28.09.2015 13:00 - in: Liga Champions S

      Profil Sevilla

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Klub pertama yang lolos ke Liga Champions sebagai juara Liga Eropa, lawan pada Rabu malam Sebilla memiliki prestasi impresif di Eropa, pelatih bertalenta dan skuat dengan pengalaman panjang dalam laga besar

      10 Mei 2006, Phillips Stadion, Eindhoven, kurang lebih pukul 22.20 CEST. 

      Dengan sekitar 10 menit tersisa di Phillips Stadion di Eindhoven, Sevilla memimpin atas Middlesborough 1-0 di final UEFA Cup 2006 sebagaimana kedua tim saling berkompetisi untuk meraih gelar Eropa pertama mereka.

      Usai penyelamatan luar biasa dari Kiper Andres Palop pertama dari Massimo Maccarone dan kemudian dari Mark Viduka, dan mendominasi laga untuk periode yang lama, tim asal Andalusia ini mengetahui bahwa kali ini akhirnya akan menjadi malam milik mereka. Mereka bahkan menjadi lebih yakin dalam beberapa detik kemudian.

      Menyerang maju melalui serangan balik, pemain sayap berusia 20 tahun Jesus Navas memberikan umpan silang kepada Frederic Kanoute. Dengan bola yang berada bebas di area penalti dan usai penyelamatan gagal Mark Schwarzer, satu pemain berdiri bebas untuk mengirimkan bola dan membuat pendukung Sevilla bersorak, ia adalah mantan gelandang Juventus Enzo Maresca.

      Dua gol lainnya kemudian menyusul, satu gol lagi dari Maresca dan keempat melalui Kanoute, dan menghadirkan trofi kepada klub Spanyol tersebut, awal dari musim yang luar biasa di kompetisi tersebut.

      Tiga gelar Eropa kemudian, juara bertahan Liga Eropa menuju Turin untuk menghadapi Juventus pada laga kedua dari Liga Champions Grup D 2015/16. Jelang laga hari Rabu malam antara pimpinan sementara Grup D, Juventus.com memaparkan sejarah, gelar Eropa dan performa terakhir dari tim asuhan Unai Emery.

      SEJARAH

      Meskipun lebih dikenal secara internasional atas kesuksesan terakhirnya di panggung benua biru, tim Andalusia ini secara konsisten menjadi tim kunci di sepak bola Spanyol, membuat 71 penampilan di divisi teratas negara tersebut.

      Didirikan pada tahun 1905 oleh sekelompok pelaut asal Inggris, The Hispalenses mendominasi secara lokal, memenangkan 16 dari 19 kemungkinan kejuaran wilayah Andalusia antara 1915 dan 1932 sebelum meraih gelar nasional pertama mereka pada 1935, mengalahkan CD Sabadell untuk mengangkat trofi Copa Del Rey.

      Didukung oleh gol-gol dari pencetak gol terbanyak dan penyerang internasional Spanyol Juan Arza, Blanquirrojos merasakan gelar La Liga pertama dan satu-satunya sepuluh tahun kemudian pada 1945/46.

      Di tahun-tahun selanjutnya, usai beberapa musim di Seguna Division diraskan pada 1970an, 80an dan 90an, Sevilla kembali ke La Liga pada 2000/01 dimana mereka bertahan sejak saat itu hingga sekarang, berakhir di lima besar dalam delapan dari sepuluh musim terakhir, meraih gelar UEFA Cup dan trofi Liga Eropa pada 2006, 2007, 2014 dan 2015 dalam perjalanannya. 

      STADION

      Juventus bermain melawan Real Madrid di Stadion Sanchez Pizjuan dalam laga persahabatan pra-musim pada tahun 2009.

      Saat menyeberangi Mediterania pada bulan Desember untuk menutup laga di Grup D, Bianconeri akan menjadi tim Italia ketiga setelah Parma dan Fiorentina yang akan bermain di Estadio Roman Sanchez Pizjuan yang bersejarah, yang kini menjalani musim kelimanya di Liga Champions.

      Dibangun pada 1958, awalnya dengan kapasitas sebesar 75,000 penonton, Sanchez Pizjuan juga menjadi arena dengan reputasi internasional, menjadi tuan rumah bagi tim nasional sebanyak 22 kali diantaranya semi-final Piala Dunia 1982 antara Perancis dan Jerman Barat.

      PELATIH

      Pria yang terkenal akan persiapannya yang teliti dan perhatiannya ke hal detail, bos Sevilla Unai Emery dipertimbangkan sebagai salah satu dari pelatih yang bersinar di Eropa.

      Menggantungkan sepatunya pada 2005 usai karir bermain yang diliputi dengan cedera, Emery yang kharismatik ini menjalani kesuksesan dalam karir melatih.

      Dimulai dari tim kecil asal Murcia, Lorca, dimana ia memimpinnya hinga Segunda Division pada tahun pertamanya, pria Spanyol ini kemudian menikmati musim-musim yang indah di UD Almeria, Valencia dan kemudian Sevilla, menerapkan cetak biru dari sepak bola yang menyerang, agresif dan atraktif secara bersamaan.

      Menjadi otak dari trofi beruntun Liga Eropa pada 2014 dan 2015, menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan kompetisi UEFA secara berturut-turut, pria berusia 43 tahun ini akan berusaha mentransfer kesuksesan Blanquirojjos yang impresif di Liga Eropa ke fase grup Liga Champions musim ini, sebuah prestasi yang diraih oleh klub dalam dua musim sebelumnya. 

      BAGAIMANA MEREKA MENUJU LAGA HARI RABU?

      Kemenangan 3-2 akhir pekan lalu atas Rayo Vallecano adalah kemenangan pertama Sevilla musim ini, usai kekalahan-kekalahan dari Atletico Madrid, Celta Vigo dan Las Palmas di lima laga pembuka mereka.

      Penampilan menyerang mereka yang diperlihatkan di Sanchez Pizjuan pada Sabtu malam adalah sebuah pengingat atas kualitas-kualitas tim Andalusia ini serta performa yang lebih berkarakter dari musim lalu, dimana Blanquirrojos mencatatkan 71 gol, yang hanya tertinggal dari Real Madrid (118) dan Barcelona (110).

      Setelah kepergian Carlos Bacca dan Aleix Vidal pada musim panas ini, serta Geoffrey Kondogbia, Ivan Rakitic dan Federico Fazio di musim sebelumnya, kemampuan membangun skuat dari Emery kembali di tes sekali lagi.

      Jika kemenangan 3-0 atas Borussia Monchengladbach pada laga 1 dan kekalahan epik 5-4 dari Barcelona di UEFA Super Cup bulan Agustus adalah hal yang harus diperhatikan, musim ini menjanjikan penampilan yang sama menghiburnya dengan musim terakhir bagi para penggemar Sevilla.

      Dalam aktivitas transfer yang sibuk di penutup bursa transfer, Yevhen Konoplyanka, Ciro Immobile, Gael Kakuta dan tentu saja Fernando Llorente telah bergabung dalam lini serang klub, yang ketika dalam performa baik, memberikan dorongan dan fleksibilitas yang dapat mengancam barisan pertahanan manapun.

      Lebih ke belakang, bek Adil Rami, Marco Andreolli dan gelandang Grzegorz Krychowiak serta Steven N’Nonzi akan memberikan soliditas dan kekuatan untuk mendukung bek sayap Benoit Tremoulinas dan Andujar Coke menusuk ke depan.

      Dengan kedua pelatih, Unai Emery dan Massimiliano Allegri, berpegang kepada sepak bola menyerang dan meluap-luap, serta kedua tim yang ingin menunjukkan kemenangan impresif pada kompetisi ini, Sevilla akan memberikan kontribusi dalam aksi yang menarik pada Rabu malam di Juventus Stadium. 

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK