02.12.2016 17:00 - dalam: Serie A S

      #JuveAtalanta: nama dan angka kunci

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Pimpinan liga, Juventus, menghadapi tim Atalanta yang sedang bagus di Serie A dalam sebuah laga yang menjanjikan akan menjadi salah satu pertemuan paling menarik antara kedua tim sejarah terbaru...
      LAGA-LAGA YANG TELAH LALU

      Di atas kertas ini adalah laga yang tidak perlu banyak dikhawatirkan Juventus di masa lalu. Pertunjukan pada Minggu dini hari (4/12) nanti (peluit awal pukul 02.45 WIB) di Turin antara pimpinan liga dan tim Atalanta yang sedang performanya bagus di Serie A ini akan menjadi pertemuan ke-109 antara kedua tim dan, dalam hal posisi relatif di klasemen, bisa dibilang salah satu yang paling signifikan.

      Bianconeri telah mengalahkan lawan Minggu dini hari nanti yang saat ini bertengger di posisi kelima 21 kali dalam 23 pertemuan terakhir di kandang sendiri dan tidak pernah kalah dari Nerazzurri sejak Oktober 1989: 61 gol dengan rata-rata 2,3 gol per-pertandingan telah menghujam ke gawang tim tandang sepanjang periode itu.

      Sebuah gol dan sebuah umpan berbuah gol Paulo Dybala menyusun sebauh kemenangan telak 2-0 musim lalu.

      Jadwal pertandingan memperlihatkan bahwa dua dari lima perayaan Scudetto terakhir Juve ditandai dengan lawatan Atalanta (2012 dan 2014) sementara kemenangan 2-0 musim lalu terjadi di awal rentetan kemenangan beruntun Sang Nyonya Tua di 23 laga kandang.

      Namun seperti yang akan segera kita ketahui, laga akhir pekan ini akan menjadi yang terketat.

      PERFORMA AKHIR-AKHIR INI

      Sementara Massimiliano Allegri dengan cepat menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menggambarkan laga Minggu dini hari nanti sebagai sebuah pertandingan penting dalam perebutan gelar, sebagian besar karena performa bagus Atalanta akhir-akhir ini yang menjadi pusat perhatian utama.

      Sebagai hasilnya, mereka duduk di belakang Juve (12) sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik kedua di Serie A (14).

      Tim-tim seperti Inter dan Roma takluk di tangan tim tamu di Juventus Stadium di Minggu dini hari itu sejak akhir Oktober dan klub berbasis di Bergamo itu akan tiba di Turin dengan peluang terbaik mencatatkan kemenangan kelima dalam 54 lawatan ke Piedmont.

      Memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkan Bianconeri di kandang mereka sendiri adalah satu hal, mencapainya adalah hal lain lagi.

      23 kemenangan beruntun Juve adalah kemenangan beruntun di kandang terpanjang di lima liga utama top Eropa, kurang dari 25 kemenangan rekor klub di musim 2014/15. Ketika itu, kemenangan 2-0 atas Atalanta di bulan Oktober 2015 adalah kemenangan kedua dari panjang catatan laga yang kini lebih dari 12 bulan.

      Sebuah kemenangan, disusul oleh kemenangan lagi atas Roma dalam dua pekan ke depan akan membuat anak asuh Allegri menghabiskan tahun 2016 tanpa kehilangan satu poin pun di Serie A di Juventus Stadium sekaligus tentunya menjaga mereka untuk tetap terdepan dalam perebutan Scudetto kala memasuki tahun baru.

      PEMAIN KUNCI

      Pusat kesuksesan Atalanta sejauh ini di musim ini adalah berkat kehadiran pemain-pemain muda menjanjikan dari akademi klub yang telah diperbarui.

      Pemain-pemain seperti bek tengah Mattia Caldara, bek sayap Andrea Conti, gelandang Franck Kessie dan Roberto Gagliardini dan pemain depan Andrea Petagna telah bermain impresif dalam beberapa bulan terakhir, dimana Caldara, Kessie dan Petagna melakukan debut mereka di Serie A.

      Fakta bahwa sang pemain Pantai Gading berusia 19 tahun itu adalah pemimpin daftar pencetak gol terbanyak Atalanta di Serie A musim ini  (lima), adalah suatu tanda bahwa sang pemain muda tidak hanya berdampak langsung bagi timnya melainkan juga bahwa gol-gol La Dea (julukan Kessie) datang dari berbagai penjuru lapangan.

      Gelandang Franck Kessie adalah pencetak gol terbanyak Atalanta dengan lima gol di musim ini.

      Gelandang serang Jasmin Kurtic, yang beroperasi sedikit lebih jauh ke depan dan normalnya berposisi di belakang dua pemain depan tengah, mengikuti Kessie dengan empat gol dan seperti Kessie yang akan perlu dikawal lebih ketat oleh lini bertahan Bianconeri, kedua pemain telah menunjukkan ketajaman melampaui para penyerang dan berada di posisi berbahaya di kotak penalti.

      Karena itu, sumber utama gol-gol Atalanta musim ini adalah dari eksekusi bola mati. Pasukan Gasperini telah mencetak 13 gol ke gawang lawan dengan cara semacam itu, sembilan di antaranya berawal dari sepak pojok, kedua angka angka yang menyisihkan setiap tim lain di Serie A.

      Mungkin tidaklah mengejutkan, lini bertahan Atalanta adalah yang paling dibicarakan di Serie A (tujuh gol dicetak) begitu juga berada di antara Atalanta yang pertahanannya sangat solid (14 lini bertahan terbaik (14 gol kebobolan).

      Penyerang dengan penampilan hebat, Petagna, adalah pemain yang perlu diwaspadai: Mantan pemain muda Milan itu sedang menikmati performanya, mencetak seluruh tiga gol di liga sejauh ini dalam empat pertandingan terakhir.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK