19.09.2015 14:00 - in: Serie A S

    Profil Genoa

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Juventus.com memperlihatkan lebih dekat dari lawan pada hari Minggu yaitu Genoa jelang kunjungan ke-49 Bianconeri ke Stadio Luigi Ferraris yang bersejarah

    Mengakhiri 12 tahun absen dari Serie A, termasuk musim di divisi terbawah Serie C1, pelatih saat ini Gian Piero Gasperini mengembalikan Genoa ke kasta teratas Liga Italia pada 2006/07, menandai kembalinya salah satu klub bersejarah Italia ke Serie A.

    Sejak saat itu, meskipun beberapa kali bergelut dengan degradasi, Rossoblu telah membangun kembali nama mereka sebagai tim tetap di Serie A, dan posisi keenam di ajhir musim lalu akan membuat Grifone, julukan yang diambil dari emblem klub, mengharapkan musim lainnya yang lebih baik di klasemen.

    Sebagaimana sang Nyonya Tua akan menghadapi Genoa untuk kali ke-97 pada Minggu malam, Juventus.com melihat lebih dekat mengenai masa lalu, masa kini dan prospek mereka di musim berjalan.

    SEJARAH

    Didirikan pada 1983 oleh industrialis Inggris, semua mengenai Genoa akan selalu membawa warisan Anglo-Saxon mereka, dimulai dari nama klub, Genoa Cricket and Football Club, hingga bendera St.George yang melekat di logo mereka, hingga gaya dari kandang mereka, Stadio Luigi Ferraris.

    Sejarah yang hebat juga berlanjut ke lapangan sebagaimana Rossoblu merupakan tim keempat dengan gelar Serie A terbanyak, memenangkan sembilan Scudetto antara 1898 dan 1923 dalam periode pra-perang yang penuh kejayaan. Usai era perang dunia, mereka mengalami nasib yang bercampur aduk, menghabiskan waktu di divisi utama, kedua dan ketiga Italia, Genoa akhirnya kembali menikmati kebangkitan kembali sejak era 1990an.

    Yang paling menandai kebangkitan Rossoblu tentu saja adalah perjalanan hingga semi-final UEFA Cup pada 1991/92, melengkapi kemenangan ganda atas Liverpool sebelum akhirnya takluk dari juara akhir kompetisi saat itu Ajax. Terakhir, Rossoblu selalu berakhir di posisis 10 besar Serie A di lima dari delapan musim terakhir mereka. 

    STADION

    Kandang dari kedua tim di kota, Genoa dan Sampdoria, Stadio Luigi Ferraris yang berkapasitas 36,599 kursi adalah arena yang tidak seperti stadion sepak bola pada umumnya.

    Dibangun pada 1911, dengan sturuktur persegi dan dekatnya jarak tribun ke lapangan, arena pada laga besok memiliki bentuk yang lebih sama dengan stadion di seberang kanal dari pada stadion-stadion Italia jaman dulu dan kandang Rossoblu juga terkenal dengan atmosfernya yang mengesankan.

    Di kancah internasional, Luigi Ferraris juga menjadi arena dari empat laga Piala Dunia 1990 termasuk kemenangan Irlandia 5-4 melalui adu penalti atas Rumania di babak kedua, serta beberapa laga internasional Rugby, terakhir pada bulan November tahun lalu saat Azzurri kalah tipis dari Argentina.

    PELATIH

    Penghuni kursi pelatih di Luigi Ferraris saat ini adalah Gian Piero Gasperini, kembali ke Genoa untuk kedua kalinya. Mengawali karir kepelatihannya di Juventus pada akhir 1990 di tim Primavera, posisi pelatih utama pertama dari Gasperini adalah saat di Crotone.

    Disanalah pria berusia 57 tahun ini merasakan kesuksesan pertama sebagai pelatih, memimpin tim Calabria itu ke Serie B melalui play-off pada tahun 2003/04. Setelah itu mantan gelandang Bianconeri ini tiba di Genoa untuk mengulangi kesuksesan mengangkat tim untuk promosi, dengan memimpin Rossoblu ke Serie A pada musim pertamanya sebelum meninggalkan klub pada November 2010.

    Setelah periode singkat di Inter dan Palermo sebagai pelatih interim, Gasperini kembali ke Luigi Ferraris pada September 2013, mengakhiri musim di papan tengah di musim penuh pertamanya sebelum mengangkat timnya berakhir di posisi keenam musim lalu.

    BAGAIMANA MEREKA MENGAWALI MUSIM INI?

    Rossoblu akan berusaha untuk bangkit membalikkan panduan performa mereka sepanjang sejarah pertemuan dengan Juve saat mereka menjamu kami pada hari Minggu, sebagaimana tidak ada tim lain yang lebih banyak mengalahkan (57) atau mencetak gol lebih banyak (197) melawan mereka dari pada Bianconeri.

    Genoa juga merupakan salah satu dari tiga tim yang mengalahkan Juventus asuhan Massimiliano Allegri musim lalu dan mereka kurang beruntung untuk tidak dapat menambahkan kemenangan mereka di pekan kedua atas Hellas Verona, usai kekalahan tipis 1-0 dari Palermo dan Fiorentina.

    Gasperini banyak merombak timnya di tiga laga pembuka mereka namun memiliki kepercayaan penih kepada bek sayap mereka Diego Laxalt dan rekrutan baru Issa Cissokho dimana keduanya mengawali musim dengan menjanjikan, memberikan kecepatan dan tusukan-tusukan dari sisi sayap.

    Memimpin lini serang dari pasukan Gasperini di tiga laga pembuka adalah pencetak gol veteran Serie A Goran Pandev yang saat ini memasuki musim kesebelasnya di divisi teratas Italia. Sementara pria Macedonia tersebut diturunkan sebagai penyerang tunggal di laga terakhir melawan Fiorentina, Genoa memberikan performa yang baik untuk mengalahkan Hellas di laga kandang pertama mereka, dengan menurunkan formasi 3-5-2.

    Olivier Ntcham telah mencetak 9 peluang gol musim ini, hanya Saponara (11) dan Pereyra (10) yang menciptakan lebih banyak

    Menyokong Pandev pada saat itu adalah penyerang penuh energi Serge Gakpé dan pemain menjanjikan yang dipinjam dari Manchester City, Olivier Ntcham, yang saat ini berada di posisi ketiha dari daftar Serie A saat ini untuk pembuat peluang terbanyak (9).

    Kemenangan bagi Bianconeri akan membawa mereka melewati Genoa di tahap awal musim baru ini, namun pasukan Gasperini akan menjaga peluang mereka untuk mengulangi kemenangan 1-0 atas pasukan Allegri bulan Oktober lalu, tetap terbuka.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK