06.05.2015 12:42 - in: Tim S

      Profil Real Madrid

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Juventus.com melihat lebih dalam seputar juara bertahan Liga Champions Real Madrid menjelang laga leg pertama babak semi final di Turin.

      Klub

      Real Madrid telah menjadi klub terbesar dalam sejarah sepakbola sejak didirikan tahun 1902. Dianugerahi sebagai Klub Terbaik Abad Ini oleh FIFA di awal millenium baru sebagai penghargaan atas sukses mereka, Los Blancos telah memenangkan: 32 titel La Liga, 19 piala domestik dan sebuah rekor 10 Piala Eropa.

      Sepakbola pertama kali diperkenalkan di kota Madrid oleh sejumlah alumni Universitas Cambridge dan Oxford, yang tradisi pertandingan-pertandingan Minggu pagi mereka di bawah nama Football Club Sky di tahun 1897 melahirkan Madrid Football Club, dimana di situlah keberadaan Real Madrid saat ini dimulai.

      Nama klub “Real” merujuk pada mahkota kerajaan yang dimasukkan ke dalam logo klub oleh Raja Spanyol, Alonso XIII, di tahun 1920, suatu langkah yang ternyata menjadikan derby “El Classico antara Madrid dan Barcelona sangat berarti.

      Laga tersebut memiliki makna penting dalam identitas nasional, karena di satu sisi Real seringkali disebut sebagai representasi nasionalisme Spanyol, sedang di sisi lain Barcelona dianggap mewakili publik Catalan yang cenderung mencita-citakan kemerdekaan. Laga tersebut telah menjadi rivalitas paling terkenal di dunia sepakbola sejak pertama kali kedua kubu saling bertempur untuk meraih gelar liga pertama di tahun 1929.

      Real Madrid mengamankan gelar domestik pertama mereka di musim 1931/32, dan ditasbihkan sebagai sebuah kekuatan dominan di sepakbola Eropa setelah Santiago Bernabeu Yeste menjadi dinobatkan sebagai presiden klub pada 1945, bersamanya datanglah pemain depan legendaris Alfredo di Stefano.

      Pemain Argentina itu, yang mampu bermain di berbagai posisi dan digambarkan sebagai salah satu pesepakbola terlengkap sepanjang zaman, menginspirasi Los Blancos meraih lima gelar Kejuaraan Eropa secara beruntun mulai tahun 1956.

      Mereka terus menuis kesuksesan di kompetisi domestik, namun tak pernah lagi juara hingga tahun 1998 ketika Real menjuarai Kejuaraan Eropa berikutnya, yang ketujuh kalinya. Tim asuhan Jupp Heynckes mengalahkan Juventus 1-0 di Amsterdam, mengakhiri 32 tahun penantian untuk mengangkat trofi Eropa.

      Sejak ditunjuknya Florentino Perez sebagai Presiden di tahun 2000, klub itu dikenal karena ke-“Galacticos”-annya; bintang-bintang dunia termasuk mantan pemain Juventus Zinedine Zidane yang direkrut dengan memecahkan rekor biaya transfer saat itu sebagai bagian dari upaya Perez mengumpulkan para pesepakbola terelit di planet ini untuk bermain di Bernabeu.

      Meski ditopang oleh kekuatan finansial yang besar, dominasi tradisional mereka di kancah domestik dalam beberapa tahun terakhir mendapat tantangan dari tim penakluk dunia Barcelona yang banyak dikenal orang sebagai yang terbaik dalam sejarah sepakbola.

      Namun demikian, Real sempat meraih gelar La Liga di musim 2011/12, menjadi tim Spanyol pertama yang mencetak rekor raihan 100 poin di satu musim di bawah kepelatihan Jose Mourinho, namun itu tetap menjadi raihan gelar terakhir mereka di liga divisi utama Spanyol.

      Setelah Mourinho hengkang untuk kembali melatih mantap klub asuhannya Chelsea di tahun 2013, mantan pelatih Bianconeri Carlo Ancelotti ditunjuk menggantikannya, berhasil membawa Real Madrid kembali ke masa-masa kegemilangan setelah musim 2012/13 yang mereka akhiri tanpa gelar.

      Meski finis di tempat ketiga, tiga poin di belakang rival sekota dan juara liga saat itu, Atletico Madrid, Los Blancos mengakiri musim lalu sebagai juara Copa Del Rey dan Liga Champions, dimana gelar yang disebut terakhir itu merupakan gelar kesepuluh mereka di kompetisi elit Eropa.

       

      Stadion

      Estadio Santiago Bernabeu – dinamai atas nama mantan presiden klub – adalah sebuah stadion terkenal di dunia yang menjadi tuan rumah lima final Kejuaraan Eropa, Final Piala Eropa 1964 dan final Piala Dunia 1982 yang dimenangkan Italia.

      Dibangun di atas tanah stadion sebelumnya, Estadio Chamartin, stadion itu diresmikan pada Desember 1947 dengan kemenangan Real 3-1 atas tim Portugal Os Belenenses.

      Setelah beberapa kali direnovasi stadion itu kini menjadi stadion terbesar ketiga di Eropa setelah Camp Nou dan Wembley, dimana kapasitas saat ini adalah 85.454 kursi.

      Sebuah proyek baru sedang digarap yang akan merehab kembali penampilan muka stadion sebagai bagian dari visi Presiden Perez yang ingin menjadikannya stadion terbaik di dunia.

       

      Kapten

      Penjaga Gawang Iker Casillas telah menjadi pemain setia Real Madrid saat ini sejak melakukan debut profesionalnya di tahun 1999.

      Produk akademi Los Blancos yang tersohor, pemain 33 tahun itu adalah salah satu dari sedikit pemain yang bermain hanya untuk satu klub dan musim ini adalah musim ke-16-nya bersama tim paling berjaya di Spanyol itu.

      Keahlian menghentikan tembakan, konsentrasi dan kemampuannya menyelamatkan gawang dari tembakan-tembakan yang dilepaskan dari sudut sempit membuatnya menuai banyak pujian sepanjang karir gemilangnya selama hampir dua dekade.

      Casillas telah meraih 18 trofi sepanjang kebersamaannya dengan tim masa kecilnya Madrid termasuk lima gelar La Liga, dua gelar Copa del Rey dan tiga gelar Liga Champions.

      Kesuksesan tersebut juga terukir di tim nasional Spanyol, yang sang kiper kapteni menuju gelar Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Kejayaan-kejayaan itu membuat Casillas menjadi bagian dari sekelompok pemain istimewa termasuk mantan Bianconeri Zidane dan Thierry Henry yang memenangkan seluruh gelar kejuaraan antar klub dan tim nasional.

      Soal prestasi pribadi, Casillas menerima penghargaa Golden Glove di tahun 2010 dan empat kali terpilih sebagai Kiper Terbaik Dunia IFFHS, rekor yang sama diraih Gianluigi Buffon.

       

      Manajer

      Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti adalah orang yang sangat akrab bagi Juventus, setelah menangani Bianconeri pada musim 1999-2001 sebelum menghabiskan delapan tahun di Milan.

      Ia memulai karir sepak bolanya sebagai pemain, kapten Roma saat meraih Scudetto pada tahun 1983 sebelum memenangkan Piala Eropa berturut-turut dengan Milan pada tahun 1989 dan 1990, serta tampil 26 kali untuk tim nasional Italia.

      Setelah menghasilkan tesis taktis lengkap berjudul "Masa Depan Sepakbola: Lebih Dinamisme" sebagai mahasiswa di pusat teknis Coverciano markas Federasi Sepakbola Italia, Ancelotti pertama kali melatih tim Parma yang termasuk juga diperkuat Buffon muda.

      Setelah sukses pada musim 1998-1999, di mana ia membawa Crociati menuju kualifikasi Liga Champions, Kemudian ia menggantikan Marcello Lippi sebagai manajer Juventus. Tapi setelah Bianconeri menjadi runner-up dua kali berturut-turut di liga, ia meninggalkan klub untuk mengambil alih kendali di Milan.

      Kemudian tim besutannya secara rutin berjuang keras untuk meraih gelar dengan Juventus di salah satu persaingan paling ketat dalam sejarah Serie A. Dia berhasil mengalahkan Nyonya Tua untuk mengangkat Scudetto pada tahun 2004, dan juga menyebabkan Milan meraih dua gelar Liga Champions pada tahun 2003 dan 2007.

      Dua tahun kemudian ia ditunjuk sebagai manajer di Chelsea, tim yang ia menjadi pelatih Italia pertama yang memenangkan Liga Premier setelah mereka unggul satu poin dari Manchester United di akhir musim. Tapi kemudian mengecewakan di tahun berikutnya dan akhirnya dia dipecat, setelah itu ia pindah ke Paris Saint-Germain pada Desember 2011.

      Meskipun disokong kekuatan finansial luar biasa, PSG finis kedua di Liga Perancis di belakang Montpellier musim 2011/12, ia meraih posisi teratas hanya satu musim penuh di sana, kemenangan yang menandai gelar liga pertama Les Parisiens dalam 19 tahun.

      Ancelotti kemudian meninggalkan klub untuk mengambil alih komando di Madrid dengan durasi kontrak tiga tahun, meraih Copa del Rey dan Liga Champions kesepuluh klub di musim pertamanya, menjadi pelatih kelima yang memenangkan kompetisi elit Eropa dengan dua klub berbeda.

       

      Kejuaraan domestik musim ini

      Real Madrid saat ini duduk di posisi kedua di La Liga, hanya selisih dua poin dari pemuncak klasemen Barcelona dengan tiga pertandingan tersisa musim ini.

      Sejak menderita kekalahan tipis 2-1 dalam laga El Clasico pada bulan Februari, Los Blancos kemudian kembali ke performa terbaik mereka, setelah memenangkan tujuh laga terakhir mereka.

      Kontes Liga akhir pekan ini pasukan Ancelotti sukses mengatasi perlawanan Sevilla 3-2 dalam laga yang menghibur di Sanchez Ramon Pizjuan di Andalusia.

      Cristiano Ronaldo mencetak hattrick ke-29 nya sejak  berkarir di Real Madrid untuk mendapatkan kemenangan, sementara tuan rumah, yang sebelumnya tidak pernah kalah dalam pertandingan kandang sejak Februari 2014 ketika Barcelona menang 4-1, membalas melalui Carlos Bacca dan Vicente Iborra.

       

      Eksploitasi Copa del Rey 

      Sang juara bertahan memulai kompetisi tersebut dari babak 32 besar, menghadapu tim Segunda Division B Cornella pada Oktober 2014.

      Setelah memenangkan leg pertama 4-1 di Catalonia, sukses 5-0 kembali diraih pada leg kedua  di Santiago Bernabeu dipastikan Los Blancos lolos ke babak 16 besar dan akan bentrok dengan sang rival Atletico Madrid.

      Tapi kekalahan 2-0 di Vicente Calderon awal tahun ini membuat pasukan Ancelotti harus bekerja ekstra keras, sebelum Los Rojiblancos kemudian mengklaim hasil imbang 2-2 hanya seminggu kemudian untuk membuat sang juara bertahan keluar dari turnamen.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK