04.12.2016 15:00 - dalam: Serie A S

    #JuveAtalanta: lima poin penting

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Alex Sandro, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, kemenangan kandang lainnya dan sebuah momen refleksi di Juventus Stadium
    1. ALEX SANDRO YANG LUAR BIASA

    Alex Sandro tidak diragukan lagi telah menjadi salah satu pemain Juventus paling konsisten sejauh ini sejak tiba di Turin dari Porto pada bulan Juli tahun lalu.

    Memimpin daftar Serie A untuk menciptakan peluang-peluang dalam sejauh musim ini, Alex tidak diragukan lagi akan merasa bahagia ketika akhirnya menambah satu gol dalam penampilan kreatifnya yang terus berlanjut pada musim ini, dengan mencetak gol pertama musim ini yang dilakukannya dengan sangat luar biasa untuk membawa Bianconeri melaju saat melawan Atalanta kemarin malam.

    Sering terlihat mengelabui penjaganya dan menuju ke ujung garis lapangan dengan melepaskan umpan silang, pemain Juve dengan nomor punggung 12 ini menunjukkan senjata rahasianya dalam kemampuan menyerang dengan menembus area penalti, melewati dua pemain bertahan dan melepaskan tendangan yang dengan sempurna melewati kiper Marco Sportiello di tiang dekat.

    Tiga gol dalam seragam hitam dan putih saat ini bagi Sandro – gol di hari Sabtu merupakan yang pertama di Juventus Stadium – dan beberapa akan bertaruh bahwa ia akan menambah catatan golnya dalam beberapa bulan ke depan seperti betapa pentingnya dirinya dalam rencana Nyonya Tua.

    2. PENCETAK GOL SUPER MARIO

    Selain golnya, gemuruh tepuk tangan penghormatan yang diberikan para pendukung tuan rumah kepada Mario Mandzukic saat pemain Kroasia itu diganti 13 menit sebelum laga berakhir mungkin adalah yang paling nyaring terdengar malam itu.

    Bersamaan dengan ditariknya Mario dari laga, Ia dapat melihat sesaat penampilannya dalam satu setengah bulan terakhir yang membuat pria besar tersebut meraih penghargaan Pemain Terbaik bulan November – satu penghargaan yang diterimanya sebelum kick-off semalam – dan mencetak lima gol dalam tujuh laga di seluruh kompetisi.

    Bahkan sebelum melompat dan menyundul untuk mencetak gol ketiga Juve malam itu dari sepak pojok Miralem Pjanic, Mandzukic benar-benar memberikan performa yang menyeluruh di Juventus Stadium.

    Tidak kenal lelah dalam menekan di lini depan, selalu bergerak dalam penguasaan bola baik saat ia berada di depan gawang  maupun saat berlari menembus pertahanan Atalanta dari sisi kiri dalam lini serang Bianconeri, Mario bahkan melakukan penyelamatan terbaik pada laga malam itu di area penaltinya sendiri, menghasilkan dua penyelamatan bersih di depan garis gawang Buffon secara beruntun saat skor 2-0 sebelum paruh waktu.

    Satu tembakan, satu gol, 16 dari 27 operan terselesaikan, tujuh tekel, dua kali menahan tembakan: performa juara.

    3. PJANIC MEMBUKTIKAN LAGI

    Dua situasi bola mati yang sempurna lagi, dua assist menentukan lagi bagi Miralem Pjanic.

    Pjanic kini memiliki andil dari delapan gol (empat gol dicetaknya, empat assist) sejauh musim ini di Serie A, lebih banya dari pemain Juventus manapun dan kemarim malam merupakan salah satu penampilan luar biasa meskipun tidak terlalu terlihat sejak ia tiba dari Roma musim panas ini.

    Beroperasi di belakang penyerang Mandzukic dan Higuain, pemain asal Bosinia ini dengan bebas menjelajahi kedua lini dan memecah pertahanan Atalanta, menuntaskan 73% dan operan terarahnya di setengah wilayah lawan.

    Dengan Claudio Marchisio, Sami Khedira dan Stefano Sturaro memperoleh kembali dan menguasai bola di belakangnya, Pjanic kini tumbuh dalam peran yang lebih sedikit bertahan-disiplin melawan Nerazzurri dan memperoleh pujian dari pelatih Massimiliano Allegri: “Pjanic bermain dengan baik dan menunjukkan kualitasnya. Ia jelas sangat banyak membantu dalam situasi bola mati dan dua dari gol-gol kami malam ini hadir dari sepak pojok. Ia sedikit lebih bebas dengan bermain di antara dua penyerang dan saya pikir ia dapat bermain baik di posisi tersebut.”

    4. DUA PULUH EMPAT DAN MASIH AKAN BERLANJUT

    Satu kekalahan tandang pekan lalu, satu minggu penuh untuk berkumpul dan mempersiapkan untuk laga selenjutnya, stadion yang penuh: dengan semua hal itu, hanya akan ada satu hasil yang terjadi di Juventus Stadium kemarin malam.

    Setelah kemenangan 3-1 hari Sabtu malam lalu, Juve kini memenangkan seluruh 24 laga kandang terakhir mereka, sebuah catatan yang dimulai sejak awal Oktober 2015.

    Lebih hebatnya lagi, pasukan Allegri bahkan telah mengawali putaran kedua dari tim-tim papan atas; Fiorentina, Sassuolo, Sampdoria dan kini Atalanta telah dua kali dihadapi dalam masa tersebut.

    Hanya Roma, tim terakhir yang akan berkunjung ke rumah sang juara pada 17 Desember, berada di tengah jalan tahun 2016 yang sempurna.

    5. FORÇA CHAPE

    Melihat hal lain di luar lapangan, kalimat terakhir di artikel ini ditujukan kepada para keluarga dari 71 staf dan pemain klub asal Brazil Chapecoense.

    Kenangan-kenangan dari mereka yang kehilangan nyawanya secara tragis dalam kecelakaan pesawat terbang di Kolombia dihormati di Juventus Stadium kemarin malam dengan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum kick-off: dengan cahaya lampu ditemaramkan dan lambang tim ditampilkan di layar besar, para suporter dan pemain bersama-sama memberikan penghormatan terdalam mereka untuk para korban dan keluarga terdekat mereka.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK