14.12.2015 11:00 - in: Serie A S

    Statistik dari J-Stadium

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Rangkuman statistik dari kemenangan kandang 3-1 Juventus dari Fiorentina pada Minggu malam

    Kemenangan Bianconeri atas Fiorentina merupakan kemenangan keenam beruntun mereka di Serie A dan hasil yang membuat mereka melewati Roma serta naik ke posisi keempat, enam poin di belakang pimpinan klasemen Inter.

    Pasukan Massimiliano Allegri harus melawan balik dari tertinggal satu gol malam itu usai penalti Josip Ilicic di menit ketiga dan mereka saat ini berada di posisi tertinggi dalam jumlah poin yang diraih (10) dari posisi tertinggal. Secara kebetulan, kemenangan mereka dari posisi tertinggal tersebut berakhir dengan skor 3-1 (sebelum kemenangan semalam juga terjadi saat melawan Bologna dan Empoli).

    Kemarin merupakan kemenangan Nyonya Tua atas Fiorentina yang ke-71 dalam sejarah Serie A dan mereka sekarang mengalahkan mereka dalam 18 kesempatan di 23 laga terakhir yang dimainkan di Turin. Tim tamu gagal meraih satu poin pun dari lima laga liga terakhir yang dimainkan di Juventus Stadium dan tuan rumah berhasil memperpanjang catatan mereka dengan selalu mencetak gol di 30 pertemuan Serie A beruntun melawan Viola.

    Bianconeri menyentuh bola sebanyak 28 kali di area penalti lawan, berbanding terbalik dengan empat sentuhan dari Viola.

    Adalah sebuah pemandangan yang langka ketika Bianconeri memiliki penguasaan bola setengah lebih sedikit, terutama ketika bermain di kandang, namun itulah yang terjadi pada hari Minggu, sebagaimana pasukan Paulo Sousa menikmati 61.7% dari bola (angka tertinggi dari tim tamu di Turin sejak 2011), menyelesaikan 86.4% dari 612 operan mereka, dibandingkan dengan 80.4% milik Juve dari 363 operan.

    Terlepas dari ini, pasukan Allegri terbukti menjadi ancaman serangan terbesar, saat mereka melepaskan 11 tembakan dari dalam kotak dan enam mengarah target dibandingkan dengan satu milik Fiorentina (di keduanya) – Ilicic penalti, yang merupakan penalti keenam yang dicetak sang pemain Slovenia sejauh ini di musim ini.

    Serangan dari sayap kiri: Patrice Evra membuat jumlah terbesar peluang mencetak gol bagi Juventus (empat), sementara Viola terlau fokus terhadap penyerang mereka di sisi kiri

    Ini adalah malam dari awal yang baru bagi Juan Cuadrado, yang mana gol penyeimbangnya di menit keenam adalah gol pertama yang ia cetak dengan menggunakan kepalanya dari total 25 gol Serie A miliknya. Ini juga merupakan gol pertama pemain Kolombia tersebut melawan mantan klubnya dan tercepat bagi klub barunya dalam musim 2015/16.

    Mario Mandzukic, sementara itu, tetap menjadi komponen yang konsisten dari kebangkitan timnya dan Bianconeri selalu memenangkan semua dari tujuh laga dimana pemain Kroasia tersebut mencetak gol.

    Akhirnya, bagi Paulo Dybala, musim ini tampak semakin baik, pemain Argentina tersebut mencetak gol liga yang kedelapan dan kesembilan di seluruh kompetisi sejak kepindahannya dari Sisilia ke Piedmont musim panas ini. Sang penyerang berada dalam mode penyerang yang tajam kemarin, membuat tiga dari empat peluangnya mengarah target, dimana yang terakhir menjadi kulminasi dalam momen mengesankan lainnya, tim dan seluruh pendukun Bianconeri dalam akhir yang luar biasa di Juventus Stadium.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK