04.10.2014 17:15 - in: Tim S

    Surat Andrea Agnelli kepada para pemegang saham

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Presiden Juventus menuliskan pesan ini di laporan keuangan tahunan klub.

    Rekan-rekan yang terhormat,

    Laporan keuangan yang telah kami sampaikan untuk kemudian anda terima mewakili sebuah persimpangan dalam sejarah terbaru dari Juventus Football Club. Ini merupakan sebuah langkah penting dari perjalanan yang kami mulai sejak Mei 2010; satu hal tentang rekonstruksi dan satu hal lainnya mengenai pembaharuan pertumbuhan. Klub anda telah mengakhiri tahun dengan hasil operasi positif dan dengan keuntungan sebelum pajak. Hanya pajak regional dalam aktivitas produksi (IRAP) – sebuah pajak yang hanya ditemukan di Italia – yang memberikan hasil kerugian bagi kami

    Alasan yang menjadi kontribusi dari perputaran ini bermacam-macam, namun dapat disimpulkan sebagai perubahan yang menentukan bagaimana sebuah klub dijalankan. Ini adalah perubahan yang telah mengembalikan manajemen dari bidang olahraga menjadi pusat strategi operasional klub, sekaligus menjaga fokus dari mengidentifikasi bentuk baru dari pendapatan serta melakukan kontrol terhadap biaya-biaya.

    Meskipun demikian, tantangan yang menanti kami di tahun-tahun ke depan pasti akan lebih banyak menuntut. Sementara kapabilitas kami telah ditemukan kembali untuk bersaing di Italia ditegaskan melalui hasil ini dan dengan raihan prestasi luar biasa tiga gelar Scudetto beruntun, kekuatan ekonomi dari era internasional kami membuat kami tidak meragukan kenyataan dari situasi saat ini. Perbedaan kami dengan klub-klub teratas di Eropa masih terbentang lebar, dan kami harus mampu menguranginya sebelum kami dapat mencapai cita-cita kami untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan sejarah internasional kami. Pria dan wanita Juventus telah terbiasa untuk melewati rintangan dengan menggunakan setiap ons kekuatan yang mereka miliki, baik di lapangan maupun di ruangan direksi. Ini adalah etika klub kami, satu hal yang selalu kami jaga dan paksakan.

    Sejak hari pertama kepemimpinan saya sebagai presiden, saya menggarisbawahi kebutuhan yang sangat penting dalam reformasi struktural tertentu menjadi “sistem” kami. Masih terdapat perubahan yang luas terhadap cara menjalankan Juventus, sementara konteks yang lebih luas dari sepak bola Italia masih tidak ada perubahan. Usaha yang sangat besar yang kami investasikan terhadap pembaharuan internal kami akhirnya menjadi terlambat karena adanya halangan dalam hal kurangnya pertumbuhan secara umum yang ditunjukkan oleh sepak bola Italia secara keseluruhan. Mengubah keadaan seperti ini merupakan hal yang kompleks, namun menjadi kebutuhan yang mendesak jika kita ingin meraih tujuan yang kita tetapkan bagi diri kita sendiri. Level sepakbola kita berhak berada di level teratas kompetisi domestik dan serangan pembaruan di tahap internasional.

    Juventus Stadium, sebuah kebanggaan yang tidak dapat diukur, menjadi satu-satunya contoh dari fasilitas olahraga canggih di Italia – mewakili model pengelolaan berkelanjutan dan menawarkan pengalaman baik secara langsung maupun melalui televisi dengan kelas tertinggi. Sayangnya, stadion ini hanya satu per dua puluh dari stadion yang potensial di Italia: tidak cukup untuk administrasi kolektif jika negara kita akan maju untuk kompetisi antar bangsa. Perkembangan dari infrastruktur baru harus menjadi fokus kritis dalam lima tahun kedepan, masa-masa dimana sepak bola Italia harus memilih antara daya saing internasional – baik di lapangan maupun dalam hal diversitas dan meningkatkan sumber daya pendapatan – dan marjinalitas yang mana kami lihat sudah sangat tidak dapat diubah takdirnya.

    Pendapatan TV dari Serie A dan kompetisi internasional meningkat secara terus menerus, sebuah pertanda jelas bahwa pasar melihat sepak bola sebagai prospek yang menguntungkan. Ini adalah sebuah hak istimewa yang dapat dinikmati juga oleh beberapa sektor kecil, dan harus dipertahankan. Kemajuan yang berasal dari hak-hak seperti itu harus dibagi berdasarkan sebuah sistem yang memahami nilai dari klub besar – grup dimana tentu saja Juventus berada – dan menjadi penyelamat keuntungan ekonomi dari klub-klub yang terancam degradasi dari Serie A karena kekurangberuntungan dalam hal olahraga. Sementara kurangnya partisipasi dari klub-klub Italia di kompetisi Eropa merupakan isu yang mempengaruhi klub-klub besar maupun papan tengah, degradasi dari Serie A ke Serie B merupakan hal yang mampu membahayakan kemampuan klub untuk bertahan hidup. Ketika tiba dalam hal pembagiaan keuntungan televisi, semua dari kita di Lega Serie A harus benar-benar memikirkan situasi ini, sehingga sepak bola Italia tidak akan terlempat ke krisis yang lebih dalam di masa depan.

    Lega Serie A harus mempertegas kembali peran kepemimpinannya dan secara sukses mengimplementasikan sebuah tinjauan lengkap dari model kepemerintahan dari laga di negara kita; dibutuhkan sistem yang penuh dan bersih dengan tingkat litigasi dan non-transparasi yang tentu saja sulit diterima di dunia saat ini. Cross-veto dan ketidakseimbangan dari pengaruh pemilu telah memperlambat pertumbuhan ini hingga ke titik kelumpuhan. Kita perlu memulai untuk tumbuh kembali.

    Dan demikian, untuk sepak bola. Olahraga yang kita semua cintai, yang mana gairah kita kepadanya terbakar terus menerus. Pengurangan lebih lanjut dari klub profesional sangat dibutuhkan, bersamaan dengan peninjauan terhadap komposisi skuad. Ini akan memastikan bahwa tim nasional memiliki banyak pilihan adekuat dari pemain binaan klub untuk dipilih. Prioritas ini akan didampingi dengan dua reformasi berikutnya yang memiliki satu variabel yang sama: talenta muda. Yang pertama adalah mengembangkan kebijakan imigrasi yang tepat yang bukan hanya menghormati hukum nasional namun juga pengembangan dari sistem dan hak asasi manusia. Poin lainnya adalah mengenai fokus terhadap apa yang disebut sebagai tim kedua, sebuah konsep yang lebih pantas disebut sebagai “kepemilikan multi-klub” dan telah diujikan beberapa negara seperti Spanyol, Belanda dan Inggris. Ini akan memastikan adanya produksi berkesinambungan dalam hal talenta muda dan sistem pertukaran yang harmonis dengan tim utama. Generasi dari pesepakbola terbesar Italia sudah hampir berakhir; dalam beberapa tahun ke depan harus dapat memproduksi pesepakbola lainnya yang pantas untuk menggantikan mereka.

    Sejauh yang kami pahami, dalam beberapa tahun kedepan akan menjadi krusial baik dalam hal di lapangan maupun keberlanjutan dari ‘Juventus Model’. Pembaruan kerja sama kami dengan Jeep hingga 2021, kontrak baru kami dengan Adidas selama enam tahun dan perkembangan dari Continassa Area yang akan menjadi rumah baru dari kantor pusat kami dan perubahan Vinovo menjadi pusat akademi baru kami untuk menggandakan fokus kami dalam pengembangan talenta muda; perkembangan berkelanjutan dari aktivitas media digital kami; dan partisipasi aktif kami di jantung organisasi internasional seperti Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan Union des Associations Europèennes Football (UEFA): faktor-faktor ini adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Juventus adalah tempat yang tepat untuk melanjutkan perkembangan eksponensial di Italia. Di saat yang bersamaan, kami memahami bahwa kami harus melanjutkan untuk meraih seluruh kesempatan dari pertumbuhan, meskipun dari hal-hal yang belum diselidiki.

    Dalam hal perluasan internasional, administrator Juventus mengetahui bahwa globalisasi dari merek dagang kami adalah sebuah hal yang penting. Terutama, kami harus terus berkompetisi di kompetisi Eropa – apakah itu di Liga Champions ataupun Liga Eropa. Meskipun demikian, tidak semua ketentuan-ketentuan yang mendikte kemampuan kami untuk mengembangkan keberadaan olahraga dan komersial di lingkungan internasional tetap berada dalam kontrol kami. Batasan dari sistem, seperti yang sudah saya ungkapkan sebelum ini, telah menggali kesempatan perkembangan yang signifikan.

    Selama empat tahun terakhir, kami telah dapat mengandalkan para personil dengan profesionalisme tinggi: Giuseppe Marotta dan Aldo Mazzia adalah dua pilar dari klub ini dan dianugerahi staf-staf  dengan kualitas tertinggi. Fabio Paratici, Pavel Nedved dan Francesco Calvo, contohnya, telah menunjukkan kegigihan yang besar dalam meraih tujuan-tujuan kami. Klub saat ini sedang berada di tangan pelatih baru: Massimiliano Allegri. Ia adalah seorang juara; pria yang telah menanamkan kepada kami gairah baru dan meningkatkan keinginan untuk meraih segalanya – dan semua orang – yang berada di jalan kami.

     

    Sampai akhir.....

    Andrea Agnelli

     

    Laporan Keuangan Tahunan, 30 Juni 2014

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK