14.12.2015 15:30 - in: Liga Champions S

      Bayern Munich dalam sorotan

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Dengan dipertemukannya Bianconeri dengan Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions, Juventus.com mengulas kisah masa lalu dan masa kini tim Bavaria.
      DIDIRIKAN DI EROPA

      Tak terbantahkan sebagai tim raksasa Eropa, Bayern Muncih telah menaklukkan benua itu lima kali dalam sejarahnya. Setelah tiga kali beruntun juara antara 1974 dan 1976, tim Bavaria mengarungi 25 tahun tanpa mengangkat trofi tersebut, yang akhirnya kembali mereka rengkuh pada 2001, mengalahkan Valencia lewat adu penalti.

      Klub ini tampil konsisten di kompetisi elit Eropa pada tahun-tahun terakhir ini, mencapai babak-babak semifinal atau lebih baik dalam lima dari enam musim. Setelah kalah dua kali di babak final dari Inter dan Chelsea masing-masing pada tahun 2010 dan 2012, mereka pun menjadi juara untuk kelima kalinya pada 2013 dengan mengalahkan Borussia Dortmund dalam laga antar tim Jerman di stadion Wembley.

      Sejak itu, mereka tersingkir di babak empat besar dari lawan asal Spanyol dan juara bertahan saat ini dalam dua musim beruntun, kalah dari Real Madrid pada 2014 dan Barcelona pada tahun 2015.

      KETIKA BIANCONERI BERTEMU BAYERN

      Menengok kembali sejarah, Juventus dan Bayern tak terpisah jauh, Juve menang dalam tiga dan Bayern menang empat dari delapan pertemuan sebelumnya di Liga Champions. Namun tim Bavaria lebih unggul dalam beberapa tahun terakhir, menang empat dari enam pertemuan terakhir antara keduanya.

      David Trezeguet sarangkan dua gol saat Juve menang 2-1 atas Bayern pada November 2005.
      Pavel Nedved pencetak gol penentu melawan tim Bavaria pada Oktober 2004.

      Ini adalah kali kedua dimana kedua tim saling berhadapan di babak gugur Liga Champions. Terakhir kali tim Jerman meraih kemenangan dari dua putaran babak perempat final pada tahun 2013.

      SEKILAS DARI FASE GRUP

      Anak asuh Pep Guardiola memasuki babak 16 besar dalam performa yang baik, menang lima dari enam pertandingan di grup, kekalahan satu-satunya ditimpakan oleh tim papan atas klasemen Liga Primer Inggris saat ini, Arsenal, pada bulan Oktober lalu.

      Terlepas dari kekalahan 2-0 dari tim asal London itu, Bayern tampil tanpa ampun dalam perjalanan menuju babak gugur, mencetak 19 gol ke gawang lawan-lawannya (Olympiakos, Dinamo Zagreb, dan Arsenal), jumlah gol yang juga diraih Real Madrid, tim Spanyol itu mendapat tambahan banyak koleksi gol setelah menghancurkan Malmo 8-0 di pertandingan ke-6.

      PEMAIN TERBAIK SAAT INI

      Robert Lewandowski memang pantas menjadi buah bibir dalam lolosnya timnya secara meyakinkan dari grup F setelah mencetak tujuh gol dalam enam pertandingan di fase grup, menempatkannya hanya di belakang Cristiano Ronaldo (11 gol) dalam daftar pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini. Menariknya, seluruh gol penyerang tunggal itu datang dari permainan terbuka.

      Berselisih dua gol di belakang Lewandowski adalah Thomas Muller (lima gol), yang setelah menang 4-0 atas Olympiakos pada November lalu, juga menjadi pemain termuda yang mencatatkan 50 kemenangan di kompetisi elit Eropa ini pada usia 26 tahun 72 hari. Lionel Messi lebih tua 14 bulan saat ia mencapai capaian serupa.

      MENGENAI MANTAN PEMAIN

      Laga Juventus vs Bayern akan menampilkan Mario Mandzukic dan Arturo Vidal yang akan tampil melawan mantan klub, sementara Kingsley Coman akan siap menghadapi Bianconeri untuk pertama kalinya sejak pindah dengan status pinjaman ke Allianz Arena musim panas lalu.

      Jelaslah bahwa ketiga pemain tadi menjadi kunci sukses bagi lingkungan baru mereka. Setelah mencetak gol ke gawang Fiorentina Senin dini hari lalu, Mandzukic mencatat raihan tujuh gol atas namanya di semua kompetisi musim ini dan setiap kali ia menemui target, timnya selalu pulang dengan hasil poin maksimal.

      Sang pemain depan Kroasia kini memiliki kesempatan untuk mencetak gol untuk kedua kalinya dalam laga ini setelah menemui target dalam kemenangan Bayern di perempat final di Juventus Stadium pada April 2013 lalu.

      Jauh di Munich, Vidal telah menjadi pemain tetap di lini tengah, mencetak dua gol dan menyuplai assist dalam empatan kesempatan di Bundesliga, sementara Coman menikmati musim indahnya sejauh ini baik di kancah domestik (tiga gol, dua assist) dan di luar negeri (satu gol dan lima assist).

      KIPRAH YANG SUDAH LUMRAH DI BUNDESLIGA

      Tim asuhan Guardiola tak tergoyahkan di Bundeliga musim ini, menang 14 dari 16 laga dan bercokol di puncak klasemen dengan selisih lima poin di atas tim di peringkat kedua Borussia Dortmund. Rentetan 10 kemenangan beruntun yang fenomenal di awal musim nampaknya membuat tim Bavaria tak terjangkau dan, memang faktanya, mereka diunggulkan dapat mempertahankan gelar domestik untuk musim keempat secara beruntun meski baru saja kalah dari Borussia Monchengladbach pada 5 Desember lalu.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK