19.12.2015 12:00 - in: Serie A S

    Profil Carpi

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Dengan Bianconeri yang bersiap menghadapi Biancorossi untuk pertama kalinya dalam sejarah, Juventus.com melihat lebih dekat debutan Serie A dari Emilia-Romagna ini
    SEJARAH

    Berdiri pada 1919, Carpi menghabiskan mayoritas dari sejarah mereka di antara divisi ketiga dan keempat sepak bola Italia hingga kesulitan finansial di akhir abad 20 menjadi titik kulminasi dari kebangkrutan klub di 2000, yang berarti mereka harus memulai musim selanjutnya di divisi keenam.

    Dan mereka memerlukan waktu hingga 2010 untuk dapat mencapai divisi keempat liga Italia. Dan sejak saat itu, serangkaian promosi dengan cepat mereka raih di bawah kepresidenan dari mantan pemain dan pemilik saat ini dari merk pakaian wanita Madrilena, Claudio Caliumi, yang memperlihatkan kebangkitan mereka ke Serie A pada 2015 untuk pertama kalinya sejak 96 tahun mereka berdiri. 

    PELATIH

    Fabrizio Castori mengawali karir kepelatihannya dengan klub-klub amatir di wilayah Marche, yang paling dikenal adalah Tolentino, yang ia pimpin menuju promosi dari divisi keenam ke divisi empat dalam enam musimnya di sana.

    Ia membuktikan kesuksesan yang sama saat menangani tim asal Abruzzo, Virtus Lanciano, yang bangkit dari divisi kelima menuju ke divisi ketiga sepak bola Italia di bawah komandonya.

    Di tahun 2003, Cesena memanggil jasa Castori dan ia memandu mereka ke Serie B di musim pertamanya sebelum hampir meraih promosi ke divisi teratas pada 2006.

    Usai lima tahun bersama tim kuda laut, pria 61 tahun ini menjalani tahun-tahun yang kurang sukses di tim divisi dua lainnya yaitu Salernitana, Piacenza, Ascoli, Varese dan Reggina sebelum tiba di  Carpi pada 2014.

    Di sana kemudian ia membuat sejarah dengan membawa Biancorossi ke Serie A dengan empat laga tersisa di musim pertamanya bersama klub. Awal yang yang lambat di musim ini memuat Castori dipecat pada akhir September, namun kembali lagi sebagai pelatih di awal November.

    STADION

    Carpi harus menghadapi kenyataan untuk tidak dapat bermain di kandang mereka sendriri, Stadion Sandro Cabassi, musim ini, sebagaimana arena berkapasitas 4,760 kursi tersebut tidak memenuhi persyaratan Serie A.

    Sebaliknya, mereka harus bermain di hadapan suporter mereka di kandang milik rival lokal mereka Modena, yaitu Stadion Alberto Braglia.

    Empat kali lebih besar dari Stadion Sandro Cabassi, arena Carpi saat ini sudah merupakan tempat yang layak untuk berbagai tujuan (saat U2, Guns and Roses serta Pink Floyd sudah pernah mengadakan konser di sana), namun tidak bisa diungkiri bahwa Biancorossi akan lebih memilih menjamu tim elit Italia di rumah kecil milik mereka sendiri yang telah memberikan hal-hal indah dalam beberapa tahun terakhir.

    BAGAIMANA MUSIM MEREKA SEJAUH INI?

    Penghuni posisi 19 Carpi telah menempati zona degradasi 15 kali dari 16 pekan musim ini setelah mencatatkan hanya dua kemenangan di Serie A saat melawan Torino dan Genoa.

    Imbang melawan Palermo, Napoli, Hellas Verona dan Milan telah memberikan mereka total 10 poin di sejauh musim ini, tiga di atas penghuni dasar klasemen Verona dan enam di bawah Genoa dan zona aman.

    Jika mereka ingin memperbesar peluang untuk bertahan di beberapa bulan kedepan, mereka tampaknya akan sangat mengandalkan rekrutan musim panas mereka di area serang untuk lebih banyak mencetak gol secara rutin.

    Biancorossi merekrut penyerang Marco Borriello di penghujung musim dan mantan pemain Milan, yang menghabiskan separuh musim 2011/12 terakhir dengan dipinjamkan ke Juventus, merupakan pencetak gol terbanyak mereka di liga (tiga) dengan dua assist atas namanya.

    Bermain di belakang Borriello adalah penyerang lubang Ryder Matos, yang dipinjam dari Fiorentina, dan pria 22 tahun ini telah menjadi tambahan amunisi yang berguna bagi Carpi, mencetak dua gol di liga, dan tiga di Coppa Italia, kompetisi yang dengan luar biasa memperlihatkan mereka melaju ke perempat-final setelah mengalahkan Fiorentina di Florence pada hari Rabu.

    Marco Borriello (tengah) adalah pencetak gol terbanyak Carpi dengan tiga gol namun belum pernah mencetak gol di kandang musim ini.

    Pemain-pemain lain yang cukup dikenal dari tim asal Emilia ini adalah bek berpengalaman Cristian Zaccardo, yang telah diberi mandat menjadi kapten klub setelah tiba musim panas ini dari Milan, dan pemain pinjaman dari Juventus Luca Marrone, yang telah menjadi pemain reguler sebagai gelandang bertahan setelah pulih dari cedera pahanya awal musim ini.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK