05.09.2015 19:00 - in: Kegiatan S

      Trezegol hadir di twitter

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      David Trezeguet hadir di Twitter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sejulah fans, mulai soal masa karirnya sebagai pemain hingga soal UNESCO Cup.

      Sang Presiden Juventus Legends menyempatkan diri untuk berbicara kepada para fans Bianconeri di Twitter hari ini menjelang pagelaran UNESCO Cup Selasa malam nanti.

      Menghabiskan satu dekade bertindak sebagai juru gedor bagi Bianconeri, para suporter menanyakan kenangan-kenangan terbaik dalam karir Trezeguet sebagai pemain.

      Ia memulai dengan kenangan di awal karirnya berikut ini: “laga terbaik yang pernah saya mainkan adalah saat menjuarai Scudetto pertama kalinya di Udinese. Itu adalah laga penting dan kami bermain melawan tim tangguh dan di lain tempat Inter memainkan laga luar biasa mereka melawan Lazio. Kami memenangkan laga kami dan akhirnya merengkuh Scudetto setelah menunggu lama.”

      Pemain depan legendaris itu menyarangkan 171 gol untuk Sang Nyonya Tua, termasuk di antaranya gol-gol indah, namun begitu ia punya gol favoritnya sendiri.

      “Gol terbaik yang saya cetak untuk Juve tentu saja adalah gol lewat tendangan gunting saat melawan Real Madrid karena saat itu adalah laga di Liga Champions dan kami menghadapi tim “Galacticos”. Kemudian rekan-rekan setim saya juga mencetak skor, yang akhirnya membuat kami melaju ke fase berikutnya.”

      “Gol lain yang saya ingat betul adalah saat menang 5-2 di kandang Atalanta. Saya mencetak gol dan melampaui Omar Sivori dalam rekor pemain asing terbanyak dalam perolehan gol. Itulah pencapaian individual terbesar dalam karir saya.”

      Selama sepuluh musim bersama Bianconeri, Trezeguet bahu-membahu bersama Alessandro Del Piero di depan gawang lawan. Tak perlu dikatakan lagi, ia hanya mengatakan beberapa kata soal mitra strikernya itu dengan memanggilnya “sempurna” dan hal kepribadian dan “pemain terbaik” yang pernah bermitra dengannya di Juventus.

      Mengenai ambisi masa depannya, pria 37 tahun itu mengatakan bahwa menjadi seorang pelatih tidak menjadi cita-cita utamanya saat ini, sementara ia juga menggarisbawahi betapa senangnya ia akan tugasnya sebagai duta klub saat ini.

      Mengalihkan perhatian kepada Unesco Cup, Trezeguet mengaku bahwa tak bisa lebih bahagia lagi jika bisa bermitra dengan Fabrizio Ravanelli, Nicola Amoruso dan Salvatore Schillaci di lini depan dalam laga amal Selasa nanti.

      Ia juga menyampaikan penghargaan kepada dua legenda Juventus lainnya, Edgar David dan Paolo Montero, yang juga akan turun dalam tiga hari ke depan.

      “Mereka adalah dua pemain berkelas dunia dan dua figur dengan nama besar. Keduanya pantas mendapat kehormatan tinggi bersama Juve. Yang paling penting dari itu, mereka adalah pemain berkemampuan luar biasa. Saya pikir baik Paolo maupun Edgar masih punya tempat di hati para fans karena mereka memberi rasa bangga. Anda tahu dengan bersama mereka di atas lapangan anda memiliki peluang besar untuk menang.”

      Berbicara mengenai kegiatan bersama Juventus dan UNESCO, Trezeguet kembali mengulas pengalaman-pengalaman hebatnya saat berkunjung ke Republik Afrika Tengah dan Mali, dimana ia memimpin delegasi Bianconeri untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, di sana ia bertemu dengan anak-anak yang banyak memberi inspirasi.

      “Hal utama yang dapat saya petik dari pengalaman itu adalah fakta bahwa kita mengguratkan senyum di wajah-wajah anak-anak itu ketika kita datang bersama Juve. Mereka sangat menyenangi sepakbola dan khususnya sepakbola Italia. Mereka bertanya kepada saya banyak pertanyaan tentang pemain-pemian kita. Yang saya fikir penting adalah melaksanakan dan merencanakan proyek-proyek sekarang ini dan di masa depan.”

      “Karena itulah saya kira pertandingan yang akan kami mainkan Selasa malam nanti akan menjadi penting, untuk membantu anak-anak itu  bukan hanya dengan sebuah proyek tetapi juga mimpi. Mereka punya kehidupan yang berat namun mereka ingin segalanya menjadi lebih baik dan mereka ingin tumbuh.”

      Trezeguet menutup sesi tanya-jawab ini dengan mengulas tim saat ini yang dipimpin oleh Massimiliano Allegri untuk musim 2015/16, termasuk pendapatnya mengenai rekrutan baru dan rekan senegaranya dalam diri Mario Lemina.

      “Banyak perubahan signifikan kepergian beberapa pemain besar, para pemain penting yang banyak berpengaruh di tim ini. Kini beberapa pemain baru telah datang dan bercampurlah pemain berpengalaman dengan pemain muda. Tujuan tetap sama: memenangkan segalanya, dan saya berharap – dan saya yakin – tim ini akan kembali ke jalurnya. Kekalahan juga bisa membantu memberimu semangat, kerja keras, berkonsolidasi dan berkembang. Saya yakin skuad ini sangat menyatu dan mereka memiliki sejumlah pemain kelas atas.”

      “Lemina adalah seorang pemain hebat. Banyak komentar mengenai pemain itu di Perancis. Ia bermain untuk klub besar di Liga Perancis bersama Marseille. Ia datang dengan sebuah hasrat untuk berkembang dan memenangkan segalanya. Ia punya masa depan cerah di hadapannya, meski masih sangat muda. Pelatih akan tahu bagaimana mengeluarkan kemampuan terbaiknya, jadi mari berharap ia dapat melaksanakan tugasnya dan membawa Juventus menjadi lebih baik.”

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK