08.12.2015 15:00 - in: Liga Champions S

    Penyerang-penyerang Sevilla dan lini belakang Bianconeri

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Jelang pertemuan kedua antara Bianconeri dan Blanquirrojos, Juventus,com mengulas masing-masing kekuatan yang disiapkan kedua tim untuk laga dini hari nanti di Sevilla.

    Di musim yang banyak pergantian personil, ada tiga sosok yang tetap menjadi andalan dalam susunan tim Bianconeri.

    Kembalinya formasi tiga bek yang terdiri dari Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini telah mengembalikan kesolidan dan stabilitas pertahanan yang memainkan peran instrumental dalam kesuksesan Juve dalam empat setengah tahun ini. Dan klub asal Turin belum kebobolan dalam tiga laga terakhir sejak trio bek tengah bermain bersama lagi sejak awal pertandingan.

    “Kualitas pertahanan Juventus sungguh unik karena organisasi, disiplin dan konsistensinya. Mereka memiliki tiga bek tengah hebat dalam diri Barzagli, Chiellini dan Bonucci”

    Unai Emery 7/12/2015

    Pertama kali Massimiliano Allegri mengubah pola permainan timnya menjadi tiga pemain lini belakang adalah dalam laga Liga Champions terakhir di kandang melawan Manchester City. Tim Inggris pada malam itu menguasai permainan (58,8% penguasaan bola) sembari mengalirkan bola dengan capaian jumlah operan sempurna 86,5% dari 623 operan mereka (183 lebih banyak dari yang dilakukan Juventus sepanjang 90 menit).

    Akan tetapi, pengaturan pertahanan tuan rumah hanya menghasilkan enam tembakan tim kuas Liga Inggris itu dari dalam kotak penalti (lima tembakan lebih sedikit yang dilepaskan Juventus) dan hanya dua yang mengarah ke target, dibandingkan dengan tiga tembakan oleh Bianconeri.

    Meski lebih sedikit menguasai bola, Juve (kiri) membatasi City (kanan) hingga hanya 20 kali menyentuh bola di dalam kotak penalti, jumlah yang persis sama dengan jumlah sentuhan bola tuan rumah di dalam area penalti tim tamu.

    Dalam perjalanan menuju kemenangan, Bonucci melakukan total delapan sapuan, sementara Barzagli dan Chiellini merebut kembali bola dalam masing-masing enam dan tujuh kesempatan. Pemain terkahir juga sukses empat kali merebut bila, juga berhasil menghadang dua tendangan City yang mengancam gawang.

    Kisah yang serupa terjadi di Stadio Olimpico Sabtu dini hari lalu, dimana Juventus memapu unggul dini dan sukses menaklukkan Lazio yang akhirnya tak bisa menghindari kekalahan kelima dari enam laga. Lazio lebih unggul dalam upaya mereka bangkit pada laga tersebut dengan 63,3% penguasaan bola, memainkan 584 operan dibanding 346 operan tim tamu.

    Namun pasukan Allegri tetap berpadu rapi di lini tengah dan mampu membatasi Biancocelesti hingga hanya mampu melepas tiga tembakan dari dalam kotak penalti, menghadang lima dari total 11 percobaan tepat ke gawang.

    Bianconeri (kanan) secara efektif memupuskan tekanan Biancocelesti (kiri) dengan menguasai lini tengah, juga menebar sebuah ancaman melalui serangan balik dengan dua bek sayap yang diposisikan melebar.

    Sementara itu saat melawan Palermo seluruh tim sukses menahan serbuan tim Davide Ballardini untuk kemudian mengambil-alih kontrol permainan dan bermain lebih maju, mencetak tiga gol dan mencegah tuan rumah memaksa Gigi Buffon melakukan satu penyelamatan pun.

    Tim pertama yang mencoba menaklukkan lini bertahan Bianconeri sejak tim Empoli asuhan Massimo Maccarone tepatnya sebulan lalu adalah Sevilla.

    Blanquirrojos hanya mampu melepas satu tembakan sepanjang 90 menit ketika kedua tim saling bertemu untuk pertama kalinya pada 30 September lalu, namun Barzagli, Bonucci dan Chiellini bisa saja menghadapi tes berbeda dini hari nanti di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan.

    Pasukan Unai Emery telah mencetak 19 dari 26 gol mereka di semua kompetisi di depan pendukung mereka sendiri musim ini dan terakhir kali mereka tak mampu membobol gawang lawan di kandang mereka adalah pada 30 Agustus, ketika mereka kalah 3-0 dari Atletico Madrid.

    Kevin Gameiro berebut bola dengan Giorgio Chiellini di Juventus Stadium pada 30 September.

    Emery lebih suka memainkan formasi 4-2-3-1 di semua kompetisi musim ini, dimana Kevin Gameiro lebih sering diperankan sebagai penyerang tengah.

    Dalam segala hal, mantan pemain PSG itu memiliki semua modal sebagai pemain depan lengkap, mampu memimpin sendiri lini-serangnya, melewati lini bertahan lawan dengan gerakan dan kecepatan yang cerdas, dan memiliki insting tajam di depan gawang untuk mengubah segala peluang menjadi gol.

    Gameiro terbukti mampu melakukannya begitu saja dan ia adalah pencetak gol terbanyak Sevilla musim ini dengan enam gol di semua kompetisi, lima di antaranya dicetak di Sanchez Pizjuan.

    Tabel di bawah ini memperlihatkan penampilan pemain Perancis itu lebih baik dari penyerang-penyerang lain di La Liga mudim 2015/16:

    Biasa ditempatkan di sisi kiri serangan Blanquirrojos tahun ini adalah Yevhen Konoplyanka. Pemain Ukraina itu telah menjadi pahlawan sejak bergaung dari Dnipro musim panas lalu, yang menjadi finalis dalam final Europa League musim lalu, yang tentu saja dimenangkan oleh timnya saat ini.

    Kombinasi trik, kecepatan dan ketepatan umpan silangnya menjadi keunggulan pemain 26 tahun itu untuk membuat tujuh assist di semua kompetisi, juga mencetak gol empat kali sampai saat ini.

    Konoplyanka, seperti rekan-rekan setimnya yang lain, tak dapat berbuat banyak di Juventus Stadium, namun Bianconeri bisa saja harus lebih gigih membungkamnya di kandang timnya sendiri, dimana ia telah berperan dalam delapan gol timnya musim ini, tujuh di antaranya menghasilkan kemenangan bagi tim Andalusia.

    Yevhen Konoplyanka hanya mampu melepas satu tembakan di Juventus Stadium pada September lalu.

    Beralih kepada apa yang bisa menjadi hal yang sangat menarik dalam laga nanti, dini hari nanti Fernando Llorente akan menghadapi mantan rekan-rekan setimnya untuk pertama kalinya sejak pindah dari Piedmont ke selatan Spanyol di musim panas.

    Sang striker telah banyak kehilangan waktu bermainnya di ajang Liga Champions tahun ini, namun pemain depan berpengalaman itu telah menjadi pemain utama dalam dua laga kandang terakhir dan Emery nampaknya akan mengambil keuntungan dari pengalaman Llorente yang bisa jadi berguna dalam menghadapi mantan rekan-rekannya.

    meski pemain 30 tahun itu hanya mencapai rasio gol lumayan yakni satu gol setiap 148 menit di La Liga, ia lebih berperan dalam menjaga bola dan mengumpan tarik ke para pemain berseragam putih dan merah yang ada di sekitarnya.

    Perbandingan antara operan-operan Fernando Llorente kepada rekan-rekan setimnya (kiri) dan bola yang disodorkan padanya (kanan).

    Di sini anda dapat melihat dari siapa Llorente mendapatkan bola dan kepada siapa ia kirimkan. Barzagli, Bonucci dan Chiellini akan harus saling berlatih untuk menghadapi tantangan Sevilla dini hari nanti.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK