03.12.2015 19:30 - in: Serie A S

      Kesuksesan di Jumat Malam

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Dua modal untuk meladeni Lazio: Pertama, lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, kedua, catatan satu kekalahan dalam 11 pertandingan yang dimainkan pada hari Jumat.

      Setelah mengalahkan Torino, Empoli, Milan dan Palermo di pekan-pekan terakhir, Juventus menghadapi Lazio besok (Sabtu dini hari WIB) dengan incaran kemenangan kelima secara beruntun di liga.

      Memang statistik semacam itu bukannya tak diperhatikan mayoritas suporter Juventus, hanya saja rekaman sejarah mereka juga bisa jadi tercipta jika pertemuan Bianconeri dengan Biancocelesti akhir pekan ini menghasilkan salah satu rangkaian kemenangan di laga-laga yang dimainkan di hari Jumat.

      Dari 11 pertandingan Juve yang digelar menjelang akhir pekan, sang Nyonya Tua hanya kalah satu kali, saat bertandang ke markas Inter asuhan Jose Maurinho pada April 2010, imbang enam kali dan menang dalam empat laga sisanya. Jika tingkat drama dan kualitas gol-gol yang tercipta dalam empat kemenangan sebelumnya terjadi lagi, pertandingan pada hari Jumat ini di Roma tak boleh dilewatkan...

      2001: ZIDANE MENCURI PERHATIAN
      11/05/2001: Fiorentina 1-3 Juventus, Stadio Artemio Franchi

      Enam poin tertinggal dari Roma asuhan Fabio Capello dengan lima laga tersisa dan menyusul dua hasil imbang berturut-turut dengan Giallorossi dan Lecce, Juventus yang dilatih Carlo Ancelotti memasuki laga seru melawan Fiorentina dengan mengetahui bahwa hanya kemenanganlah yang cukup menjaga harapan Scudetto musim 2000/01 tetap hidup.

      Dengan absennya beberapa pemain tim utama karena cedera dan hukuman larangan bertanding, Bianconeri masih mampu bertarung dengan tim tangguh asal Florence itu, dimana posisi tiga penyerang diisi Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan David Trezeguet.

      Dari trio pemain itu, Pemain Asing Terbaik Serie A, Zidane, yang kemudian bergabung ke Real Madrid dalam sebuah kesepakatan transfer pemecah rekor pada musim seminya, mencuri perhatian dengan performa terbaik dari seluruh pemain yang turun untuk menaklukkan tim asuhan Roberto Mancini.

      Cukup meyakinkan, Zizou-lah yang membuka skor di Florence di pertengahan babak pertama, melesakkan bola dengan cermat setelah menerima umpan jitu kompatriotnya Trezeguet.

      Sang gelandang menjadi pemberi assist empat menit kemudian, mengirim umpan silang sempurna ke arah kepala Igor Tudor di dekat tiang gawang untuk menghasilkan gol kelima pemain Kroasia pada musim itu.

      Meski tembakan jarak dekat Marco Rossi mempersempit selisih skor tak lama sebelum jeda, Trezeguet berhasil menyambut umpan silang Fabian O’Neill dari sayap kanan untuk mengamankan raihan poin.

      Empat kemenangan dalam empat lagaselajutnya  bagi anak asuh Carlo Ancelotti ternyata tak cukup, karena Giallorossi meraih gelar juara di hari terakhir pada musim itu dengan menang 3-1 atas Parma.

      2012: MATRI LESAKKAN GOL DI PENGHUJUNG LAGA
      21/12/2012: Cagliari 1-3 Juventus, Stadio Ennio Tardini

      Juve menunggu 11 tahun untuk menang sekali lagi pada hari Jumat. Ketika itu benar-benar terjadi, saat menang atas Cagliari pada 2012, hasil tersebut itu berakhir dengan dua kemenangan secara beruntun di seluruh kompetisi (119) dan di liga (94) selama setahun kalender.

      Sempat tertinggal oleh penalti Mauricio Pinilla di awal laga, pasukan Antonio Conte menampilkan semangat berjuang yang sama seperti yang telah mereka tunjukkan sejak 12 bulan sebelumnya untuk kembali menguasai babak kedua.

      Setelah gagal memanfaatkan peluang-peluang berharga termasuk penalti gagal Arturo Vidal dan sepasang sundulan dari jarak dekat dari Kwadwo Asamoah dan Leonardo Bonucci, Sang Nyonya Tua bangkit saat laga tersisa 15 menit lagi, Alessandro Matri (kini bermain untuk Lazio) menghujamkan bola ke gawang lawan menyambut bola muntah dari jarak beberapa meter saja.

      Saat laga memasuki waktu tambahan, naluri membunuh Matri kembali bicara, menembakkan bola ketika terjadi kemelut di dalam kotak penalti lawan untuk mengundang para pemain dan ofisial di pinggir lapangan bersorak menyambut gol.

      Dan perayaan Natal tim benar-benar dimulai tiga menit kemudian ketika Mirko Vucinic membantu Sebastian Giovinco melepas tembakan hingga gol untuk menutup tahun yang luar biasa bagi anak asuh Conte. Lima bulan kemudian, melawan tim yang sama, mereka merengkuh gelar juara untuk kedua kalinya musim ini.

      2013: JUVE PUNCAKI KLASEMEN SEKALI LAGI
      06/12/2013: Bologna 0-2 Juventus, Stadio Renato dell’Ara

      Bianconeri kembali bermain gemilang pada laga hari Jumat yang indah setahun kemudian, memupus tantangan Bologna dengan skor dua kosong.

      Dikuntit oleh Roma asuhan Rudi Garcia, Juve bertolak ke tenggara Italia ke Emilia Romagna bermodalkan penampilan impresif mereka, telah menang 12 kali dari laga-laga pembuka dan menjaga keperawanan gawang sendiri dalam keseluruhan tujuh laga sebelumnya.

      Gol Vidal di awal waktu memastikan pertandingan di Stadio Renato dell’Ara berjalan sesuai rencana, pemain Chili itu melepas tembakan voli dari umpan terobosan lambung Federico Peluso.

      Sejak itu, hanya ada satu pemenang ketika Bianconeri mulai semakin menambah tekanan, ketika Fernando llorente dua kali digagalkan penyelamatan gemilang Gianluca Curci.

      Namun pada menit ke-89 tekanan terhadap lini bertahan Rossoblu baru tertembus sekali lagi. Lolos dari pengawalnya di area penalti, Giorgio Chiellini yang paling cepat bereaksi menyambut sepak pojok Carlos Tevez dari sisi kanan untuk menyundul bola melewati Curci dan memastikan tempat Juve di puncak pohon Natal untuk musim ketiga secara beruntun.

      Ingat kejadian ini? Tiga kali memuncaki klasemen di hari natal menghasilkan gelar ketiga liga beruntun beberapa bulan kemudian.

      2015: SIHIR JUMAT MALAM PIRLO
      20/02/2015: Juventus 2-1 Atalanta, Juventus Stadium

      Begitulah cara anda memenangkan gelar-gelar liga, dengan bermain buruk ketika diperlukan. Anda tidak bisa selalu berfikir akan bermain baik sepanjang 38 pertandingan.”

      Massimiliano Allegri 20/02/2015

      Empat hari sebelum berulangnya skor yang sama yang membawa keunggulan berharga di leg pertama Liga Champions atas Borussia Dortmund, laga Bianconeri terakhir pada hari Jumat ini adalah manifestasi terbaik dari bimbingan pria Tuscany itu.

      Tertinggal lebih dulu berkat sundulan Giulio Miglaccio, tim juara tahu bahwa mereka akan dapat membalikkan keadaan dengan bertahan dan menyerang balik untuk meraih hasil positif. Gol penyeimbang Llorente, misalnya, pemain Spanyol itu menyarangkan bola setelah kemelut di mulut gawang tim tamu.

      Meski kegigihan dan semangat juang Sang Nyonya Tua kembali tersaji di babak kedua untuk menggempur Nerazzurri, ternyata gol penentu Andrea Pirlo tak terlihat menampilkan permainan cantik.

      Menggiring bola hingga berjarak 33 meter dari gawang, gelandang itu terlebih dahulu mencari  ruang tembak sebelum kemudian melihat sebentar ke arah gawang dan melepas tembakan keras ke arah pojok atas gawang lawan.

      Sebuah gol, dari banyak gol di musim terakhir Pirlo sebagai pemain Juventus, pantas untuk disaksikan lagi dan lagi.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK