23.09.2015 02:22 - in: Serie A S

      Profil Frosinone

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Karena Frosinone tampil di musim pertamanya di Serie A, Juventus.com mengulas awal musim Gialloblu, stadion, manajer dan perjalanan panjang mereka ke pentas Serie A.
      16 Mei 2015, Stadio Comunale Matusa, Frosinone

      Sebuah umpan panjang, kemelut antara kiper dan pemain belakang dan tiba-tiba Federico Dionisi berada di mulut gawang yang terbuka serta akhirnya mencetak gol dari jarak 8 meter.

      Dionisi mungkin tak akan mencetak gol yang sama sederhananya, ataupun yang sama pentingnya, ketika sang tendangan ex-striker Livorno masuk ke gawang Crotone yang terjaga sehingga Frosinone promosi ke kasta tertinggi sepakbola Italia untuk pertama kalinya dalam 103 tahun sejarah Canaries (julukan Frosinone) dan itulah awal malam yang tak terlupakan bagi para fans klub tersebut.

      Kemenangan 3-1 itu di sebelah Selatan Lazio empat bulan lalu, yang juga menampilkan sebuah penyelamatan dramatis terhadap penalti Massimo Zappino saat skor masih 2-0, membuka lembaran baru dalam sejarah persaingan di kasta bawah kompetisi domestik Italia.

      Karena Gialloblu berada di musim Serie A perdananya, Juventus.com memprofilkan tim tamu Rabu malam nanti dari sejarahnya dan perjuangan dari divisi ke divisi sampai bagaimana mereka bisa tampil di musim baru 2015/16 ini.

      SEJARAH

      Berganti-ganti nama sejak didirikan pada tahun 1912, dari Unione Sportive Frusante menjadi Bellator Frusino dan F.F.G.G. Frosinone, klub ini akhirnya bernama sebagaimana yang dikenal sekarang setelah Perang Dunia II.

      Bolak-balik antara Serie C dan D selama abad ke-20 dan bahkan mengalami kebangkrutan pada tahun 1990-an, Gialloblu kemudian promosi ke Serie B untuk pertama kalinya pada musim 2005/06.

      Usai terdegradasi ke Lega Pro (divisi ketiga Italia) pada tahun 2011, setelah lima tahun berada di Serie B, Frosinone melesat menuju tanah yang dijanjikan dengan meraih promosi secara beruntun.

      Langkah pertama The Canaries menuju Serie A terjadi melalui kemenangan indah di babak play-off atas mantan tim Serie A Lecce di musim 2013/14 dan kemudian perjuangan hebat di musim selanjutnya padahal di musim tersebut mereka difavoritkan sebagai salah satu tim yang akan terdegradasi.

      Mampu meraih banyak kemenangan dengan raihan 62 gol selama musim itu, terbanyak kedua setelah Pescara (69), Gialloblu tetap berada di persaingan papan atas di sepanjang musim, akhirnya mereka pun berhasil promosi melalui sebuah laga gemilang di hadapan para fans mereka.

      MANAJER

      Figur di belakang kebangkitan klub ini adalah mantan pemain The Canaries sendiri, Roberto Stellone. Memulai karirnya dengan klub lokal Lodagiani, second striker berbakat itu pindah ke Lucchese dan kemudian ke Lecce sebelum akhirnya tiba di Napoli pada 1999.

      Raihan 30 gol dalam tiga musim pemain depan kelahiran Roma itu di Naples membuatnya pindah ke Genoa pada 2004 dan di sanalah ia mencapai puncak tertinggi karirnya, mencetak 18 gol selama setahun kiprahnya di Liguria.

      Datang melalui Torino, Stellone menghabiskan masa senja karirnya di Frosinone pada 2011 namun ia tak lama meninggalkan sepakbola. Ia segera kembali ke Stadio Comunale Matusa untuk menjadi pelatih kepala klub itu pada Juni 2012.

      Dan karir kepelatihan pria 38 tahun itu tidaklah gemilang di awal. Ia hanya bisa membawa timnya berakhir di peringkat ketujuh di Serie B, sedikit saja di luar zona play-off.

      Diberi waktu untuk membangun kembali timnya setelah degradasi pada tahun berikutnya, Stellone menemukan formula kemenangan dimana kerja keras dan kekuatan kolektif timnya, ditambah dengan gol-gol Dionisi dan mitra penyerangnya Daniel Ciofani, membuat performa timnya melonjak naik dalam dua tahun yang luar biasa antara 2013 hingga 2015.

      Setelah karirnya yang baik sebagai pemain dan karir kepelatihannya yang menjanjikan itu, baik sang pelatih maupun klub akan berjuang sebaik mungkin musim ini.

      STADION

      Dibangun pada 1932, Stadio Comunale Matusa menjadi stadion terkecil di Serie A dengan kapasitas hanya di bawah 10.000 kursi, baru mendapat izin penyelenggaraan Serie A pada bulan Agustus lalu tahun ini.

      Terletak di tengah sebuah pemukiman, Stadion Matusa pernah menggelar laga sepakbola internasional pada tahun 2006 untuk merayakan selesainya pekerjaan modernisasi dan renovasi arena tersebut, menjadi tuan rumah laga yang dimenangkan Italia U-21 atas Republik Ceko dengan skor 2-1.

      Gol pertama Frosinone di Serie A sekaligus yang perdana di stadion itu musim ini di cetak oleh Danilo Soddimo, gol yang membawa The Canaries unggul di menit ke-7 atas Torino di laga pembuka musim ini; namun gol-gol Daniele Baselli dan Fabio Quagliarella menggagalkan poin pertama Gialloblu di musim ini.

      BAGAIMANA MEREKA MENGHADAPI LAGA RABU NANTI?

      Stellone menaruh kepercayaan tinggi pada tim yang meraih dua kali pormosi secara beruntun meski bongkar-pasang timnya dalam masing-masing dari empat laga mereka di liga musim ini, mulai dari lini belakang Leonardo Blanchard dan mantan pemain muda Juve Roberto Crivello sampai ke lini tengah Mirko Gori dan Robert Gucher.

      Akan juga ada reuni dengan Bianconeri untuk Alessandro Frara, yang tampil dua kali untuk Juventus di Liga Champions dan Coppa Italia, dan kiper muda Nicola Leali yang telah mengundang perhatian dengan beberapa penyelamatannya dalam beberapa laga awal musim ini, khususnya saat melawan Torino di laga perdana.

      Di lini depan, Gialloblu bertopang pada striker Ciofani dan Dionisi juga pada pemain sayap Luca Paganini untuk menemukan kembali performa mencetak gol yang menjadikan mereka tim dengan lini depan paling berbahaya musim lalu. Bergabung dengan mereka di lini serang adalah Aleksandar Tonev dari Aston Villa dan pemain pinjaman Samuele Longo dan pemain Italia U-21 Daniele Verde, keduanya masing-masing dari Inter dan Roma.

      Setelah kalah dari Torino (2-1), Roma (2-0) dan Bologna (1-0), gol Soddimo di awal laga pada laga perdana menjadi satu-satunya gol di musim ini sejauh ini, dan hal ini menjadi awal musim yang berat di kasta tertinggi sepakbola Italia.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK