04.12.2015 12:00 - in: Serie A S

    Sepuluh hal yang harus diketahui tentang #LazioJuve

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Pertemuan di final Coppa, mantan-mantan pemain, hal-hal yang nampak menonjol dan beberapa pilihan angka dan statistik pra-laga, semuanya ada dalam daftar sepuluh hal yang perlu diketahui tentang pertandingan malam ini di Roma.
    1) BIANCONERO ADALAH YANG TERBAIK

    Pertandingan Jumat malam ini akan menandai pertemuan ke-143 antara Lazio dan Juventus dan hingga saat ini Biancocelesti tertinggal jauh dari Bianconeri. Dari laga-laga sebelumnya, Juve sudah menang 74 kali dan imbang 36 kali, mencetak 254 gol sepanjang sejarah. Sebagai hasilnya, tak ada klub lain yang mampu meraih kemenangan lebih banyak atau mencetak gol lebih banyak saat melawan Lazio di dalam sejarah Serie A.

    Dominasi Sang Nyonya Tua dalam laga ini telah semakin kuat khususnya dalam 13 tahun terakhir ini, sebuah periode dimana Juve belum pernah merasakan kekalahan di tangan tim tuan rumah malam ini, dalam 21 laga yang sudah dilakoni. Di masa tersebut, Bianconeri gagal mencetak gol Cuma satu kali, dalam laga yang berakhir imbang 0-0 pada November 2012.

    Bahkan di Stadio Olimpico kisahnya berlangsung sama: Klub dari ibukota hanya mengumpulkan tiga poin dari 10 lawatan Juventus dimana kemenangan terakhir mereka terjadi pada Desember 2003. Saat itu Roberto Mancini bertindak sebagai pelatih, Bernardo Corradi dan Stefano Fiori adalah para pencetak golnya.

    2) BISAKAH KITA LEWATKAN KICK-OFF?

    Secara tidak langsung, ya, sepertinya. Baik Lazio maupun Juventus tak mampu membangunkan para fans mereka dari tempat duduknya untuk merayakan gol di 15 menit pembuka laga pada musim ini.

    Jika anda akan melewatkan sebagian dari pertandingan ini (kami tak sepenuhnya yakin mengapa anda ingin melakukannya tapi demi poin kedua ini, kami teruskan), maka pastikan yang anda lewatkan bukan waktu dari menit ke-45 hingga ke-60, sebab kedua tim yang bertanding malam ini telah terbukti lebih subur di bagian akhir pertandingan (enam gol untuk Bianconeri, lima untuk Biancocelesti).

    Di ujung lapangan lain, pemanasan yang baik dan teratur harus dilakukan pasukan Massimiliano Allegri karena Lazio (lima gol) adalah tim kedua di bawah Carpi (enam gol) yang kebobolan di awal babak kedua dalam laga-laga di musim ini.

    3) STRATEGI-STRATEGI STEFANO
    Normalnya tersusun dengan formasi 4-3-3, bos Lazio Stefano Pioli memilih serangan dengan dua pemain depan saat mereka menanjak dalam laga melawan Empoli akhir pekan lalu.
    4) SEBUAH PERTANDINGAN DUA PEMAIN SAYAP

    Banyak yang mengatakan Juve cenderung bermain dengan mengandalkan umpan sayap musim ini, khususnya setelah kedatangan pemain target umpan Mario Mandzukic dan raja assist Alex Sandro, namun mengenai pola serangan ini pasukan Allegri kalah dari lawan mereka malam ini.

    Tak ada tim yang lebih banyak mengirim bola ke dalam kotak penalti lawan dari area sayap musim ini daripada anak asuh Stefano Pioli (376), meskipun dalam laga nanti jika 41 umpan silang masuk ke kotak penalti tim tuan rumah akan membuat Bianconeri mengambil alih posisi mereka di puncak (335 umpan silang) semustahil apapun itu.

    Menariknya, Biancocelesti juga memenangkan lebih banyak sepak pojok musim ini (100) namun tak ada satu pun yang menghasilkan gol.

    5) BERTEMU MANTAN PEMAIN

    Perpindahan dari Lazio ke Juventus atau sebaliknya nampak sibuk di musim-musim terakhir ini dimana Stephan Lichtsteiner, Antonio Candreva, Alessandro Matri dan Hernanes pernah mengenakan baik seragam Biancocelesti maupun Bianconeri.

    Pemain yang tersohor baik di Turin maupun di Roma, disamping Pavel Nedved tentunya, adalah Lichtsteiner, yang pernah tampil 100 kali untuk Lazio antara 2008 hingga 2011 sebelum hijrah ke utara untuk bergabung dengan Juventus.

    Perpindahan dengan jalur sebaliknya dijalani Candreva, seorang Bianconero untuk waktu yang singkat pada musim 2009/2010 dimana ia mencetak dua gol, kini menjadi pemain kunci dalam tim Lazio asuhan Pioli.

    Jika gol-gol dari mantan-mantan pemain yang ingin anda saksikan maka janganlah melihat lebih jauh daripada Alessandro Matri. Sang ‘Mitra’ mencetak 27 gol dalam tiga musim untuk Juve termasuk gol penentu kemenangan pada final Coppa Italia musim lalu melawan klub barunya itu.

    Secara insidental, dari semua pemain yang turun bermain bagi klubnya masing-masing malam ini yang mencetak lebih dari dua gol musim ini, Alessandro (141,5) dan Simone Zaza (142) memiliki rasio gol per-menit terbaik musim ini. Dengan dasar ini, setelah mencetak gol ke gawang Palermo pada Minggu malam lalu, meski Simone tidak turun malam ini, tetap begitulah statistik berbicara.

    Satu pemain yang tak akan kembali ke mantan kandangnya adalah Hernanes yang sedang dilanda cedera. Sang pemain Brazil memulai karirnya di Serie A bersama Lazio pada musim panas 2010, tampil 118 kali dan mencetak 33 gol bagi klub tersebut sebelum bertolak ke Inter empat tahun kemudian.

    6) SERANGAN STATISTIK
    Rangkuman tentang siapa yang melakukan apa terbanyak bagi Biancocelesti sejauh ini di musim ini.
    6) HAL-HAL YANG AKAN NAMPAK MENONJOL

    Sulit rasanya menemukan catatan rekor yang menyamai atau menyaingi Gianluigi Buffon dalam pekan-pekan terakhir ini, yakni capaian karir di Serie A selama 20 tahun atau menjadi orang terkeren di planet ini.

    Meski yang terakhir tadi cuma bikinan saja, Gigi akan kembali mencatatkan rekor yang sangat impresif malam ini di Stadio Olimpico dimana pemain 38 tahun itu siap melakoni penampilan ke-400 kalinya di Serie A bersama Bianconeri.

    Sementara itu ada hal menonjol yang akan nampak bagi sepasang gelandang Juan Cuadrado dan Stefano Sturaro yang mungkin akan tampil untuk masing-masing kali ke-150 dan ke-50 di Serie A jika dipanggil tampil malam ini.

    8) AKANKAH MALAM INI MENERUSKAN CATATAN REKOR?

    Empat kekalahan dan satu kali imbang dalam lima laga terakhir menempatkan Lazio di posisi bawah klasemen Serie A bersama dengan Verona dan Sampdoria namun performa Biancocelesti di kandang setidaknya menjadi penyelamat bagi nasib mereka musim ini.

    Meski hanya mengumpulkan satu poin dari dua laga terakhir mereka di kandang sendiri, lima dari enam laga yang dimenangkan Lazio musim ini diraih di Stadio Olimpico dan sebelum kalah 3-1 dari Milan di kandang bulan November lali, anak asuh Pioli telah menang lima kali secara beruntun di Roma.

    Juventus di lain pihak sedang berada dalam performa terbaik mereka musim ini dan akan mengincar kemenangan kelima secara beruntun untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014.

    Bulan November juga menjadi masa dimana pasukan Allegri meraih hasil-hasil yang semakin baik dalam perjalanan musim ini, menyarangkan enam gol dalam dua laga tandang terakhir mereka, jumlah yang sama yang mereka raih dalam enam laga sebelumnya.

    Jadi, sebagai jawaban pertanyaan di atas, semoga saja ‘ya’.

    9) DI KURSI KEPELATIHAN

    Statistik pra-laga tak begitu baik bagi bos Lazio, sebab mantan pemain Juventus antara 1984 dan 1987 itu tak pernah mengalahkan Bianconeri sebagai pelatih, mencatatkan tiga hasil imbang dan delapan kekalahan (dua di antaranya terjadi pada final Coppa musim lalu dan Super Coppa musim ini).

    Tak hanya itu, Pioli tak pernah mengalahkan tim manapun yang dilatih Allegri, hanya mencuri tiga dari 18 poin maksimal dari pelatih asal Tuscany itu. Namun sebuah kekalahan bagi Max malam ini akan menyeimbangkan catatan pribadi Allegri melawan Lazio, menang lima kali dan kalah empat kali dari 13 laga sebelumnya.

    Kekalahan pertama di Serie A yang dialami boss Juve saat ini adalah pada saat debutnya sebagai pelatih pada Agustus 2008. Saat itu Lazio menang meyakinkan 4-1.

    10) PERTEMUAN TERAKHIR: SUPERJUVE DI SHANGHAI

    Dua pertemuan sebelumnya antara kedua klun terjadi di final Coppa dan Super Coppa dimana Juve berhasil mengangkat trofi di kedua kejuaraan itu. Kemenangan di Coppa Italia pada bulan Mei lalu terjadi di kandang Biancocelesti di Stadio Olimpico.

    Yang terbaru tentunya terjadi pada pagelaran Piala Super musim panas ini di Shanghai dan jika anda sudah lupa kisah yang satu ini, mari kita segarkan kembali ingatan kita...

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK