07.06.2015 11:01 - in: Tim S

      #ProudOfJu

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Juventus yang penuh semangat dikalahkan 3-1 oleh Barcelona di final Liga Champions yang berlangsung malam kemarin di Olympiastadion Berlin

      Kalah di final Liga Champions selalu menyakitkan, namun ketika satu tim menunjukkan keberanian, semangat dan karakter seperti yang dilakukan Bianconeri tadi malam melawan tim Blaugrana yang dipenuhi pemain-pemain bintang, emosi yang ada hanyalah kebanggaan yang luar biasa. Kekalahan ini tidak akan menjadi penentu dari musim yang luar biasa dari pasukan Massimiliano Allegri, yang sudah melampaui harapan dari semua orang musim ini.

      Bianconeri memulai laga dengan langkah yang tepat, menekan Barca hingga ke sudut. Carlos Tevez melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar gawang pada menit pertama, dengan Juve kemudian memenangkan sepak pojok beberapa saat kemudian.

      Pasukan Allegri melakukan tugas yang baik dengan memberikan Barca sedikit ruang untuk memainkan permainan operan mereka, namun tetap adalah Blaugrana yang memimpin terlebih dahulu di menit keempat. Iniesta mendorong maju ke dalam kotak penalti dari sisi kiri, memberikan umpan kepada Rakitic yang dengan tenangnya melepaskan tendangan melewati Buffon untuk membuat timnya unggul.

      Melihat bagaimana Juve memulai laga, ini adalah pukulan telak. Namun Bianconeri menujukkan mengapa mereka telah menjadi tim yang lebih kuat di Eropa musim ini dan segera memberikan respon. Alvaro Morato memimpin serangan balik dengan cepat, namun tendangan kaki kanan Vidal hanya bisa melintasi mistar gawang.

      Disamping tekanan yang diberikan Juve, ancaman dari Barca masih tetap berlanjut. Ketika Tevez dan Pogba gagal mengamankan wilayahnya, pasukan Luis Enrique memainkan peluang yang berbahaya dan hanya penyelamatan luar biasa dari Gigi Buffon yang menggagalkan Dani Alves dari kemungkinan raksasa Catalan tersebut menambah keunggulan.

      Terdorong dari keunggulan mereka, Barca semakin meningkatkan tekanan, memainkan bola ke sekeliling lapangan dengan ahlinya. Dan sejujurnya, Juve terlihat tegang, dengan serangan balik cepat menjadi ancaman paling membahayakan bagi mereka.

      Namun strategi tekanan tinggi di periode pembuka kembali terlihat efektif, ketika Marchisio memenangkan bola di wilayah Barca untuk memberikan umpan kepada Morata, yang kemudian saling melempar operan dengan Vidal yang tendangannya hanya bisa melebar. Marchisio sendiri kemudian memiliki peluang beberapa menit kemudian, menembakkan tendangan keras dari sudut kotak penalti yang masih melintasi mistar gawang.

      Bianconeri kemudian lebih nyaman dengan bola, tanpa membuat Ter Stegen sungguh-sungguh tertekan. Sementara itu, terdapat bahaya yang konstan ketika para pemain dalam seragam biru merah maju ke depan – jika bukan Messi atau Neymar, itu adalah Suarez, yang tendangannya sempat melintasi mistar gawan dan kemudian membuat Buffon harus beraksi dengan dua peluang dari sudut area dalam selang waktu beberapa menit. Di ujung lain lapangan, Marchisio membuat Ter Stegen melakukan penyelamatan dari tendangan jarak jauhnya.

      Juve tidak kehilangan arah permainan, namun mereka perlu lebih berani, lebih percaya diri, lebih bersedia mengambil risiko usai jeda. Dan apapun yang dikatakan Allegri kepada mereka di ruang ganti Olympiastadion, itu bekerja dengan baik – walaupun sebelumnya Buffon menggagalkan peluang Neymar dan Suarez serta Messi harus melihat peluang mereka melambung di atas mistar gawang.

      Jika usaha Blaugrana di awal sempat mempengaruhi hati para pendukung Juve di tribun, tidak demikian dengan mereka yang mengenakan seragam hitam putih di lapangan. Mereka tidak terpengaruh dan akhirnya berhasil mencetak gol di menit 56 melalui permainan tim yang indah.

      Marchisio membebaskan Lichtsteiner di area dengan umpan tumit yang cantik, dan pemain Swiss tersebut kemudian memberikan umpan kepada Tevez yang berada di tengah area. Tendangan Tevez berhasil ditepis Ter Stegen dan bola muntah meluncur ke Morata, yang tanpa kesalahan mendorong bola ke gawang Barca dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

      Laga kemudian menjadi berbeda. Juve bermain tanpa takut melawan tim yang sudah sangat ahli, kepala mereka terangkat dan dada mereka membuncah. Tidak lagi kami yang dikuasai Barca, namun kami yang menguasai Barca.

      Tevez dan Pogba sama-sama memberikan peluang dari luar kotak penalti, dimana tendangan Tevez hanya melintasi mistar gawang dan tendangan Pogba tepat ditangkap oleh Ter Stegen. Barca berusaha kembali memimpin melalui Iniesta dan Suarez, namun usaha pemain Uruguay tersebut kembali digagalkan oleh Buffon.

      Namun saat keyakinan mengalir deras di nadi Juve, Leo Messi muncul dari belakang barisan pertahanan Bianconeri, melewati Barzagli dan melepaskan tendangan terarah ke dalam gawang. Buffon mampu menyelamatkan peluang tersebut, namun bola jatuh ke kaki Suarez, yang tanpa ampun melepaskan tendangan yang membuat Blaugrana kembali memimpin. Beberapa menit kemudian skor bisa saja menjadi 3-1, namun usaha Neymar dianulir karena bola mengenai tangan terlebih dahulu.

      Tertinggal namun belum menyerah, Juve mengejar kembali dan hampir saja menyamakan kedudukan melalui Pogba, yang sundulannya tipis melintasi jala gawang bagian atas. Allegri kemudian memasukkan Pereyra dan Llorente untuk menggantikan Vidal dan Morata untuk menambah kekuatan, sementara Evra digantikan oleh Coman di menit akhir sebagaimana pelatih Bianconeri mencoba memberikan seluruh kekuatan yang ia miliki di laga ini.

      Marchisio dan Tevez membuat Ter Stegen kembali beraksi melakukan penyelamatan dari tendangan jarak jauh yang mereka lepaskan, namun kesempatan menyamakan kedudukan belum terjadi. Barcelona kemudian memberikan seluruh tekanan mereka untuk mengakhiri laga, dan di menit ketujuh tambahan waktu, tim Catalan tersebut menutup laga dengan skor 3-1 melalui Neymar.

      Itu adalah tendangan terakhir yang menutup pertandingan, namun tidak menjadi hal yang menggambarkan momen malam tadi, setidaknya dari sudut pandang Juventus. Penghargaan diberikan kepada para fans, yang terus berada dan bersorak untuk pahlawan mereka hingga peluit akhir dibunyikan.

      Ini adalah musim yang luar biasa dari tim yang fantastis, yang perlahan-lahan mengklaim tempat mereka di Italia dan Eropa. Jika usaha malam ini tidak terlalu membuat kesedihan yang berlarut, Bianconeri tidak akan membutuhkan waktu lama untuk mencoba lagi demi kejayaan selanjutnya.

       

      JUVENTUS 1-3 BARCELONA

       

      GOL: Rakitic 4, Morata 56, Suarez 68, Neymar 90+7

       

      JUVENTUS

      Buffon; Lichtsteiner, Barzagli, Bonucci, Evra (Coman 89); Marchisio, Pirlo, Pogba; Vidal (Pereyra 79); Tevez, Morata (Llorente 85).

      Cadangan tidak bermain: Storari, Ogbonna, Padoin, Sturaro.

      Pelatih: Allegri.

       

      BARCELONA

      Ter Stegen; Dani Alves, Piqué, Mascherano, Jordi Alba; Rakitic (Mathieu 90+1), Busquets, Iniesta (Xavi 77); Messi, Suarez (Pedro 90+6), Neymar.

      Cadangan tidak bermain: Bravo, Rafinha, Adriano, Batra.

      Coach: Luis Enrique.

       

      WASIT: Çakır (TUR).

      ASISTEN WASIT: Duran (TUR), Ongun (TUR).

      OFISIAL KEEMPAT: Eriksson (SWE).

      ASISTEN TAMBAHAN: Göçek (TUR), Şimşek (TUR).

      KARTU KUNING: Vidal 11, Pogba 41, Suarez 70

       

       

      Galeri Foto

       

       

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK