15.09.2015 13:00 - in: Liga Champions S

    Tiga pemain kunci Manchester City

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Lawan Bianconeri di Liga Champions itu diperkuat sejumlah pemain kelas dunia. Juventus.com memilih tiga di antaranya untuk diwaspadai dalam pertandingan malam ini.

    Dengan skuat yang dihiasi oleh pemain-pemain kelas dunia, Manchester City telah memulai musim kompetisi domestik mereka dengan penampilan memukau, memenangkan seluruh lima laga pembuka Liga Inggris untuk bertengger di puncak klasemen dan unggul enam poin dari pesaing terdekat.

    Diperkuat salah satu susunan skuad terbaik di dunia sepakbola mulai dari Joe Hart di bawah mistar gawang, Vincent Kompany di lini pertahanan, Yaya Toure, Fernandinho dan David Silva di lini tengah dan Sergio Aguero di lini depan, Citizens diperkirakan banyak pihak akan melaju jauh di Liga Champions musim ini.

    Dari sederet pemain bintang di bawah asuhan Manuel Pellegrini, Juventus.com menengok tiga pemain yang harus diwaspadai secara khusus saat Bianconeri bermain di Etihad Stadium Selasa malam ini.

    VINCENT KOMPANY, 29, BEK

    Sebagai tembok di jantung pertahanan Manchester City, Vincent Kompany telah menjadi instrumen bagi catatan luar biasa timnya dalam hal tak pernah kebobolan sepanjang musim 2015/16 ini. Sebagai tambahan kualitas fisik dan tekniknya yang tinggi yang menjadikan pemain 29 tahun itu salah satu pemain bertahan dengan nilai tertinggi di kancah sepakbola Eropa, pemain tim nasional Belgia itu adalah pemimpin pasukan dan kapten bagi klub dan negaranya. Menjadi figur pemimpin di area penalti timnya, Kompany juga kerap memberi ancaman di lini pertahanan lawan dan telah melesakkan dua gol musim ini, keduanya melalui sundulan saat melawan West Brom dan Chelsea.

    Kompany adalah produk akademi Anderlecht dan menjuarai dua gelar liga bersama tim asal Brussels itu sebelum ditransfer ke Hamburg pada 2006. Setelah dua tahun bermain untuk tim Bundesliga itu, dimana ia menjuarai Piala Intertoto UEFA, sang defender pindah ke Manchester City dan telah berperan penting dalam kebangkitan klub itu saat menjuarai Liga Inggris pada tahun 2012 dan 2014. Selama di City juga menjuarai piala FA dan Piala Liga. Di level individual, Kompany telah terpilih tiga kali dalam lima kali terakhir penganugerahan Tim Terbaik Tahunan versi PFA.

    YAYA TOURE, 32, GELANDANG

    Yaya Toure telah menjadi mesin gelandang Manchester City sejak bergabung dari Barcelona pada tahun 2010. Berfungsi sebagai pengalir bola, pemain Pantai Gading itu memberi perlindungan bagi lini pertahanan selain juga menebar bahaya di lini serang. Dalam 226 pertandingannya bersama Citizens pemain 32 tahun itu telah mencetak 65 gol dan menciptakan 41 peluang berbuah gol dimana tiga assist sudah dihasilkannya musim ini. Toure juga pemain tetap dalam skuat Pantai Gading yang ia kapteni pada saat tim itu menjuarai Piala Afrika awal tahun ini.

    Sebelum tiba di Etihad Stadium lima tahun lalu, Toure sempat berkeliling Eropa dengan bermain untuk tim Belgia Beveren, Metalurg Donetsk, Olympiakos, AS Monaco dan Barcelona, dimana ia menjadi bagian dari tim yang merengkuh enam trofi beruntun yang bersejarah itu pada tahun 2009. Sejak bergabung dengan City ia telah memenangkan empat gelar domestik dan mengincar tambahan gelar bagi timnya di Liga Champions musim ini.

    KEVIN DE BRUYNE, 24, GELANDANG SERANG

    Bergabung musim panas dari Wolfburg, Kevin De Bruyne melakukan debutnya untuk City pada Sabtu lalu sebagai pemain pengganti yang masuk di menit ke-25 untuk menggantikan Sergio Aguero yang cedera. Pemain Belgia itu adalah seorang gelandang lincah, yang cenderung merangsek masuk ke kotak penalti lawan dan kontribusi seringkali menghasilkan ancaman di lini serang. Dalam dua tahun bersama tim Bundesliga, pemain 24 tahun itu membuat 37 assist, rata-rata satu dalam dua pertandingan, serta juga menyarangkan gol sebanyak 20 kali.

    Karir profesional De Bruyne dimulai di Genk, dimana ia menjuarai tiga gelar domestik sebelum bergabung dengan Chelsea pada 2012, namun dipinjamkan kembali ke mantan klubnya dan kemudian ke Werder Bremen di tahun yang sama. Di Jerman Utara-lah pemain tim nasional Belgia itu menanjak namanya dengan raihan 10 gol dan 10 assist dalam semusimnya bersama Bremen, dan ia terus menampilkan performa apiknya di liga tersebut bersama Wolfsburg, yang ia bantu menjuarai DFB-Pokal dan Piala Super Jerman. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Bundesliga pada musim 2014/15.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK