27.11.2015 21:00 - in: Amal / CSR S

      Program bersama dengan UNESCO “Colour? What Colour?” diluncurkan di Paris

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Studi paling pertama tentang rasisme dan diskriminasi dalam sepakbola internasional dengan bangga dipersembahkan kepada dunia oleh Presiden Juventus Andrea Agnelli dan Direktur Umum UNESCO Irina Bokova.

      Juventus dan UNESCO sore hari ini meluncurkan kajian perdana mengenai rasisme dan diskriminasi dalam sepakbola internasional. Dokumen bermuatan 84 halaman, ditulis secara eksklusif oleh Juventus dan berjudul Colour? What Colour?, memaparkan dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan kecurigaan sosial dalam sepakbola dan menawarkan solusi-solusi nyata untuk memberantas hal ini.

      Pada hari ketika klub menegaskan komitmennya untuk bekerja berdampingan dengan UNESCO dengan memperpanjang kemitraan antara keduanya untuk dua tahun lagi, Asisten Direktur UNESCO untuk Hubungan Luar dan Informasi Publik, Eric Falt, membuka konferensi pers dengan menekankan potensi kajian ini untuk membuat perbedaan besar dalam menghancurkan batasan-batasan sosial.

      Berbicara di markas UNESCO Paris, ia memulai: “Kajian ini adalah bukti akan kekuatan sepakbola untuk mewujudkan inklusi dan integrasi sosial dan memberikan rekomendasi-rekomendasi mengenai gerakan yang dapat dengan mudah dilaksanakan. Kami sangat bangga dengan kerja kami dengan klub-klub sepakbola, sebab mereka memudahkan kami merangkul para audiens yang biasanya tak bisa kami temui karena adanya yurisdiksi antar-pemerintah.”

      Konsep tentang kemampuan sepakbola untuk berhubungan dengan dan mempengaruhi massa dibahas lebih jauh oleh Direktur Umum UNESCO Irina Bokova, yang menggarisbawahi nilai-nilai sosial fundamental yang olahraga harus tawarkan.

      “Sepakbola dimainkan, ditonton dan dicintai oleh pria dan wanita di seluruh dunia dan ia lebih dari sekedar olahrag. Ia mengandung makna kemanusiaan dan memiliki kekuatan unik untuk menyatukan semua orang, menciptakan rasa saling hormat dan toleransi.

      “Sayangnya, kita telah menyaksikan episode-episode diskriminasi dan intoleransi baik di pertandingan-pertandingan internasional dan di lapangan-lapangan pertandingan lokal. Ini benar-benar tak dapat diterima. Melawan rasisme dan diskriminasi telah menjadi jatung mandat UNESCO selama 70 tahun ini.”

      “Kami percaya sepakbola membawa manfaat yang melampaui stadion-stadion. Ia adalah olahraga paling berbeda di dunia, dimainkan oleh para profesional dan dimainkan dengan permainan adil dan displin. Ia dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk mewujudkan inklusi sosial, kesetaraan jender dan penguatan generasi muda.”

      “Untuk melakukannnya diperlukan hasrat dan kesatuan. Inilah yang menjadi semangat di balik kerjasama antara UNESCO dan Juventus, salah satu klub paling berprestasi di dunia.”

      Agnelli mengatakan bahwa Juventus bangga bisa menjadi bagian dari sinergi ini dan ia ingin agar entitas-entitas olahraga lain untuk memperhatikan temuan-temuan kajian ini dan bergerak dengan sesuai dengannya.

      Ia mengatakan: “Merupakan suatu kehormatan berada di sini hari ini untuk mengetengahkan kajian ini yang mendiskusikan isu rasisme dalam sepakbola dengan cara yang sangat baik. Sesuatu yang benar-benar sangat kami banggakan adalah bahwa tidak hanya menggarisbawahi isu tersebut, tetapi juga membuat suatu langkah ke depan.”

      “Ini adalah kali pertama kajian tentang rasisme dan diskriminasi dalam sepakbola internasional dan mengukur langkah-langkah untuk memeranginya. Juventus harus bergerak semampu mungkin untuk mengatasi fenomena sosial ini, namun kita hanya dapat melakukannya dengan gigih.”

      “Peran kita ke depan adalah memaksimalkan penyebaran dan perhatian terhadap kajian ini dan mencoba melobi tim-tim lain untuk memastikan terimplimentasinya kesimpulan-kesimpulan dan rekomendasi-rekomendasi kajian ini.”

      Sementara masih banyak yang harus dikerjakan sebelum akhirnya penyakit-penyakit rasisme dan diskriminasi musnah seluruhnya dari dunia olahraga, Agenlli percaya keterbukaan Italia dalam hal imigrasi pada tahun-tahun belakangan ini telah memudahkan tumbuhnya mentalitas untuk berubah ke arah yang lebih baik.

      Ia menutup: “Italia telah berkembang cukup besar dalam hal sikapnya terhadap integrasi sosial. Kedatangan para imigran telah membuat negara ini memahami dan menghargai budaya-budaya yang berbeda. Ini adalah langkah maju yang sangat besar.”

      Kajian lengkap “Colour? What Colour?” dapat diunduh melalui Juventus.com dengan mengklik di sini.

      Temukan lebih banyak tentang kemitraan yang berlanjut antara klub dengan UNESCO dengan mengklik di sini

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK