11.12.2015 13:30 - dalam: Serie A S

    Sepuluh hal yang harus diketahui tentang #JuveFiorentina

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Kesempurnaan umpan, wajah-wajah familiar dan Presiden Amerika Serikat ke-34 Dwight Eisenhower: Hiasi pengetahuan pra-laga anda dengan fakta-fakta penting berikut ini tentang laga hari Minggu malam melawan Fiorentina.
    1) KEBERUNTUNGAN JUVE ATAS VIOLA

    Penampilan hebat Fiorentina di awal musim ini telah menempatkan mereka dekat dengan posisi puncak klasemen dan ini adalah kali pertama sejak 1998 mereka mendahului Juventus di titik perjalanan liga seperti musim ini. Namun demikian, warna dominan dalam pertemuan Juve-Fiorentina dalam sejarah tak diragukan lagi hitam dan putih.

    Dengan bertemunya Bianconeri dan La Viola untuk ke-153 kalinya di Serie A Senin dini hari nanti, tim juara bertahan berharap bahwa dua laga sebelumnya antara keduanya lebih berarti dari sekedar catatan sejarah indah dimana salah satu di antara kedua tim dapat membuat catatan lebih baik lagi.

    Alasan untuk itu adalah bahwa tak ada tim yang mengalahkan (70) atau mencetak gol (247) ke gawang Fiorentina lebih banyak daripada Sang Nyonya Tua, dimana tim tamu di Juventus Stadium akhir pekan ini hanya mencetak dua gol dari tujuh laga terakhir melawan tim Massimiliano Allegri.

    Lebih baik lagi, dari laga-laga yang digelar di Turin, Bianconeri menang 50 kali disertai dengan bertahannya catatan 29 laga dimana Juve selalu mencetak gol ke gawang tim asal Florence tersebut sejak bermain imbang 0-0 pada November 1981.

    Di samping kemenangan 2-1 yang diraih tim asuhan Paulo Sousa di sini pada babak semifinal Coppa Italia tahun lalu berkat dua gol Mohamed Salah, mereka kembali pulang ke Tuscany sebagai pemenang hanya sekali ( pada Maret 2008) dan 23 kali lawatan ke Barat Laut Italia.

    2) 1953: TAHUN ZEBRA

    Tahun 1953: Dwight Eisenhower, presiden Amerika Serikat, Ian Fleming baru saja menulis Casino Royale, film perdana dalam seri James Bond, dan Sir Edmund Hilary dan Tenzing Norgay  adalah nama-nama terkenal yang menjadi manusia-manusia pertama yang mendaki gunung Everest.

    Namun sebelum sebagian besar peristiwa-peristiwa tersebut terjadi, ada sekelumit sejarah yang terjadi pada 22 Februari di Stadio Communale Turin, dimana Juventus mencetak delapan gol ke gawang Fiorentina sehingga menimpakan kekalahan terbesar di Serie A kepada La Viola dalam sepanjang sejarah klub itu.

    Giampiero Boniperti (1’, 68’), Pasquale Vivolo (22’), Riccardo Carapellese (51’, 84’), John Hansen (60’, 75’) and Karl Aage Praest (78’) adalah para pencetak gol pada hari itu.

    3) PERTANDINGAN-PERTANDINGAN DI HARI MINGGU

    Laga akhir pekan ini di Juventus Stadium menghadirkan dua dari tim Italia dengan performa terbaik tak hanya di musim ini (total sembilan kemenangan diraih kedua tim dalam 11 pertandingan terakhir di liga), tapi juga sepanjang tahun ini.

    Sejak 1 Januari 2015, Juventus telah mengumpulkan total 75 poin Serie A, lebih banyak tiga poin dari peringkat kedua Fiorentina (72). Ini berarti, tentu saja, bahwa sebuah kemenangan bagi tim tamu akan menyamai raihan Sang Nyonya Tua di laga kedua dari akhir di tahun 2015.

    Berbicara mengenai andalan kedua tim Senin dini hari nanti, mereka yang hadir di rumah para juara (J-Stadium) akan menyaksikan kekuatan serangan paling tajam di Serie A (Fiorentina, 30 gol telah dicetak) menghadapi pertahanan terkokoh kedua di divisi itu (Juventus, 11 gol kebobolan).

    Sebuah laga antar tim papan atas klasemen dalam setiap ekpresi perasaan.

    4) SENSASI MENCETAK GOL SOUSA

    Jelaslah Fiorentina telah bersenang-senang mencetak gol akhir-akhir ini dan sebelumnya mereka juga pernah melakukannya cukup lama.

    Tiga gol akhir pekan lalu ke gawang Udinese di Stadio Artemio Franchi memastikan mereka menjaga catatan impresif selalu mencetak gol dalam 22 pertandingan, saat ini yang terpanjang di Serie A.

    Di masa itu, tim asuhan Sousa melepas tembakan ke target 48 kali, dengan rata-rata 2,2 gol per-pertandingan. Prestasi mereka itu merupakan kontribusi pemain depan Nikola Kalinic dan Khouma Babacar. Dalam diri pemain Kroasia Kalinic, Fiorentina dapat bergantung pada salah satu pencetak gol terbanyak liga (sembilan gol) dengan salah satu rasio gol per-menit terbaik (satu gol setiap 109 menit).

    Kalinic (kanan) menguntit Eden dari Sampdoria dan Gonzalo Higuain dari Napoli dengan sembilan gol liga musim ini.

    Namun catatan mantan pemain Blackburn itu kalah dari rekan setimnya Babacar, yang mencetak satu gol dari setiap 90 menit sejauh ini di musim ini (empat gol dalam 359 menit turun bermain).

    5) (BUKAN) BUATAN ITALIA

    Dalam hal mencetak gol pula, tim Sousa adalah satu dari dua klub, bersama Inter asuhan Mancini, yang gol-golnya hanya dicetak oleh pemain-pemain asing.

    Sebagai hasilnya, La Viola (termasuk tim-tim junior, trsltr) memiliki lebih banyak pemain yang lahir di luar Italia (212 pemain) dibanding pemain pribumi (150) musim ini.

    Adapun utnuk Juventus, gol-gol dari Simone Zaza dan Stefano Sturaro di kandang Palermo pada akhir bulan lalu memastikan Bianconeri setidaknya punya dua wakil Italia dalam daftar pencetak gol musim ini.

    6) AHLI-AHLI UMPAN

    Dengan bertemunya dua susunan pemain gelandang, yang diperkirakan akan menjadi pusat perhatian, tak mengejutkan jika kedua tim yang dilatih Massimiliano Allegri dan Paulo Sousa adalah tim dengan distribusi bola paling akurat di Serie A.

    Sementara Napoli memuncaki daftar jumlah umpan yang dilakukan sejauh ini di musim 2015/16 (9.551), pasukan Sousa secara konsisten lebih baik dalam hal penguasaan bola, mengirimkan 88% umpan sempurna. Adapun Juventus menguntit (86%) di tempat kedua.

    Posisi rata-rata Borja Valero saat menang 3-0 atas Udinese pada Hari Minggu yang lalu. Pemian Spanyol itu mengatur tempo serangan Fiorentina.

    Permainan berhati-hati dan bijak La Viola sering dipimpin dari lini belakang oleh Borja Valero, bersama gelandang-gelandang ahli lainnya Josip Ilicic, Matias Vecino, dan pemain depan Kalinic dan Federico Bernardeshi.

    Jika Bianconeri sukses memotong aliran serangan La Viola yang bersumber dari pemain Spanyol andalan mereka itu dan memastikan diri mereka bertahan di area-area tengah dan di sekitar area penalti, mereka akan mudah mematahkan ancaman yang diluncurkan oleh tim tamu.

    Fiorentina jarang sekali bermain terbuka dan menyerang dari sisi-sisi sayap. Total 256 umpan silang mereka dengan rasio sukses 20% menempatkan mereka di posisi empat besar klasemen liga.

    7) SELEKSI SKUAT SOUSA
    Sousa masih percaya sistem 4-3-3 sepanjang musim ini.
    8) KITA PERNAH BERTEMU?

    Mengenai potensi reuni para pemain, lima pemain Bianconeri punya sejarah dengan La Viola. Neto (musim 2011/12), Claudio Marchisio (saat dipinjaman ke Empoli musim 2007/08) dan Giorgio Chielini adalah mereka yang pernah membela ataupun melawan tim Senin dini hari nanti di Serie A

    Secara khusus, Marchisio akan memiliki memori-memori berkesan ketika gol perdananya untuk Juventus yang berakhir menjadi sebuah kemenangan 1-0 atas La Viola pada Januari 2009.

    Marchisio menyarangkan gol senior perdananya bagi Juventus saat melawan Fiorentina pada 2009.

    Pemain Brazil Neto, rekrutan baru musim panas lalu dari Florence, bersama dengan pemain Kolombia Juan Cuadrado, keduanya pernah membela klub tersebut cukup lama, keduanya tampil sebanyak total 157 kali selama masing-masing keduanya bergabung di Artemio Franchi.

    9) DI KURSI KEPELATIHAN

    Dua pelatih yang saling berhadapan Allegri dan Sousa akan saling bertemu untuk pertama kalinya pada Senin dini hari nanti (sebagai pemain profesional, mereka mungkin pernah bertemu sebelumnya sekali atau dua kali) ketika sang pelatih asal Portugal itu kembali ke Turin untuk pertama kalinya sejak bermain sebentar bersama tim Juventus yang menjuarai Liga Champions tahun 1996.

    Sementara itu Allegri berharap meningkatkan raihan empat poin dengan melawan Fiorentina musim lalu dan terus pula meningkatkan catatan pribadinya melawan mereka: Pria Tuscany menderita kekalahan lima kali di tangan La Viola selama melatih Cagliari dan Milan.

    10) PERTEMUAN TERAKHIR

    Satu penalti, lima gol dan tiga poin bagi Bianconeri. Berikut bagaimana pertemuan terakhir di Juventus Stadium antara kedua tim ini dimainkan...

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK