23.10.2014 11:50 - in: Tim S

    Tevez: "Kami harus membuka lembaran baru"

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Setelah kekalahan di Athena, Carlos Tevez menghimbau rekan-rekan setimnya untuk bangkit dan segera membalikkan nasib Juventus di Eropa. Berikut pernyataan pemain bernomor punggung 10 itu.

    Carlos Tevez telah bermain dengan berani, sepenuh hati, dan karakter yang gigih, namun semalam semua hal itu tampaknya tak cukup. Juventus tak mampu menyarangkan bola ke gawang lawan, karena hanya itu tujuan dalam pertandingan sepakbola maka kekecewaan dan penyesalanlah yang terlihat di wajah para pemain setelah peluit panjang dibunyikan.

    Namun demikian, Sang Apache – seperti halnya para pemimpin sejati – menyampaikan seruan kepada seluruh punggawa tim juara Italia, meminta mereka membuang jauh-jauh rasa kecewa dan melakukan segalanya agar bisa memuluskan jalan mereka ke babak selanjutnya. Meski tersendat, harapan itu masih sangat terbuka lebar.

    “Kiper Roberto baru saja menjalani pertandingan hebat dan mampu memupuskan kemenangan kami. Kami harus membuka lembaran baru dan mencari tahu apa yang tidak beres. Kami harus ingat bahwa kami adalah Juventus dan karena itu kami tak boleh kalah di laga-laga seperti ini,” ujar Tevez pasca pertandingan.

    “Kami harus akhiri kebiasaan ini. Kami adalah tim yang hebat dan kami harus melakukan yang terbaik di Liga Champions sebagaimana di Serie-A. Semuanya tergantung kami dan mentalitas kami,” tambahnya.

    “Kami tahu bahwa mereka (Olympiakos) bisa berbahaya dalam serangan balik, dan begitulah cara mereka mencetak gol. Kami seharusnya tidak boleh kemasukan gol seperti itu. Itu seharusnya tak terjadi. Babak grup selalu berat, bahkan dari awal. Sekarang semakin berat, tapi tim ini memiliki kapasitas untuk bisa lolos. Sulit, tapi kami bisa,” tegas si pemain Argentina itu.

    Carlitos juga mengomentari posisinya yang berdampingan dengan mitra penyerangnya, Alvaro Morata. Malam ini adalah pertama kalinya kedua pemain itu mengisi posisi penyerang sejak awal laga.

    “Pelatih selalu meminta hal yang sama dari saya. Morata berbeda dari Fernando Llorente. Alvaro harus banyak diberi bola, untuk memaksimalkan kecepatannya, sementara kami lebih banyak memanfaatkan postur tubuh Fernando. Itulah perbedaan antara keduanya,” terang Tevez.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK