09.12.2015 12:00 - in: Liga Champions S

    Statistik dari Seville

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Juventus.com mengulas angka-angka statistik dari laga yang berlangsung cepat, seru dan ketat di selatan Spanyol.

    Hanya satu angka yang akan tersemat di benak para fans Bianconeri hari ini menyusul kekalahan 1-0 pada Rabu dini hari  dari Sevilla di Estadio Sanchez-Pizjuan.

    Juventus akan melaju ke babak 16 besar Liga Champions sebagai penghuni peringkat kedua di bawah Manchester City yang menyalip Juve ke puncak klasemen Grup D setelah menang 4-2 mereka atas Borussia Monchengladbach.

    Ini adalah keempat kalinya (dari 11 penampilan) sang juara Italia lolos ke babak putaran gugur sebagai runner-up, tiga di antaranya di grup yang melibatkan dua klub asal Manchester, United dan City.

    Klasemen akhir Grup D Liga Champions. City dan Juve melaju sementara Sevilla akan berkompetisi di Europa League dari babak 32 besar.

    Sebenarnya, pasukan Massimiliano Allegri bertolak ke selatan Spanyol dengan semangat tinggi, apalagi setelah berhasil mengalahkan tim Andalusia 2-0 di Juventus Stadium di akhir September lalu, namun sebagaimana pria Tuscany itu tegaskan dalam wawancara pasca laganya, Sevilla berbeda secara keseluruhan saat bermain di kandangnya.

    Laga Rabu dini hari itu adalah kemenangan ke-11 Blanquirrojos dalam 12 pertandingan di kompetisi Eropa, dan kekalahan kedua Sang Nyonya Tua dalam 16 laga di Liga Champions, keduanya kekalahan itu didapat dari tangan lawan asal Spanyol.

    Meski klasemen akhir grup berpengaruh pada nasib Bianconeri selanjutnya, statistik dari laga Rabu dini hari lalu itu menunjukkan performa kompetitif dari tim asuhan Allegri dalam pertandingan yang menghibur, terbuka dan ketat tersebut.

    Mengingat tambahan 629 operan (dengan tingkat akurasi 82%), 19 tembakan dan 14 umpan silang yang dilakukan tim tamu, pernyataan Giorgio Chiellini pasca laga nampaknya layak dipercaya bahwa memang benar pasukan Allegri pantas mendapatkan hasil yang lebih baik malam itu.

    Pada laga Rabu dini hari kedua tim banyak melakukan sentuhan di wilayah lawan mereka.

    Beralih kepada penampilan individual mereka yang berseragam hitam dan kuning emas, penghormatan ditujukan sekali lagi kepada bek sayap Brazil, lima peluang diciptakannya adalah yang tertinggi di Sanchez-Pizjuan, dan Claudio Marchisio yang memuncaki daftar jumlah perebutan kembali bola (delapan), tekel (tiga), dan operan jauh sempurna (tujuh).

    Namun bukan yang pertama kali pada musim ini Leonardo Bonucci menjadi pemain paling banyak melakukan operan dalam tim, mengirim bola kepada rekan setimnya 58 kali dengan 67 kali sentuhan bola.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK