18.11.2015 19:30 - in: Serie A S

      Lima gol tak terlupakan dalam pertandingan #JuveMilan

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Kisah Bianconeri vs Rossoneri adalah satu duel mendebarkan, penuh drama dan gol-gol indah. Juventus.com mengulas lima di antaranya.

      Baik di Italia maupun di luar negeri, hanya sedikit laga yang menyamai tingkat drama seperti Juventus vs Milan.

      Dua raksasa sepakbola Italia itu telah lebih dari 160 kali bertemu di Serie A, berbagi 51 gelar liga dan setumpuk pertarungan menegangkan. Jika dijumlahkan 432 gol telah tercipta oleh kedua tim ketika Bianconeri bertemu Rossoneri.

      Berdasarkan hal tersebut Juventus.com mengulas kembali lima di antara gol-gol indah yang dicetak Sang Nyonya Tua ke gawang Il Diavolo di Turin. Mereka yang berperan? Pietro Anstasi, Michael Laudrup, Roberto Baggio, Lilian Thuram dan Claudio Marchisio.

      1970: TEMBAKAN SALTO BRILIAN ANASTASI

      Meski musim 1969/1970 tak memberikan satu gelar pun bagi Bianconeri, yang akhirnya berakhir di tempat ketiga di bawah Cagliari yang keluar sebagai juara untuk pertama kalinya, musim itu menghasilkan salah satu penampilan terbaik Juve melawan Milan ketika tim asuhan Ercole Raditti menang 3-0 dengan mudah.

      Pertemuan pada bulan Maret 1970 antara Juve dan Milan itu baru berjalan delapan menit ketika aksi inspiratif Pietro Anastasi membuka skor di Stadio Comunale.

      Melihat bola yang mengarah padanya, sang pemain belakang Bianconeri saat itu membuat seluruh 65.000 penonton yang berkumpul di stadion bersejarah di kota Turin terpana dan kiper Milan Fabio Cudicini hanya menepis udara.

      Anastasi kemudian menambah satu gol lagi dua menit kemudian melalui sebuah sundulan meluncur yang mengarah ke pojok jauh gawang. Saat tim tamu berusaha mengejar ketertinggalan, Claudio Leonardi justru memastikan poin penuh di akhir babak pertama, dengan sebuah tendangan voli setelah menerima sontekan ke belakang oleh Helmut Haller.

      1986: LAUDRUP PASTIKAN GELAR SCUDETTO KE-22

      Juventus yang dilatih Giovanni Tarapattoni memasuki laga kedua dari akhir musim 1985/86 dalam keadaan memimpin klasemen dengan selsih dua poin dari tim di peringkat kedua, Roma.

      Di waktu yang bersamaan Giallorossi nampaknya akan mudah meraih kemenangan karena menghadapi tim yang sudah dipastikan terdegradasi Lecce di Stadio Olimpico. Sedangankan Bianconeri menjalani laga kandang mereka melawan Milan pada April 1986 tahu bahwa mereka hanya bisa memastikan posisi puncak dengan dua kemenangan dari laga-laga tersisa.

      Karena tersiar kabar dari ibukota tak lama sebelum jeda turun minum bahwa penalti Juan Antonio Barbas membawa Lecce unggul tak terduka, para fans Juventus di mana-mana merasa bahwa gelar dapat direbut pada hari itu juga dan beberapa saat kemudian, Michael Laudrup membayar kepercayaan mereka.

      Menemukan kesempatan ketika umpan silang mendatar kiriman dari Massimo Briaschi dari sisi kiri area penalti, Laudrup menyambut dan menggiring sendiri bola dan menyarangkannya ke gawang dengan sederhana dan gol itu melengkapi catatan 35 golnya di dalam balutan seragam Juventus.

      Ketegangan di lapangan dan di bangku-bangku penonton akhirnya pecah 28 menit kemudian dan pesta Bianconeri pun dimulai: kemenangan 1-0 mereka atas Milan dan kemenangan dramatis Lecce di Roma memastikan raihan gelar Scudetto ke-22.

      1994: BAGGIO MENGGUNAKAN KEPALANYA

      Delapan tahun kemudian giliran Roberto Baggio yang menjadikan laga melawan Rossoneri sebagai penghasil satu poin penting bagi Juventus musim itu, dimana sundulan Il Divin Concino (julukan Baggio) mengamankan tiga di antara enam kemenangan yang diraih Bianconeri dalam sebuah perjalanan yang menempatkan mereka di puncak klasemen sejak Januari dan seterusnya.

      Berusaha bangkit dari kekalahan mengejutkan dari Foggia dua minggu sebelumnya, anak asuh Marcelo Lippi lolos dari kepungan lawan ketika Antonio Conte, Fabrizio ravanelli dan Gianluca Vialli hampir mencetak gol di babak pertama yang didominasi tuan rumah.

      Setelah kedua tim menuju ruang ganti masing-masing dengan hasil imbang, Angelo Di Livio dengan cantik mengirim sebuah umpan silang berbelok dengan kaki kirinya hingga bola mengarah kepada kepala Baggio dan terciptalah sebuah gol cantik.

      Menang dengan skor tinggi atas Fiorentina (3-2), Lazio (4-3) dan Roma (3-0) mengikuti hasil yang diraih Nyonya Tua pada musim dingin hingga tak tergoyahkan di puncak Serie A. Scudetto nomor 23 akhirnya sukses diraih pada akhir Mei.

      2002: THURAM MENDOBRAK PERTAHANAN DENGAN KECEPATAN TINGGI 

      Lillian Thuram hanya mencetak satu gol dalam masa baktinya berseragam hitam dan putih dari Juventus dan gol yang dicetaknya adalah salah satu yang terbaik dimana ketepatan waktu dan ketenangan sukses ia tunjukkan di Stadion Delle Alpi.

      Sebuah sepak pojok dari Milan sukses dibuang dan Mark Iuliano sukses mencuri bola dari kaki Andrea Pirlo di luar kotak penalti, Thuram kemudia mulai berlari cepat secara sensasional dari kotak penalti sendiri.

      Sembilan detik kemudian pemain asal Prancis itu menerima umpan Alessandro Del Piero, kemudian menggiringnya ke dalam kotak penalti dan menembak bola melewati jangkauan Christian Abbiati untuk mengakhiri sebuah serangan yang mendebarkan.

      Berlari, penyelesaian dan selebrasi: momen emas yang sempurna di laga Juventus vs Milan.

      2011: MARCHISIO MEMECAH KEBUNTUAN

      Dalam pertandingan yang dimainkan dengan kecepatan dan dengan intensitas yang tak terkendali, tampaknya pertandingan antara Juventus dan Milan telah memberikan semuanya untuk pertandingan pertama mereka tahun 2011 ini, dan ini yang pertama untuk kedua tim bertanding di Juventus Stadium, sebuah pertandingan yang tampaknya ditakdirkan untuk bermain imbang tanpa gol.

      Gol hampir tercipta saat peluang untuk tuan rumah di mulut gawang namun sebuah chip dari Mirko Vucinic hanya mengenai mistar gawang, upaya Arturo Vidal juga masih melebar dan Abbiati hanya menatap sepakan Leonardo Bonucci yang melambung ke atas.

      Gol kemenangan dalam permainan ini datang pada menit ke-87, itu adalah salah satu momen unik yang harus dilihat:

      Mengambil bola dari jarak 25 yard, Claudio Marchisio melaju menerobos pertahanan Rossoneri dengan melakukan sepasang umpan satu-dua dengan Vidal dan Vucinic di area penalti sebelum mengalihkan bola ke pojok gawang.

      Marchisio mencetak gol keduanya enam menit kemudian melalui tembakan voli yang gagal di tangkap Abbiati untuk mengirim Juventus Stadium berpesta musim itu.

      Sisanya, seperti yang Anda tahu, adalah sejarah.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK