07.09.2015 12:00 - in: Unesco Cup S

    Sejarah indah Boca Juniors

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Dengan penyelenggaraan UNESCO Cup yang tinggal sehari lagi, Juventus.com menengok sejarah klub paling sukses di Amerika Selatan, Boca Juniors.

    Pagelaran Unesco Cup di Juventus Stadium pada tahun 2014 diikuti oleh para legenda dua klub paling digemari di Eropa, Juventus dan Real Madrid.

    Kali ini Bianconeri akan berhadapan dengan raksasa Amerika Selatan, Boca Juniors, sebuah klub yang dikatakan sebagai salah satu tim paling berprestasi di dunia sepakbola.

    KESUKSESAN SELAMA SATU ABAD

    Didirikan pada 1905 oleh enam imigran asal Genoa, Esteban Balietto, Alfredo Scarpatti, Santiago Sana, Teodoro bersaudara dan Juan Antonio Farenga, klub ini semula bernama Los Xeneizes, hanya sedikit klub yang menyamai prestasi dan prestise klub yang berbasis di Buenos Aires ini.

    Warna khas Boca, biru dan kuning, terinspirasi oleh bendera kapal yang pertama kali memasuki pelabuhan kota itu di hari saat pendirian klub (yang ternyata bendera Swedia), telah menjadi sebuah simbol sepakbola Argentina dan seperti halnya warna hitam-putih Juventus langsung dikenal di seluruh dunia.

    Berasal dari daerah Boca di ibukota negara, klub itu telah memenangkan lebih dari 40 gelar domestik dan masih menjadi satu-satunya klub Argentina yang tak pernah terdegradasi.

    Namun justru di kompetisi luar negerilah tim “Azul y Oro” (kuning biru/ julukan Boca) diklaim sebagai salah satu tim terbaik, menjuarai 22 gelar internasional, termasuk enam gelar Copa Libertadores, yang terbaru pada tahun 2007, dan tiga Piala Dunia Antar Klub pada 1977, 200 dan 2003.

    GELAR-GELAR DOMESTIK

    Primera División

    1919, 1920, 1923, 1924, 1926, 1930, 1931, 1934, 1935, 1940, 1943, 1944, 1954, 1962, 1964, 1965

    Copa Carlos Ibarguren

    1919, 1923, 1924, 1940, 1944

    Campeón de Honor

    1925

    Copa Competencia

    1925

    Copa Estimulo

    1926

    Copa Competencia Británica

    1946

    Copa Argentina

    1969

    Campeonato Nacional

    1969, 1970, 1976

    Campeonato Metropolitano

    1976, 1981

    Torneo Apertura

    1992, 1998, 2000, 2003, 2005, 2008, 2011

    Torneo Clausura

    1999, 2006

    Copa Argentina

    2012

    GELAR-GELAR INTERNASIONAL

    Copa Competencia (Asociación Argentina de Football y Asociación Uruguaya de Football)

    1919

    Copa de Honor (Asociación Argentina de Football y Asociación Uruguaya de Football)

    1920

    Copa Confraternidad (AFA y AUF)

    1945,1946

    Copa Libertadores

    1977,1978, 2000, 2001, 2003, 2007

    Club World Cup                                                  

    1977, 2000, 2003

    Supercopa

    1989

    Recopa 

    1990, 2005, 2006, 2008

    Copa Master

    1992

    Copa de Oro Nicolas Leoz

    1993

    Copa Sudamericana

    2004, 2005

    LA BOMBONERA

    Masa lalu yang prestisius Los Xeneizes disertai dengan kehadiran stadion ikonik klub itu. Estadio Alberto J. Armando, berkapasitas 49.000 kursi, lebih dikenal dengan La Bombonera (yang berarti timah manis) karena bentuknya yang aneh dan kedekatan tribunnya dengan lapangan, telah menjadi kandang Boca sejak 28 Mei 1940.

    PARA LEGENDA

    Dalam rangka menjaga hasrat dan tradisi Argentina yakni kekuatan lini depan yang kuat dan spontan, untuk membaca daftar pemain yang telah bermain untuk Boca selama 110 tahun sejarah hebatnya berarti mengerti kekuatan warisannya dalam melahirkan para pesepakbola bertalenta, khususnya di lini depan.

    Para pemilik nomor punggung sepuluh seperti Diego Maradona, Juan Roman Riquelme dan para pencetak gol kawakan seperti Claudio Caniggia, Martin Palermo dan Carlos Tevez, semua memulai karir mereka di Bombonera, mendapat pengakuan baik di Amerika Selatan maupun Eropa sebagai para penyerang paling berbakat di antara generasi-generasinya.

    Dalam dua kali masa karirnya, sang penyerang, Palermo, menyarangkan 236 gol untuk Boca, membuatnya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub. Jauh ke belakang, di masa sekarang ini Roberto Battaglia dan kiper Roberto Abbondanzieri juga mendapat status sebagai legenda di mata para suporter Bombonera karena penjangnya masa pengabdian dan loyalti dengan klub Azul y Oro.

    Dengan turunnya para legenda Boca pada Selasa 8 September nanti, maka tak ada tim yang lebih baik untuk menghadapi Bianconeri dalam perayaan ulang tahun keempat Juventus Stadium. Pertemuan antara dua nama besar dalam dunia sepakbola ini adalah sebuah even yang tak bisa dilewatkan.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK