28.06.2015 04:15 - in: Liga Champions S

    Real ditaklukkan dan Juve pun menuju ke Berlin

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Dua malam yang luar biasa di kancah Eropa untuk dikenang ketika pasukan Massimiliano Allegri mengalahkan juara bertahan Eropa, Real Madrid, dengan skor agregat 3-2 untuk memastikan tempat di final Liga Champions.

    Setelah membungkus gelar Scudetto ke-33 dengan menang 1-0 atas Sampdoria pada 2 Mei, Juventus akhirnya berada pada posisi yang nyaman untuk dapat berkonsentrasi secara khusus kepada dua target tersisa musim ini, Coppa Italia dan Liga Champions.

    Tantangan terakhir itulah yang datang pertama hanya dalam tiga hari setelah kemenangan sore itu di Liguria, dimana Real Madrid bertandang ke Turin untuk menjalani laga yang dinanti, laga leg pertama semi final di Juventus Stadium pada 5 Mei.

    Di malam menghebohkan dalam sepakbola Liga Champions itu, gol-gol di masing-masing babak dari Alvaro Morata dan Carlos Tevez memberi tuan rumah keunggulan 2-1 guna menjalani leg selanjutnya di ibukota Spanyol.

    Awal yang sangat baik bagi Bianconeri yang unggul lebih dulu saat laga baru berjalan delapan menit melalui gol Morata, namun Ronaldo segera membalas dengan sundulan jarak dekat beberapa menit setelah pertengahan babak pertama.

    Di awal babak kedua yang sengit tuan rumah kembali mencetak gol ketika Tevez menggiring bola dalam sebuah serangan balik dan memancing pelanggaran di dalam kotak penalty oleh Dani Carvajal di menit ke 56, sehingga wasit Martin Atkinson tak punya pilihan selain menunjuk titik putih.

    Pemain Argentina itu maju sebagai penendang, mengelabui Iker Casillas dan mengarahkan bola lurus ke tengah gawang, sebuah gol yang ternyata menjadi penentu pertarungan epik antara dua klub Eropa paling tersohor itu.

    Berbicara kepada media pasca laga, Morata mengatakan Bianconeri tak mungkin melewati Madrid dengan mudah: “Sangatlah penting untuk tidak berhenti di sini, kami harus terus bekerja keras dan berusaha melaju sejauh mungkin. Setiap orang bahagia akan kemenangan kami malam ini namun penting kiranya bagi kami untuk tidak berpikir bahwa pertemuan ini sudah selesai dan berlalu begitu saja.”

    Masih ada lagi aksi dari sang penyerang Spanyol itu saat, delapan hari kemudian, ia membuktikan kata-katanya dengan mencetak gol penyeimbang krusial di Santiago Bernabeu untuk memastikan Juventus melaju ke final Liga Champions melawan Barcelona.

    Memasuki laga dengan bermodalkan keunggulan dari leg pertama di Turin, Bianconeri merasakan bahwa angin berpihak pada tuan rumah ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol dari titik putih di menit ke-23.

    Namun Morata, yang pindah dari Madrid ke Turin musim panas lalu, menjadi bintang di laga itu, meraih tempat di final Liga Champions tahun ini di Berlin, dengan tembakan jitu dari jarak dekat melewati Casillas yang mengakhiri absennya Juventus selama 12 tahun dari babak pamungkas kompetisi tersebut.

    “Benar-benar luar biasa,” ungkap Massimiliano Allegri setelah peluit panjang. “Para pemain memang pantas mendapat pujian. Malam yang indah bagi mereka dan bagi sepakbola Italia secara keseluruhan. Saya mulai menyadari betapa indahnya musim ini bagi kami – mungkin melampaui perkiraan siapapun.”

    Giuseppe Marotta malah memberi pujian kepada sang manajer, ia mengatakan taktik Allegri adalah kunci meraih hasil yang baik: “Sang pelatih benar. Ia bisa saja memainkan pola bertahan, namun justru memutuskan untuk tetap membuat tim maju menyerang. Mereka bahkan mendapat beberapa peluang untuk segera menuntaskan laga.”

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK