06.04.2016 11:30 - in: Serie A S

      Catatan penting Primavera sebelum final Coppa

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Tim Primavera yang di latih Fabio Grosso semakin dekat untuk menatap leg pertama final Coppa Italia melawan Inter pada hari Kamis, Juventus.com memberikan ulasan untuk tim Primavera sejauh musim ini

      Tiga puluh kemenangan dari tiga puluh lima pertandingan dalam negeri, berada di puncak klasemen liga dengan satu trofi sudah dalam genggaman saat berlaga di turnamen lain.

      Singkatnya, ini adalah musim yang mengesankan bagi Primavera sejauh ini dimana mereka akan memasuki pertandingan putaran pertama final Coppa Italia melawan Inter di Juventus Stadium.

      Bagi mereka yang bertanya pada diri sendiri bagaimana pasukan muda Fabio Grosso tiba di posisi kuat seperti ini, bagian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan itu dengan melihat dari dekat cerita primavera di semua kompetisi musim ini.

      MENIKMATI KEMENANGAN BERUNTUN DI COPPA

      Semuanya dimulai pada Rabu sore di akhir September, Bianconeri dibuat untuk bekerja lebih keras pada lebih dari satu kesempatan di tahap pembukaan mereka di ajang Coppa Italia.

      Pertandingan pertama adalah saat melakukan kunjungan ke Como, gol yang dicetak oleh Mattia Vitale, King Udoh dan Luca Clemenza membuat Primavera berbalik dari ketertinggalan menjadi meraih kemenangan dengan skor 3-2.

      Sampdoria dan Spezia menjadi lawan Bianconeri dalam dua putaran berikutnya, dimana kedua pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-1 berkat gol dari Carlos Blanco Moreno dan Clemenza melawan mantan klubnya serta Gabriele Bove dan Oumar Toure dalam duel ketat di babak 16 besar di Liguria.

      Setelah tiga kemenangan beruntun dengan hanya margin satu gol, pasukan Fabio Grosso meraih kemenangan 3-0 saat bertandang ke Genoa pada bulan Januari. Andrea Favilli mencetak dua gol pembuka setelah menerima umpan matang dari bek sayap Pol Lirola dan Claudio Zappa, dua gol tersebut semakin menunjukkan mengapa ia menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim dengan 14 gol di semua kompetisi sebelum Clemenza menambahkan keunggulan dan mencatatkan namanya di papan skor.

      Fiorentina adalah tim yang menunggu untuk di dua putaran laga semi-final. Tidak pernah ada laga mudah ketika bertandang ke Florence, tetapi gol pada menit ke-44 oleh Grigoris Kastanos membuat Juventus mendapat keuntungan untuk pertandingan putaran kedua di Vinovo, di mana Clemenza membuktikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dengan mencetak gol keempatnya di Coppa Italia sebelum Fabio Morselli dan Kean Moise Bioty semakin mempertegas langkah mereka ke final.

      PEMIMPIN LIGA

      Primavera terbang tinggi di puncak klasemen, itu termasuk bagian kecil dari 12 kemenangan beruntun mereka antara awal November dan akhir Februari - kebetulan memiliki periode waktu yang sama di mana pasukan Massimiliano Allegri mencatatkan 15 kemenangan berturut-turut mereka di Serie A.

      Kemenangan pertama dari catatan mengesankan ini adalah mencukur Sassuolo dengan skor 4-0, tidak diragukan lagi itu mewakili momen kunci, tapi mungkin bahkan yang lebih penting adalah saat memperoleh tiga poin melawan tim yang lebih berat yaitu Fiorentina dimana Nicolò Pozzebon mencetak gol ketujuhnya dalam pertandingan keenamnya di liga.

      Setelah mencatat enam kemenangan berturut-turut sebelum periode awal tahun, tes terbesar berikutnya yang dihadapi Grosso adalah mempertahankan momentum sebelum Natal hingga mencapai Tahun Baru.

      Hanya jadwal kedua pada bulan Januari, Primavera menghadapi masalah kecil dari Derby Della Mole melawan rival sekota, Torino. Tertinggal 1-0 di babak pertama, Bianconeri kemudian berhasil keluar dari tekanan, Favilli mencetak gol penyama kedudukan tak lama setelah istirahat sebelum Fabio Morselli menjadi penentu kemenangan pada menit akhir yang dramatis, seperti biasa Juve menunjukkan sikap tidak pernah menyerah hingga menit akhir.

      Bukti selanjutnya dari Primavera untuk pertandingan besar datang lagi pada awal Februari, ketika mereka menghadapi tim peringkat kedua Virtus Entella di Vinovo. Pol Lirola dan Francesco Cassata menjadi pencetak gol bagi sang pemimpin liga pada hari itu dalam kemenangan 2-1.

      Meskipun pasukan muda Grosso kehilangan poin penuh dari Sampdoria dan Sassuolo, kemenangan 1-0 atas Novara akhir pekan lalu telah memastikan bahwa mereka tetap unggul dua poin dari Virtus Entella dengan keunggulan satu pertandingan tersisa.

      KEMENANGAN DI VIAREGGIO 

      Minggu lalu menandai momen Primavera mengakhiri empat tahun menunggu untuk mengangkat Piala Viareggio untuk kesembilan kalinya dalam sejarah mereka, melihat mereka berada di posisi teratas dalam daftar pemenang terbanyak sepanjang masa bersama dengan Milan.

      Menjaga clean sheet dan mencetak sembilan gol dalam tiga pertandingan grup mereka, Juve melenggang melewati wakil Argentina, Camioneros dan L.I.A.C. New York, sementara juga mengatasi tim yang lebih kompetitif Crotone untuk mencapai tahap sistem gugur.

      Pertandingan berikutnya di tahap sistem gugur adalah melawan salah satu favorit turnamen, Milan, banyak yang memprediksi pertandingan akan berjalan ketat, tapi ternyata masih jauh dari prediksi dimana Juve melenggang dengan mudah melalui gol dari Pozzebon, Gabriele Bove, Alessio Di Massimo dan Morselli. Empat - kosong skor akhir.

      Pemain yang didatangkan pada musim dingin Joss Didiba mencetak dua gol dalam kemenangan di babak perempat final (3-1) atas Bologna, membuka jalan untuk mendapatkan tempat di semi-final melawan Spezia.

      Lawan yang bertujuan untuk balas dendam setelah di singkirkan di Coppa Italia musim ini, tim asal Liguria akhirnya membuat pasukan Grosso harus bersusah payah di Tuscany, adu penalti akhirnya menjadi satu-satunya yang membedakan hasil akhir laga ini setelah bermain imbnag 2-2 pada waktu normal. Kastanos, Lirola dan Yoan Severin sukses mencetak gol dalam kemenangan 3-2 melalui adu penalti.

      Yang terakhir adalah partai final menghadapi Palermo, di mana gol dari dua pemain terbaik turnamen Kastanos dan Guido Vadalà disamakan oleh dua gol Antonino La Gumina. Dengan pertandingan yang tampaknya ditakdirkan untuk adu penalti kedua secara berturut-turut, pemain yang masuk di babak kedua Di Massimo sukses mencetak gol kemenangan di menit ke-75 untuk mengambil trofi kembali ke Turin.

       

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK