absen karena sanksi akumulasi kartu, telah menjadi pemain yang setia bertahan dengan klub sejak 2002 dan terus memimpin barisan penyerangan Chievo hingga saat ini. Ia mencetak gol hat-trick yang akan selalu dikenang oleh fans saat tandang melawan Juventus di tahun 2009, musim dimana penampilan luar biasanya membuat Pellisier dipanggil ke tim nasional Italia oleh Marcello Lippi, dan hingga saat ini telah mencetak 111 gol bagi Gialloblu.

      Membela tim nasional Slovenia sebanyak lebih dari 70 penampilan, Bostjan Cesar juga telah merasakan bermain di berbagai negara termasuk Kroasia, Perancis dan Inggris. Cesar menghabiskan empat musim terakhirnya bersama Chievo dan tampil sebanyak 100 laga serta mencetak empat gol..

      Ivan Radovanovic merupakan pemain serba guna yang ada di dalam skuad Chievo dan tim nasional Serbia, dapat berperan sebagai sweeper selain peran utamanya sebagai gelandang bertahan. Pemain berusia 25 tahun ini memulai karirnya di Italia bersama Atalanta sebelum kemudian dipinjamkan ke Pisa, Bologna dan Novara yang kemudian berakhir di tim asal Verona ini.

      Pemain tim nasional Finlandia, Perparim Hetemaj terus menjadi figur penting dalam tim asuhan Corini ini, hampir meraih 100 penampilan bersama Gialloblu dan baru saja menandatangani perpanjangan kontrak baru yang mengikatnya selama dua tahun ke depan dengan klub. Gelandang berusia 27 tahun ini dikenal memiliki kemampuan membangun serangan balik serta umpan jarak jauh yang patut diwaspadai.

       

      Aktivitas Transfer

      Dengan 16 rekrutan di musim panas, Chievo menjadi salah satu tim yang paling sibuk di bursa transfer dan Juventus.com telah merangkum aktivitas transfer Gialloblu sepanjang pra-musim ini.

      Duo Inter Milan Francesco Bardi dan Cristiano Biraghi akan bermain di Chievo pada musim ini. Kiper bertalenta Bardi bergabung dengan status pinjaman selama satu musim sementara bek kiri Biraghi telah sepakat dengan masa peminjaman selama dua tahun.

      Bergabung dengan barisan pertahanan mereka adalah mantan pemain tim nasional Italia Alessandro Gamberini, yang bergabung dari Napoli untuk memperkuat pertahanan mereka yang musim lalu kebobolan 54 gol.

      Mantan kapten klub Catania Mariano Izco juga sepakat untuk bergabung dengan Gialloblu pada awal Agustus lalu dan menambah kekayaan pemain berpengalaman dengan delapan tahun karirnya di divisi teratas Liga Italia. Pemain Argentina ini menambah keluwesan pada tim asuhan Corini berkat kemampuannya bermain di beberapa posisi mulai sayap kanan hingga gelandang tengah.

      Pemain sayap berusia 28 tahun Valter Birsa bergabung dengan status pinjaman dari Milan setelah satu tahun yang tidak baik di San Siro. Pemain Slovenia ini akan memberikan penyegaran dalam hal serangan bagi Gialloblu yang musim lalu hanya mampu mencetak 34 gol. Birsa sendiri berharap Ia dapat kembali dalam performa terbaiknya yang membuat dirinya sempat menarik minat dari dua tim Liga Primer Liverpool dan Tottenham.

      Lahir di Buenos Aires, Ezequiel Schelotto adalah pemain Italia yang baru menjalani satu laga bersama Azzurri di laga persahabatan melawan Inggris pada 2012 lalu. Pemain sayap berusia 25 tahun ini telah bermain di hampir seluruh klub di Italia termasuk Cesena (dua kali), Atalanta, Catania, Inter, Sassuolo dan terakhir Parma, dimana Ia mencetak empat gol dari 16 penampilan dalam enam bulan masa peminjaman. Dikenal dengan julukan El Galgo karena kemampuan berlarinya, Schelotto akan menjalani musim ini di Bentegodi dengan status pinjaman dan dapat dipastikan akan menambah daya gedor Gialloblu.

      Maxi Lopez menambah pemain berbakat yang akan dimiliki oleh tim yang berbasis di Verona ini usai sebelumnya menghabiskan karirnya dalam empat tahun terakhir di Italia bersama Catania, Milan dan Sampdoria. Pemain berusia 30 tahun ini, yang mengangkat piala Liga Champions bersama Barcelona pada tahun 2006, menandatangani kontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan di musim kedua.

      Salah satu pemain yang harus diwaspadai oleh para pemain bertahan Bianconeri adalah pencetak gol terbanyak klub pada musim lalu, Alberto Paloschi, yang telah menjadikan masa peminjamannya selama tiga tahun permanen, setelah mencetak 15 gol dari 36 penampilan bagi Gialloblu.

       

      Pelatih

      Eugenio Corini kembali ke Chievo Verona untuk menduduki kursi kepelatihan pada 12 November 2013, menempati posisi Giuseppe Sannino yang sepakat memutus kontrak dengan klub pada akhir musim sebelumnya.

      Pria berusia 44 tahun tersebut menghabiskan karir pemain profesionalnya yang berlangsung selama 23 tahun di sembilan klub berbeda, termasuk bersama Bianconeri, sebelum akhirnya memutuskan pensiun karena cedera berkepanjangan pada musim 2008/09.

      Memimpin Gialloblu sebagai kapten saat mereka memperoleh promosi ke Serie A pada 2001 dan kualifikasi Piala UEFA di musim berikutnya, kembalinya Corini sebagai pelatih Chievo dimulai pada 2 Oktober 2012 saat Ia menggantikan Domenico Di Carlo.

      Ia kemudian memimpin klub untuk mengakhiri musim 2012/13 di posisi 12 namun memilih untuk mundur dari posisinya saat musim hampir berakhir. Kembalinya Corini ke kota Verona tahun lalu kemudian menjadikan Chievo lolos dari ancaman degradasi dan memastikan klub tersebut tetap berada di Serie A selama delapan tahun berturut-turut. 

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK