02.03.2015 17:35 - in: Tim S

    Tiga pemain kunci Giallorossi yang harus diwaspadai Juventus

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Juventus.com memilih lini tengah tim lawan dengan menampilkan sang metronom Miralem Pjanic, winger berbahaya Gervinho dan kapten Francesco Totti menjelang pertandingan pada Senin malam di ibukota

    Dengan semua mata di dunia akan tertuju pada laga besar malam ini, setiap salah satu pemain yang dibawa untuk pertandingan di Stadion Olimpico pasti ingin memberikan yang terbaik untuk meraih hasil terbaik.

    Perburuan gelar mulai panas mendekati akhir musim, kemenangan bagi sang penghuni tempat kedua Roma akan mendekatkan jarak poin mereka dengan sang juara bertahan menjadi hanya enam poin, dengan tersisa 39 poin yang masih diperebutkan hingga akhir musim.

    Pasukan Rudi Garcia juga akan bersemangat untuk membalas dendam setelah laga pertama yang menghasilkan lima gol pada bulan Oktober yang ditentukan oleh sentuhan voli Leonardo Bonucci di menit akhir dari pertandingan di Juventus Stadium.

    Bertekad untuk memberikan tampilan yang baik di hadapan pendukung setia mereka dan mengakhiri kesialan tanpa kemenangan di ibu kota yang diraih terakhir pada bulan November, di sini Juventus.com berpikir siapakah Giallorossi yang akan berusaha untuk membuktikan perbedaan: lini tengah metronom Miralem Pjanic, Pemain sayap rumit Gervinho dan kapten Francesco Totti.

    Nama: Miralem Pjanic

    Umur: 24

    Posisi: Gelandang Tengah

    Playmaker Miralem Pjanic membuat hal-hal ajaib saat bermain di belakang penyerang tunggal Giallorossi dan kehadirannya sangat mengesankan di jantung lini tengah mereka. Permainan yang semakin matang dari pemain internasional Bosnia, ia bermain di Perancis dengan dua tim Metz dan Lyon sebelum bergabung Roma pada Agustus 2011.

    Dia berbahaya dari situasi bola mati dan sangat mahir dengan kemampuan dribelnya melewati lawan. Dikenal karena sering bergerak menusuk ke dalam pertahanan lawan secara tak terduga, Pjanic juga mampu memberikan umpan umpan indah dan suka membawa rekan satu timnya dalam permainannya.

    Selama waktunya di ibukota Italia, pemain berusia 24 tahun telah merancang 36 gol bagi Giallorossi, baik dengan mencetak atau memberikan umpan, itu membuktikan pentingnya peran Pjanic untuk mengejar gelar domestik dan Eropa bagi Roma.

    Satu statistik untuk dinikmati fans, dengan hasil tersebut ia menyamai jumlah assist nya di musim lalu (enam) dan sang pemain telah menjadi pengumpan terbanyak dari setengah lapangan lawan (894).

    Nama: Gervinho

    Umur: 27

    Posisi: Gelandang serang / Penyerang

    Pemain sayap asal Pantai Gading Gervinho menikmati debut fantastis dengan Roma dari musim lalu setelah ia mengakhiri masa mengecewakannya selama dua tahun di London bersama Arsenal.

    Pemain berusia 27 tahun, yang berperan penting dalam skuad Lille asuhan Garcia yang meraih gelar ganda domestik pada tahun 2011, bergabung dengan The Gunners setelah mencetak 36 gol dalam 93 pertandingan. Ia tidak mampu memberikan konstribusi dengan tim asal Inggris tersebut dan bergabung kembali dengan manajer lamanya di Italia sejak 18 bulan yang lalu.

    Seorang pemain yang diberkati dengan kemampuan individu dan kecepatan dengan kapasitas untuk memberikan mimpi buruk bagi pemain belakang lawan berkat kemampuan dribelnya yang liar, Gervinho juga menjadi figur sukses di Pantai Gading saat menjuarai Piala Afrika awal tahun ini, ia menciptakan dua gol dalam empat pertandingan.

    Jika dia bermain pada pertandingan malam ini, itu akan menjadi laga ke-50 Gervinho di Serie A dan dia ingin memberikan yang terbaik di hari spesial baginya.

    Nama: Francesco Totti

    Umur: 38

    Posisi: Gelandang serang / Penyerang

    Kapten dan jimat AS Roma, Francesco Totti telah menjadi one man club sejak dia melakukan debut pada tahun 1992. Pemain berusia 38 tahun, yang merupakan bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia hampir satu dekade yang lalu, telah mencatatkan 235 gol dalam lebih dari 500 penampilannya untuk Giallorossi selama 22-tahun.

    Dengan catatan itu berhasil membuatnya menjadi top skor kedua sepanjang masa di Serie A di belakang mantan penyerang Bianconeri Silvio Piola, Er Pupone adalah salah satu legenda hidup dan terus memutar kembali tahunnya dengan setiap pertandingan yang ia lakoni.

    Pada musim ini, Totti lebih banyak bermain dengan menjalani peran sebagai false nine daripada posisi gelandang serang dan menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions ketika ia mencetak gol penyama kedudukan saat Roma melawan Manchester City pada bulan Oktober.

    Totti, memiliki kemampuan passing yang hebat dan merupakan ancaman dari bola mati, telah menciptakan sembilan gol melawan Bianconeri, lima di antaranya datang dari titik penalti. Nomor sepuluh ingin menyempurnakan golnya menjadi sepuluh saat ia mencoba untuk memimpin rekan satu timnya untuk mencoba meraih kemenangan dalam pertempuran malam ini.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK