05.03.2016 21:30 - in: Serie A S

    #AtalantaJuve: permainan angka-angka

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dan dua awal yang berbeda di tahun 2016 hingga koneksi unik Bianconeri-Nerazzurri, Juventus.com menyajikan beberapa angka penting jelang pertemuan malam ini
    MENDUKUNG BIANCONERI DI BERGAMO

    Alaminya, pendukung Juventus harus mendukung timnya kemanapun mereka pergi bertandang namun hanya sedikit arena yang menjadi saksi kemenangan Bianconeri di lebih banyak kesempatan dibandingkan dengan Stadion Atleti Azzurri d’Italia milik Atalanta akhir-akhir ini.

    Dari sudut manapun anda mendekatinya, sejarah dari laga ini berpihak banyak kepada sang juara bertahan. Dimulai dengan kemenangan 1-0 di tahun 1937 melalui gol Mario Bergonzini, Juve secara impresif menang 61 kali dari 107 laga tandang mereka melawan Nerazzurri termasuk seluruh tiga kemenangan di delapan pertemuan terakhir.

    Alvaro Morata mencetak gol Juventus pertamanya untuk menciptakan kemenangan kedelapan beruntun di Bergamo

    Dan, jika rentetan kekalahan tersebut tidak cukup, 24 poin yang diraih dari genggaman tuan rumah hari Minggu tersebut merupakan jumlah yang sama dengan gol yang mereka terima, dengan rata-rata 3 gol per laga.

    Masih ada lagi, tim asal Bergami ini telah kalah (61) dan kebobolan (197) lebih banyak saat melawan Juventus dari pada saat melawan tim Serie A lainnya. Dengan perhitungan itu, kita bisa saja melihat gol ke-200 Juve ke gawang Atalanta akhir pekan ini...

    SELAMAT TAHUN BARU?

    Sering dianggap sebagai kesempatan untuk memulai dengan baru dan membuka lembaran kehidupan yang baru, pergantian tahun ini memberikan keberuntungan yang berbeda bagi Juventus dan Atalanta.

    Dimulai dengan Juventus, pasukan Massimiliano Allegri telah memenangkan sembilan laga dan satu kali imbang dari sepuluh laga mereka di tahun 2016, meraih poin tertinggi di liga dengan 27 poin dalam prosesnya. Tambahkan dalam catatan itu delapan clean sheet di Serie A dan terlihat jelas bahwa ini sudah diputuskan sebagai tahun baru yang bahagia bagi pasukan Bianconeri.

    Nerazzurri asuhan Edoardo Reja justru sebaliknya telah mengalami awal yang kering di 2016 yang memperlihatkan mereka hanya menambahkan enam poin ke jumlah poin mereka di klasemen (enam hasil imbang, empat kekalahan), lebih sedikit dari tim manapun di divisi.

    Langkah yang sulit ini sangat kontras dengan awal musim 2015/16 mereka yang menjanjikan dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang dari sepuluh laga pembuka mereka, termasuk tentu saja satu kekalahan 2-0 di Juventus Stadium pada akhir Oktober.

    Sejak saat itu, pasukan Reja tergelincir empat posisi di klasemen dan sekarang berada di posisi 13. Sedangkan catatan 15 kemenangan beruntun tentu saja memperlihatkan Juve bangkit dari posisi yang sama ke posisi pertama dalam periode yang sama.

    KONEKSI NERAZZURRO-BIANCONERO

    Sementara Simone Padoin merupakan pemain paling dikenal dari kedua tim yang tampil baik untuk Juventus dan Atalanta, membuat 122 penampilan bagi tim asal Bergamo tersebut sebelum pindah ke Turin pada Januari 2011, ia ternyata bukan satu-satunya pemain yang mewakili kedua tim di beberapa tahap dalam karirnya.

    Simone Padoin tampil sebanyak lebih dari 100 laga bagi Atalanta sebelum pindah dari Bergamo ke Turin pada Januari 2011

    Selain Padoin adalah sesama mantan Nerazzurro Simone Zaza, yang lulus dari akademi Atalanta pada Maret 2009, serta beberapa mantan Bianconeri yaitu Marco Borriello, Guglielmo Stendardo and Andrea Masiello.

    Dari nama-nama tersebut, pendatang baru mereka Borriello mungkin adalah pemain yang harus diwaspadai, setelah mencetak dua gol di tiga laga melawan Juventus, yang terakhir adalah saat ia bersama Carpi yang kalah 3-2 dari Bianconeri pada bulan Desember.

    GOL-GOL DAN DIMANA KITA BISA MENEMUKAN MEREKA

    Sementara gol-gol terakhir dari Leonardo Bonucci dan Alvaro Morata di kemenangan 2-0 atas Inter akhir pekan lalu adalah gol penting dan krusial dalam konteks perburuan gelar, mereka juga menyajikan hal lain di luar untuk kepentingan trivia: gol Leo dan penalti Alvaro menambah jumlah gol Juve yang dicetak di babak kedua menjadi 27, satu gol lebih dari yang diraih Atalanta (26) di sepanjang musim.

    Jika Bianconeri akan menambahkannya secara keseluruhan di hari Minggu maka sepertinya duet penyerang Paulo Dybala dan Mario Mandzukic memiliki andil dengan hal itu.

    Terlepas dari menjalani tiga laga tanpa gol sejak pertama kali datang dari Palermo pada musim panas ini, Dybala memiliki andil di 21 (13 gol, delapan assist) dari seluruh 44 gol tim musim ini, sementara Mandzukic, seperti Morata sebelumnya di tahun 2014, mencetak gol Serie A pertamanya melawan Atalanta pada pertemuan pertama musim ini.

    Sementara bagi tuan rumah, jika mereka akan menjadi tim pertama yang menjebol pertahanan Juventus sejak terakhir kali Sampdoria melakukannya pada 10 Januari, mereka tidak diragukan lagi akan mengandalkan umpan akurat dari situasi bola mati.

    Bukan hanya karena Orobici melepaskan lebih banyak umpan silang (549) dari pada tim lain selain Lazio (612) sejauh musim ini, mereka juga menikmati kesuksesan yang cukup tinggi dari sepak pojok, sebagai sumber dari 19% gol mereka musim ini.

    Terlepas dari siapa dan dari mana gol pembuka malam ini hadir ke salah satu tim, mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah kapan penentuan hasil akhir laga itu terjadi: Juventus belum pernah gagal melepaskan satu poin ketika mereka unggul lebih dulu di laga tandang musim ini, sementara Atalanta belum kalah saat dalam posisi menang di kandang.

    Rekor mana yang tetap tidak tersentuh saat waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB malam nanti?

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK