16.12.2016 11:30 - dalam: Serie A S

    #JuveRoma: nama-nama dan angka-angka kunci

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Tim posisi pertama bertemu dengan posisi kedua dinihari nanti saat Roma berkunjung, dan inilah pratinjau ekstra mendalam jelang pertandingan besar di Juventus Stadium
    DUA TIM TERATAS SALING BERTEMU

    Terdapat alasan mengapa Juventus dan Roma masing-masing menjadi yang pertama dan kedua di tabel klasemen liga: mereka telah meraih poin demi poin secara konsisten sejak musim panas, dan tidak mengejutkan jika melihat mereka berada di dua teratas tabel klasemen jelang pertemuan keduanya di Juventus Stadium.

    Giallorossi melakukan lebih baik secara garis besar dalam 10 laga Serie A terakhir dengan delapan kemenangan dan satu hasil imbang, yang berarti mereka memperoleh satu poin lebih banyak dari tim tuan rumah dalam periode tersebut.

    Pasukan Luciano Spalletti, sementara itu, memiliki hasil jauh lebih baik di kandang sendiri dibandingkan saat tandang pada musim ini (tiga kekalahan dan dua hasil imbang dalam delapan laga tandang) dan perlu memperbaiki tren tersebut akhir pekan ini jika mereka ingin memperkecil jarak dengan pimpinan liga.

    Kemenangan pertama bagi tim tamu di Juventus Stadium akan membuat mereka tinggal berjarak satu poin dengan sang juara bertahan, sementara kemenangan kandang ketujuh beruntun atas Roma akan memisahkan keduanya dengan selisih tujuh poin saat memasuki Tahun Baru.

    Ini semua akan menjadi laga mati-matian...

    PEMAIN UTAMA

    Menuju laga Sabtu malam di Juventus Stadium, sangat mudah mengetahui mengapa semua orang akan memfokuskan perhatian mereka pada pemain-pemain di lini depan.

    Bagaimanapun juga, pertandingan ini akan melibatkan pemain yang sama-sama berada di daftar pencetak gol terbanyak, Edin Dzeko, dan secara potensial seluruh tiga penyerang Juve, yaitu Gonzalo Higuain, Mario Mandzukic dan Paulo Dybala, yang akan membuat pertemuan kali ini menjadi pertemuan paling menarik sejauh musim ini.

    Dzeko, yang saat ini bergabung dengan penyerang Inter Mauro Icardi dengan 12 gol di Serie A, mungkin memang sedang menjalani periode yang kurang subur musim ini dengan dua gol di enam laga terahir, namun lini pertahanan Bianconeri perlu berada di penampilan terbaik mereka untuk menghentikan pemain internasional Bosnia ini, yang juga telah mencetak lima gol di Liga Eropa, untuk menambah kewaspadaan akan ancamannya di Turin.

    Usai mencetak tiga gol di dua laga terakhirnya, Higuain memiliki catatan performa terbaik di waktu yang tepat dan akan bertujuan untuk mencetak gol lagi di laga besar liga musim ini setelah mencetak gol melawan Fiorentina, Napoli dan, tentu saja, Torino akhir pekan lalu.

    Dan jangan abaikan Mandzukic ataupun Dybala, yang keduanya mampu untuk menunjukkan kualitasnya: dalam kasus Mandzukic, kontribusi dapat diberikan dari manapun di seluruh penjuru lapangan jika melihat penampilan-penampilan terakhirnya. Dari assist menentuan di serangan hingga menahan tendangan di lini pertahanan, Mario jelas mengutamakan tim di atas segalanya.

    Kemudian masih ada Paulo Dybala, yang telah dirasakan kehadirannya di lini depan sejak pulih dari cedera, terutama dribel dinamis dan operan tepat sasaran ke Miralem Pjanic untuk gol ketiga dan terakhir Juve di derby akhir pekan lalu.

    Pjanic sendiri akan mencoba untuk menunjukkan kualitasnya sendiri juga dalam pertemuan pertama dengan mantan klubnya sejak pindah dari Roma ke Turin musim panas ini.

    Terakhir namun bukan berarti tidak penting, jelas layak memperoleh perhatian terhadap pentingnya Radja Nainggolan terhadap lini tengah Roma. Pemain Belgia yang selalu sulit ditaklukan, beroperasi dari kotak ke kotak, sering melakukan tekel sama seringnya dengan mencetak gol dan terutama di pertandingan besar setelah golnya melawan Lazio dan Milan di dua laga terakhirnya.

    REKOR-REKOR TERAKHIR VS. ROMA

    Rekor Juventus melawan Roma sangat enak untuk dibaca oleh penggemar Bianconeri, terutama dalam beberapa pertemuan terakhir.

    Empat belas kemenangan, lima hasil imbang dan tiga kekalahan memberikan gambaran positif atas dominasi Nyonya Tua dalam 12 tahun terakhir. Lebih jauh lagi, Juventus hanya gagal satu kali untuk mencetak gol dalam jangka waktu ini: Februari 2013 di Stadion Olimpico Roma.

    Bianconeri juga mencatatkan rekor 100% atas klub ibu kota tersebut di Juventus Stadium dan bahkan beberapa di antaranya mencatatkan skor yang besar.

    Di sepanjang lima kemenangan kandang ini, Juventus telah mencetak 15 gol dibandingkan dengan Roma yang hanya bisa mencetak 3 gol.

    PRESTASI MENJANJIKAN DI DEPAN MATA?

    Kemenangan keenam di Juventus Stadium atas Roma juga mengartikan bahwa pasukan Massimiliano Allegri telah memenangkan tiap laga kandang di sepanjang 2016, yang juga akan menyamai rekor kemenangan kandang beruntun di Serie A, yang sebelumnya terjadi pada Agustus 2013 hingga November 2014.

    Terakhir kali mereka gagal meraih poin di hadapan para suporter mereka sendiri adalah pada September 2015 melawan Frosinone – memori yang cukup jauh!

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK