22.11.2014 10:56 - in: Tim S

      Profil Lazio

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Didirikan pada 1900, dua kali juara Serie A ini menjalani Derby della Capitale dengan rival sekota AS Roma dan dilatih oleh alumnus Bianconeri Stefano Pioli

      Klub

      S.S. Lazio, didirikan pada tahun 1900 oleh sembilan atlit Roma di Piazza della Liberta di kota yang berjuluk ‘Eternal City’ (Kota Abadi) ini, telah menjadi kekuatan yang signifikan bagi sepak bola Italia. Dua kali juara Italia, enam gelar Coppa Italia, tiga Piala Super Italia, satu Cup Winners’ Cup dan satu Piala Super Eropa, Biancocelesti telah membuktikan diri sebagai lawan yang hebat di Italia.

      Klub memiliki koneksi yang kuat dengan mitologi Yunani: lambang elang yang berdiri di atas logo klub mereka adalah penghargaan terhadap emblem Zeus, dan warna tradisional biru langit dan putih mereka adalah merujuk kepada penemuan kompetisi Olimpiade yang berasal dari Yunani, semangat yang melambangkan Lazio sebagai klub multi-olahraga. Faktanya, Lazio berkompetisi di 44 disiplin olah raga yang menjadikannya lebih beragam dari klub lainnya di Eropa.

      Awal era 1980an merupakan masa tersulit dalam sejarah klub, dengan sanksi pengurangan poin dari perjudian ilegal yang menyebabkan mereka menghabiskan beberapa musim di Serie B dan di sisa dekade tersebut dihabiskan dengan berjuang untuk bertahan di Serie A.

      Namun, dengan kedatangan pengusaha ambisius Sergio Cragnotti pada 1992 sebagao presiden mengubah keberuntungan klub secara dramatis, kekayaannya membuat Lazio berulang kali memecahkan rekor transfer untuk membawa Juan Sebastian Veron, Christian Vieri dan Hernan Crespo.

      Mereka secara rutin menjadi penantang kuat meraih gelar Scudetto dalam beberapa tahun, dan pada tahun 2000 proyek Cragnotti membuahkan hasil dengan meraih dua gelar di bawah kepelatihan Sven-Goran Eriksson dengan bantuan Alessandro Nesta dan calon legenda Juventus Pavel Nedved.

      Gelar terakhir yang diraih Lazio adalah Coppa Italia musim 2012/13, mengalahkan Juventus dalam perjalanan ke final, dan menang 1-0 atas rival sekota mereka Roma – yang mana mereka menjalani Derby della Capitale- untuk memastikan kesuksesan meraih Coppa Italia mereka keenam berkat gol tunggal Senad Lulic.

       

       

      Stadion

      Lazio memainkan laga kandang mereka di Stadio Olimpico, dimana mereka berbagi stadion tersebut dengan A.S Roma juga dengan tim nasional Italia.

      Stadion tersebut dibuka pada 1937, dan usai beberapa renovasi Olimpico menjadi tuan rumah final Liga Champions 2009 di mana Barcelona mencatatkan rekor treble bersejarah melawan Manchester United. Saat ini Olimpico berkapasitas 72,689 kursi.

      Menjadi tuan rumah Olimpiade 1960 diantara beberapa acara olah raga besar lainnya, saat ini Olimpico menjadi monumen penting bagi warga Roma yang berdiri di sepanjang tepian sungai Tiber.

       

      Aktivitas Transfer

      Tidak seperti awal musim 2013/14, Lazio memilih untuk tidak melakukan perubahan besar pada bursa transfer musim ini namun membawa beberapa nama penting ke Roma.

      Bek tengah Belanda Stefan de Vrij tiba dari Feyenoord setelah kesuksesan selama empat musim dengan tim asal Rotterdam tersebut. Pemain berusia 22 tahun ini menunjukkan kualitas kepemimpinan yang baik ketika ditunjuk sebagai kapten klub tersebut pada 2012 dan juga berlaga bagi negaranya pada semi-final Piala Dunia 2014 di Brazil, dan mencetak gol di laga pembuka Grup B melawan Spanyol.

      Pemain serba bisa Dusan Basta bergabung dari tim Serie A Udinese dengan kontrak selama empat musim. Bek kanan berpengalaman ini, yang juga dapat bermain ke depan maupun ke belakang di sisi kanan, memenangkan satu gelar liga duat gelar coppa saat membela Red Star Belgrade di liga Serbia dan membawa banyak pengalaman bagi barisan belakang Lazio.

      Marco Parolo mengakhiri dua musimnya bersama Parma dan pindah ke Biancocelesti pada musim panas ini. Saat ini menjadi pilihan reguler di skuad Azzurri, Lazio telah menambahkan individu yang dinamis dan tajam dalam menyerang dalam skuad mereka yang mana tidak diragukan lagi akan mengokohkan dirinya sebagai favorit fans di Stadio Olimpico.

      Filip Djordjevic menjadi rekrutan terbesar dan terakhir di bursa transfer Lazio, bergabung dari tim Ligue 1 Nantes. Dikenal dengan fisikalitasnya di barisan depan, pemain berusia 27 tahun ini telah membuktikan dirinya sebagai pemain yang juga dapat membantu pertahanan maupun menyerang, telah menyarangkan enam gol dalam 11 penampilan pertamanya bersama klub.

      Sebaliknya, pemuda 18 tahun Joseph Minala telah bergabung dengan tim Serie B Bari dengan status pemain pinjaman selama satu musim, Giuseppe Biava telah bergabung dengan Atalanta dengan status bebas transfer sementara bek tengah veteran Andre Dias telah meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir.

       

       

       

      Tim Saat Ini

      Kapten klub Stefano Mauri saat ini memasuki musim kesembilannya bersama Biancocelesti usai bergabung dengan mereka pada 2006. Pemain berusia 34 tahun ini sangat profesional dan telah tampil lebih dari 200 kali di seluruh kompetisi bersama Lazio, memenangkan tiga trofi sepanjang karirnya bersama Biancocelesti. Mauri sering tiba-tiba muncul dengan gol yang unik baik dulu maupun sekarang, dan musim ini sudah mencetak tiga gol.

      Kiper berusia 31 tahun Federico Marchetti memulai karir profesionalnya bersama klub rival sekota Juventus yaitu Torino pada 2002 dan telah menjalani 11 penampilan bersama tim nasional Italia. Ia telah menjadi pilihan nomor satu Lazio di bawah mistar gawang sejak bergabung dari Cagliari lima tahun lalu.

      Pemain bertahan Stefan Radu kembali menjadi penyokong bagi Lazio sejak direkrut dari Dinamo Bucarest pada 2008. Mantan pemain tim nasional Romania ini dapat beroperasi baik sebagai bek sayap maupun di tengah dan menjadi kapten Biancocelesti pada musim 2011/12.

      Pemain Argentina Lucas Biglia umumnya beraksi sebagai gelandang bertahan di depan barisan pertahanan Lazio. Dikenal dengan kemampuannya memberikan umpan mematikan, pemain berusia 28 tahun ini bermain penuh 120 menit bagi La Albiceleste di kekalahan 1-0 final Piala Dunia 2014 atas Jerman, dan juga meraih empat gelar Liga Belgia bersama Anderlecht.

      Mantan gelandang Bianconeri Antonio Candreva kembali memperoleh penilaian luar biasa atas performanya bersama klub asal Roma ini. Berkat kemampuannya yang beragam secara taktik, pemain berusia 27 tahun ini – yang menghabiskan satu musim bersama Juventus pada 2010 – dapat ditempatkan di berbagai posisi. Kedinamisannya, kecepatannya dan kemampuan umpan silangnya yang sangat ahli membuatnya menjadi pemain yang harus diawasi pada  laga malam ini.

      Penyerang asal Spanyol Keita Balde Diao besar bersama akademi muda Barcelona sebelum bergabung dengan Lazio pada 2011. Musim lalu adalah saat ketika pemain berusia 19 tahun ini membuat debutnya bersama tim utama dimana ia mencetak lima gol dalam 25 penampilan. Diao memiliki kecepatan yang luar biasa dan sering melakukan tembakan jarak jauh.

      Penyerang yang  awet muda Miroslav Klose terus memberikan performa terbaik dari semua kemampuan yang dimiliki, performa yang tidak menggambarkan usianya yang semakin senior. Pemain asal Jerman ini memecahkan rekor Ronaldo asal Brazil untuk jumlah gol yang dicetak di Piala Dunia pada musim panas ini (16) dan mengakhiri karirnya bersama Die Mannschaft dengan cara yang paling spektakuler: memenangkan trofi yang paling bergengsi di dunia.

       

      Pelatih

      Mantan bek tengah Bianconeri Stefano Piolo – yang menghabiskan tiga musim sebagai pemain bersama Juventus di pertengahan 80an – menggantikan Edoardo Reja sebagai pelatih Biancocelesti pada Juni 2014.

      Kelahiran Parma, Piolo mengawali karir profesionalnya bersama Gialloblu sebelum pindah ke Juventus pada 1984, dimana ia memenangkan satu gelar Serie A, satu Piala Champions, satu Piala Super Eropa dan satu Piala Intercontinental selama tiga tahun masa baktinya bersama klub.

      Ia bergabung dengan Verona pada 1987 dan kemudian meninggalkan klub dua tahun kemudian untuk bergabung dengan Fiorentina dimana ia menghabiskan enam musim bersama La Viola. Selama bermain bersama La Viola, Piola merupakan bagian dari tim Tuscany tersebut ketika menjuarai Serie B dan runner-up di final Piala UEFA 1990.

      Usai karirnya di Tuscany, ia menghabiskan empat musim bersama banyak klub di divisi bawah sepak bola Italia (Padova, Pistoiese, Fiorenzuola dan Colorno) sebelum akhirnya pensiun pada 1999.

      Pioli kemudian langsung melanjutkan langkahnya ke bidang kepelatihan, mengambil tugas sebagai pelatih tim Allievi Nazionali Bologna, dan memenangkan liga Allievi di musim keduanya sebagai pelatih.

      Pada tahun 2002 ia menjadi pelatih Chievo Primavera namun ia hanya menghabiskan satu musim bersama Mussi Volanti muda dan kemudian ditunjuk sebagai pelatih tim Serie B Salernitana setahun kemudian.

      Modena memanggilnya pada 2004 sebelum akhirnya bergabung dengan tim kota kelahirannya Parma di awal 2006/07, namun rentetan hasil buruk membuatnya dipecat pada Februari dengan Crociati menempati posisi kedua dari bawah klasemen.

      Dari 2007 hingga 2011, Pioli menjadi pelatih Grosseto (tim yang ia pimpin hingga finis di papan tengah dalam musim pertamanya di Serie B), Piacenza, Sassuolo, Chievo (kali ini sebagai pelatih tim utama) dan Palermo sebelum bergabung dengan Bologna.

      Selama dua setengah tahun memimpin klub peraih tujuh gelar Serie A ini, ia membawa Bolognya dua kali selamat dari degradasi sebelum dibebaskan dari tugasnya menangani klub Januari tahun ini.

      Usai hasil mengecewakan dengan berakhir di posisi 10 musim lalu dan gagal lolos ke Liga Eropa, Lazio menunjuk Pioli sebagai pengganti Reja dengan tugas kembali mengangkat Biancocelesti ke papan atas.

      Lazio saat ini berada di posisi lima klasemen dengan 19 poin, sembilan poin di belakang Bianconeri, dan akan bermain pada laga Sabtu malam ini setelah kekalahan dari Empoli dua pekan lalu. 

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK