18.02.2016 14:30 - in: Serie A S

      Bologna di rumah mereka sendiri

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Dengan kunjungan Bianconeri pada hari Jumat besok mewakili pertandingan kandang ke-14 Bologna sejauh musim ini, Juventus.com melihat bagaimana nasib sebelumnya dari pasukan Roberto Donadoni di depan fans mereka sejauh ini
      DONADONI DI DALL’ARA

      Secara umum Bologna pada musim ini memulai liga dengan catatan kurang baik dibawah mantan manajer mereka Delio Rossi, sebelum mereka tancap gas bersama Roberto Donadoni, hal tersebut menggambarkan tentang performa klub di Stadio Renato Dall'Ara, di mana Juventus akan menjadi pengunjung pada Jumat malam.

      Saat bersama Rossi di awal musim, Rossoblu hanya meraih tiga poin dari lima pertandingan kandang, yaitu kemenangan pada bulan September melawan Frosinone, sisanya mereka kalah oleh Sassuolo, Udinese, Palermo dan Inter.

      Kedatangan Donadoni segera membawa kemajuan di rumah mereka sendiri, kemenangan 3-0 atas di pertandingan pertamanya bertugas sebelum mendapatkan hasil imbang 2-2 dengan Roma dan secara luar biasa menang 3-2 atas pemimpin liga saat itu, Napoli.

      Meskipun kekalahan sempat mereka alami menghadapi sesama penghuni papan tengah klasemen Empoli dan Chievo, tim asal Emilia Romagna kembali mencatatkan hasil yang baik di depan fans mereka sendiri, di mana mereka tak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di kandang berkat raihan satu poin atas tim papan atas Lazio dan Fiorentina serta kemenangan 3-2 atas Sampdoria pada 31 Januari.

      Rekor kandang Bologna mengalami peningkatan, namun tetap berada di peringkat terburuk keenam di Serie A musim ini
      MINIM TEMBAKAN

      Total Bologna telah menciptakan 140 tembakan di kandang adalah yang terendah kedua di Serie A musim ini, mereka hanya unggul atas Sampdoria (132), sementara hanya Carpi (43), Empoli (45) dan Udinese (47) yang memiliki upaya lebih sedikit untuk tembakan ke arah gawang dari Rossoblu (48).

      Jika mereka telah berjuang keras untuk menguji kiper lawan, tim ini setidaknya telah meningkatkan catatan perbaikan di Dall'Ara. Memang, 18 gol yang dicetak di depan pendukungnya di kandang mereka sendiri adalah tergolong sedikit di atas rata-rata liga (17,9).

      MEMENANGKAN BOLA KEMBALI

      Untuk sebuah tim yang tidak cenderung untuk menikmati mayoritas penguasaan bola di kandang (penguasaan bola rata-rata 46,12 persen merupakan terendah ketujuh di Serie A), Bologna setidaknya sangat mahir dalam memenangkan bola kembali, termasuk yang tertinggi dengan 905 kali.

      Adam Masina membuat tekel terbanyak untuk Bologna musim ini (56) dan memotong operan lawan terbanyak (72)

      Sementara penggemar Rossoblu setidaknya terhibur dengan tim keenam yang banyak melakukan tekel di liga (191), mereka berada di belakang Carpi (226), Sampdoria (209), Palermo (207), Verona (196) dan Atalanta (193).

      Untuk semua kerja keras mereka dalam bertahan, bagaimanapun, pasukan Donadoni menderita salah satu catatan terburuk untuk memberikan peluang mencetak gol kepada lawan. Memang, 54 tembakan ke arah gawang mereka hanya lebih rendah dari Sampdoria (75), Palermo (69) Frosinone (69) dan Verona (61).

      BAHAYA DESTRO

      Jika rumah adalah tempat terbaik untuk hati, maka tempat terbaik Mattia Destro pastinya juga berada di Dall'Ara, di mana ia telah mencetak tujuh dari delapan gol di liga musim ini. hanya saja gol mantan penyerang Roma dan Milan ini di luar Bologna kebetulan datang akhir pekan lalu saat melawan Udinese.

      Barisan pertahanan Bianconeri akan waspada terhadap Destro, mengingat tingkat mengkonversi nya hanya di bawah 50 persen dari usahanya menemui target (15).

      Mattia Destro telah mencetak tujuh dari delapan golnya di liga musim ini di Stadion Dall’Ara

      Beberapa pemain telah menciptakan peluang mencetak gol lebih tinggi dari sang penyerang yang hanya menciptakan delapan gol di kandang sejauh musim 2015/16, tetapi ada nama spesial dari para pemain yang telah melakukannya. Anthony Mounier menciptakan sebanyak 14 peluang yang membuatnya menjadi pemain paling kreatif dari starting XI reguler dan pemain asal Prancis akan mencari gol kedua nya dalam beberapa pertandingan melawan Juventus, setelah menjebol gawang kawalan Gigi Buffon pada bulan Oktober.

      Sementara itu, operasi di sisi yang berlawanan, mantan Bianconero, Emanuele Giaccherini memiliki rataan gol terbaik dengan tiga gol datang dari empat tembakan ke arah target.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK