12.12.2015 13:30 - in: Serie A S

      Fiorentina di laga-laga tandang

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Fiorentina bertandang ke Juventus Stadium dengan raihan 13 poin tandang, terbanyak kedua di Serie A musim ini. Berikut ulasan dari mana mereka datang.
      SEKILAS MUSIM INI

      Mencapai semi final Europa League musim lalu, mengumpulkan jumlah poin terbanyak kedua sepanjang tahun kalender ini (72), mencetak gol lebih banyak dari tim Serie A lain musim ini (30). Itulah tiga alasan mengapa Fiorentina akan menjadi ujian berat bagi Bianconeri pada Senin dini hari di Juventus Stadium.

      Tentu saja komponen kunci dari awal musim yang impresif La Viola adalah catatan hasil laga-laga tandang mereka yang mencapai 13 poin di liga, jumlah terbanyak kedua, sama dengan Juve yang jumlah laga dimainkan lebih sedikit, di belakang Inter dengan 14 poin.

      Dalam menyerang, anak asuh Paulo Sousa meraih poin-poin tersebut dengan memonopoli penguasaan bola di sebagian besar laga yang mereka lakoni, menguasai rata-rata 62,6% bola, tertinggi di Serie A.

      Bukan suatu kejutan pula bahwa La Viola juga mencatat persentase operan sukses terbanyak di Serie A (88%).

      kemenangan 4-1 atas Inter September lalu menampilkan La Viola yang mencatatkan 68,7% penguasaan bola.
      HASIL-HASIL MENGAGUMKAN

      Capaian tersebut di atas ditambah dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang yang didapat dari lawatan-lawatan mereka di kancah Eropa sejauh ini di musim ini, tak heran jika tim Sousa meraih capaian tinggi di klasemen di akhir tahun ini.

      Sejak menderita kekalahan tandang 3-1 dari Torino di akhir Agustus, Fiorentina hanya kalah satu kali di laga tandang sepanjang musim ini, takluk 1-2 dari gol Lorenzo Insigne dan Gonzalo Higuain di San Paolo enam pekan kemudian, sebuah hasil yang menyingkirkan mereka dari puncak klasemen Serie A.

      Kekalahan tipis dari Napoli itu justru dapat dikatakan penampilan terbaik mereka di laga tandang pada musim ini sejauh ini, karena mereka mengalahkan Inter asuhan Roberto Mancini 4-1 (di samping hasil itu, Nerazzurri hanya kebobolan lima kali musim ini) berkat tiga gol dari pencetak gol terbanyak La Viola Nikola Kalinic dengan sembilan gol.

      KALINIC AKTOR KUNCI

      Benar, naluri mencetak gol Kalinic termanifestasi lebih banyak di laga tandang dimana pemain Kroasia itu telah mencetak enam dari sembilan golnya di liga musim ini.

      Dan gol mantan pemain Blackburn itu di babak kedua saat Fiorentina bertamu ke Verona yang memastikan raihan poin bagi La Viola menyusul gol bunuh diri Rafael Marquez.

      Setelah mengalahkan tim yang baru promosi, Frosinone, Kalinic kembali beraksi dua minggu kemudian di Stadio Luigi Ferraris untuk menenggelamkan Sampdoria, menambahkan gol penalti Josip Ilicic di menit ke-10, gol kelima pemain Slovenia itu di musim ini.

      Kalinic (sembilan) adalah pencetak gol terbanyak ketiga di liga musim ini di belakang Higuain dari Napoli (14 gol) dan Eder dari Sampdoria (10).

      Hasil imbang beruntun pun menyusul, 2-2 di Artemio Franchi berkat dua gol Kalinic, dan 1-1 di Reggio Emilia melawan Sassuolo, dimana gelandang pengatur permainan Borja Valero mencetak gol untuk tim tamu hari itu.

      PERJALANAN DI EROPA

      Konsistensi Fiorentina di laga tandang juga terjadi di ajang Europa League.

      Faktanya, tujuh dari sepuluh poin mereka pada kompetisi tersebut yang akhirnya menutup fase grup diraih di luar Italia, imbang dengan tim yang akhirnya juara grup Basel (2-2) dan mengalahkan Lech Poznan (2-0) dan tim Portugal Belenenses (4-0).

      Kemenangan pada Oktober lalu di Lisbon itu atas pesaing terdekat adalah hasil dan performa yang ditunjukkan oleh kemampuan mereka menguasai laga secara penuh dalam laga yang seharusnya mereka benar-benar menjadi tim tamu di benua Eropa.

      Lima pemain La Viola sempurnakan 75 operan atau lebih atas Belenenses.

      Dalam laga yang berat sebelah itu, tim Sousa menyempurnakan hampir tiga kali lipat jumlah operan dari tuan rumah (686 banding 235) dengan akurasi 89,9%, juga meraih 73,6% penguasaan bola, suatu dominasi yang tanpa mengejutkan menghasilkan empat gol.

      Namun apakah Fiorentina akan diberikan kebebasan dan ruang kosong yang akan mereka manfaatkan saat melawan juara bertahan nanti adalah persoalan lain lagi.

      Yang pasti bahwa mereka yang hadir di Juventus Stadium untuk menyaksikan laga kandang terakhir Bianconeri di Serie A tahun 2015 ini akan disuguhi salah satu pertandingan terbesar di musim ini sampai sejauh ini.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK