24.11.2015 16:30 - in: Liga Champions S

    Tiga Terbaik dari Tevez

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Saat dua mantan klub Carlos Tevez akan berhadapan malam ini, Juventus.com menghidupkan kembali tiga momen terbaik l’Apache bersama Bianconeri

    Juventus dan Manchester City mungkin tidak banyak memiliki banyak kesamaan, keduanya meraih gelar domestik di beberapa tahun terakhir dan saat ini mewakili liga di Grup D Liga Champions menjadi dua dari sedikit faktor-faktor yang menyatukan Citizens dan Nyonya Tua.

    Kedua klub akan tetapi dapat melihat kembali dari musim tak terlupakan dari Carlos Tevez di Manchester dan Turin, dimana sang penyerang Argentina mengumpulkan jumlah luar biasa yaitu 123 gol di enam musim bersama City (73) dan kemudian bersama Juve (50).

    Tevez mencetak 99 gol liga selama empat tahunnya di Manchester dan dua tahun di Turin

    Tidak ada kesempatan yang lebih baik oleh karena itu dari pada bertemunya dua mantan klub terakhir Carlitos malam ini dalam pertempuran Eropa di Juventus Stadium untuk melihat kembali momen-momen terbaiknya sebagai pemain Bianconeri.

    GOL APACHE DI SAN SIRO
    20/09/2014: Milan 0-1 Juve

    Carlos Tevez telah mencatat 22 gol kemenangan untuk Juve di sepanjang waktunya di Turin dan beberapa gol merupakan gol dramatis, penting atau bahkan tipikal seperti gol menit akhirnya melawan Milan di September 2014.

    Dengan skor seolah buntu di San Siro disamping berbagai usaha dan tekanan tanpa henti terhadap lini pertahanan Rossoneri dan laga membutuhkan sentuhan dari kecerdasan individual, dan Tevez kemudian maju sebagaimana yang biasa ia lakukan secara konsisten di sepanjang musim 2014/15.

    Dalam gaya yang menjadi ciri khas-nya, dengan penuh aksi, sang pemain Argentina memberikan umpan kepada Paul Pogba di batas area penalti sebelum menerima kembali umpan dari Pogba di wilayah kosong di belakang barisan pertahanan Milan.

    Dengan kerja keras yang berhasil, Tevez tetap menjaga ketenangannya saat benar-benar dibutuhkan, melepaskan tembakan ke arah belakang kiper Rossoneri Christian Abbiati yang menuju ke sudut belakang gawangnya, yang kemudian menciptakan suasana suka cita dari para pendukung Bianconeri yang berada di belakang gawang.

    Dan tentu saja, belum merupakan momen Tevez tanpa munculnya dot bayi yang dikenal itu, yang tersimpan di celananya untuk kesempatan selebrasi lainnya.

    KECEPATAN, KEKUATAN, KETENANGAN: KESEMPURNAAN ATAS PARMA
    09/11/2014- Juventus 7-0 Parma

    Saat Stephan Lichtsteiner meraih bola di bawah kontrolnya sebelum melepaskan tembakan ke sudut atas gawang dari jarak 25 yard untuk memberikan keunggulan dua gol dari Parma yang sedang berjuang November lalu, bek asal Swiss tersebut mungkin tidak membayangkan bahwa gol nya akan menjadi salah satu yang terbaik pada sore itu.

    Dan sama indahnya dengan gol Stephan bagaimanapun juga, Tevez memberikan lebih dari usaha bek sayap tersebut sesaat setelah jeda istirahat untuk mencetak salah satu gol terbaik yang pernah disaksikan di kandang sang juara bertahan. 

    Mengambil alih pengiasaan bola dari dalam setengah lapangan Bianconeri, dua kali pencetak gol terbanyak Juve mencatatkan lari tanpa henti sejauh 50 yard, menunjukkan kontrol yang luar biasa, keseimbangan dan ketenangan yang membuat tiga bek Gialloblu tak bisa menghentikannya.

    Mendekati kotak penalti dengan sangat cepat, penyerang Boca Juniors saat ini tanpa ragu menggulirkan bola melewati Antonio Mirante yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencetak gol pertamanya malam itu, yang kedua dilakukan sedikit tidak spektakuler dari yang pertama!

    Dan kurang dari satu tahun kemudian, gol tidak terlupakan Carlitos tersebut terpilih untuk nominasi 10 gol terbaik FIFA Puskas Awards musim 2014/15. Sangat layak.

    DUA GOL DI DORTMUND

    Saat gol Tevez melawan Parma adalah demonstrasi dari kecepatannya dengan bola di kakinya, laga bulan Maret di Dortmund merupakan tentang kekuatan menembak luar biasa yang dimiliki pemain Argentina ini.

    Setelah mencetak tiga gol melawan Malmo di fase grup dan satu lagi di putaran pertama babak 16 besar di Juventus Stadium dua pekan sebelumnya, Carlitos tidak menyia-nyiakan waktu sama sekali dalam menambah catatan golnya di Eropa saat berada di Westfalenstadion, membuka gol di Jerman saat waktu berjalan baru tiga menit.

    Dengan para pendukung yang masih memasuki stadion dan menuju kursi mereka, sang pria Argentina menerima umpan teroboasan Arturo Vidal, memposisikan dirinya dan segera melepaskan tendangan keras menuju gawang Dortmund dari jarak jauh untuk mencatatkan gol tandang yang berharga bagi Bianconeri dan memimpin dengan total agregat 3-1.

    Dua gol sang pemain Argentina tidak menjadi kontribusi terakhirnya bagi perjalanan tak terlupakan Bianconeri ke final bulan Juni di Berlin, setelah sukses mengkonversikan penalti untuk memberikan keunggulan 2-1 bagi timnya di putaran pertama semi-final Liga Champions melawan Real Madrid di Juventus Stadium.

    Setelah meninggalkan Turin menuju Buenos Aires untuk kembali ke Boca yang dicintainya, usaha tak kenal lelah, kengototan yang mengagumkan dan insting mematikan di depan gawang dari pria berusia 31 tahun ini memastikan ia menjadi ikon baik bagi Bianconeri maupun City.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK