19.09.2015 12:00 - in: Serie A S

    Marassi, sebuah arena berlimpah gol

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Sebuah tempat yang berat dalam sejarah, laga-laga antara Genoa dan Juventus di Marassi selalu hasilkan banyak gol, berikut laga-laga kenangan di sana.

    Stadion Luigi Ferraris, lebih dikenal dengan nama Marassi, menjadi tempat istimewa dalam sejarah gemilang Bianconeri. Empat setengah bulan yang lalu, anak asuh Massimiliano Allegri memastikan diri sebagai jawara Italia keempat kalinya secara beruntun di arena tersebut, saat bertanding melawan rival sekota Genoa, Sampdoria.

    Kemenangan tandang terakhir Juventus atas Genoa terjadi pada 16 Maret 2014, ketika Andrea Pirlo menyarangkan gol melalui tendangan bebas khasnya di menit ke-89 untuk meraih poin maksimal, dan Juventus akan mengincar tambahan 20 kemenangan yang telah diraih dalam 48 kunjungan sebelumnya ke Marassi, juga menambah catatan impresif 76 kali tim tamu (Juve) mampu mencetak gol di sana dengan rata-rata 1,58 gol per-pertandingan. Tentu saja sulit rasanya pada pertandingan hari Minggu ini kedua penjaga gawang akan pulang dengan catatan clean sheets setelah peluit panjang.

    Adapun sejarah skor terbanyak dalam laga Genoa versus Juventus adalah bahwa sejak tahun 1994 hanya satu dari 10 laga tandang ke Marassi yang berakhir imbang tanpa gol (11 Maret 2012) dan empat dari laga-laga tersebut menghasilkan banyak gol. Seperti skor 2-2 pada 24 September 2009, ketika Vincenzo Iaquinta dan David Trezeguet membalas gol-gol dari Giandomenico Mesto dan Hernan Crespo, sementara tiga tahun kemudian Bianconeri menang 3-1, ketika nama-nama Emanuele Giaccherini, Mirko Vucinic dan Kwadwo Asamoah tercatat di papan skor sebagai respon di babak kedua terhadap gol pembuka Ciro Immobile untuk tuan rumah.

    Mungkin laga paling berkesan dalam 20 tahun terakhir adalah laga pada 13 Mei 1995, ketika pasukan Marcelo Lippi menang 4-0. Pada hari itu, perlu waktu hingga menit ke-52 bagi Roberto Baggio memberi Juve keunggulan dari titik putih, setelah itu ia dan rekan-rekan setimnya menjadi beringas, menambah gol-gol mereka melalui Fabrizio Ravanelli, Roberto Jarni dan Gianluca Vialli. Hasil tersebut memainkan peran penting dalam raohan Scudetto ke-23, yang ternyata bisa dipastikan seminggu setelahnya setelah mengalahkan penantang gelar, Parma, dengan menang lagi 4-0 di Stadio Delle Alpi.

    Sang Nyonya Tua telah mengantongi kemenangan dengan selisih empat gol di kandang atas Rossoblu ketika mereka menang 6-2 pada 10 April 1960 berkat dua gol dari John Charles dan Bruno Nicole, menambah gol-gol sebelumnya oleh Omar Sivori dan Giampierto Boniperti.

    Figur-figur terkenal lain yang dapat ditambahkan di sini adalah Giovanni Ferrari yang mencetak dua gol saat Juve menang 3-0 pada 2 November 1930 dan Sentimenti III yang juga mencetak dua gol saat menang 4-1 pada 22 Februari 1942. Sementara itu juga ada hat-trick dari John Hansen saat laga di malam natal tahun 1950.

    Jika sejarah dapat terus berlanjut, laga Genoa vs Juventus edisi hari Minggu ini akan sekali lagi menjadi laga menarik selanjutnya dengan dipenuhi banyak gol.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK