30.01.2016 11:30 - in: Serie A S

      Chievo di Bentegodi

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Dengan laga hari Minggu ini menandai laga ke-11 Chievo di Stadion Bentegodi musim ini, Juventus.com melihat kembali sepuluh laga kandang mereka sebelumnya
      SULIT DIPREDIKSI

      Jika Chievo menikmati musim terbaik ketiga mereka secara bersama di Serie A (27 poin), akan mengejutkan saat mengetahui bahwa performa kandang mereka tidak terhitung di antara salah satu motivasi utama.

      Tiga belas poin yang mereka raih dalam sepuluh laga di Stadion Bentegodi meletakkan mereka di lima terbawah divisi – berbanding terbalik dengan posisi ke-9 mereka di klasemen dalam hasil tandang.

      Gialloblu mencatatkan tiga kemenangan, tiga kekalahan dan tujuh hasil imbang di depan para pendukung mereka sendiri, yang berharap hasil lebih baik di Verona setelah mengawali musim dengan mengalahkan Lazio 4-0 pada 30 Agustus lalu, yang diikuti dengan kemenangan 1-0 atas Torino pada 23 September.

      Pasukan Rolando Maran kemudian harus menuggu hampir tiga bulan untuk kembali memperoleh kemenangan di Bentegodi, mengalahkan Atalanta 1-0 pada 13 Desember.

      Dengan dua dari kekalahan-kekalahan mereka diperoleh dari dua penantang gelar Inter dan Napoli (dimana kedua laga ditentukan oleh satu gol), kekalahan ketiga mereka, melawan Udinese pada 29 November, membuat klub terjatuh ke posisi 13, dalam 12 laga setelah mereka memimpin di liga.

      Maran dan pasukannya sejak saat itu perlahan-laha mulai mengendalikan penampilan mereka dengan hasil imbang melawan Roma dan Empoli di bulan Januari menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang mereka catatkan di musim gugur lalu melawan rival sekota Hellas Verona dan Sampdoria, yang mencatatkan rekor tandang terburuk kedua dan keempat di musim ini, berbanding terbalik dengan Giallorossi (terbaik kedelapan) dan Azzurri (terbaik keempat).

      PENGUASAAN LEBIH

      Sebelum kemenangan 1-0 mereka atas Atalanta di bulan Desember, Chievo hanya bisa memberikan penguasaan lebih pada musim ini satu kali di Bentegodi (52.8% di derby melawan Verona).

      Oleh karena itu, fakta bahwa pasukan Maran lebih banyak menguasai bola dari tamu mereka di dua dari tiga laga kandang terakhir mereka (melawan Nerazzurri dan Roma) adalah anomali yang jelas dari tren musim ini secara keseluruhan. Memang, permasalahan mengambil perjalanan alami mereka di laga terakhir melawan Empoli, yang menguasai 63.2% penguasaan bola.

      Apa yang telah membantu Gialloblu, bagaimanapun juga, adalah kemampuan mereka untuk mengkonversikan jumlah tembakan mengarah target mereka yang berjumlah tinggi. Melawan Lazio, contohnya, mereka mencetak empat dari lima tembakan mengarah gawang, tiga dari enam melawan Roma, satu dari tiga melawan Atalanta dan dua dari enam, meskipun kalah, melawan Udinese.

      PERTAHANAN YANG KERAS

      Kebobolan 11 gol di Bentegodi musim ini, Chievo mencatatkan rekor defensif kedelapan terbaik di kandang di Serie A. Statistik ini juga berubah saat laga melawan Udinese (2-3) dan Roma (3-3), ketika mereka di sisi lain menjaga tiga laga tanpa kebobolan hanya dengan satu gol di lima laga lainnya di hadapan pendukung mereka sendiri.

      Satu pemain yang menjadi kunci dari usaha ini, akan tetapi, akan absen pada hari Minggu, saat bek tengah Slovania Bostjan Cesar harus menjalani larangan bertanding satu laga karena menerima kartu kuning kedua pada kekalahan pekan lalu dari Lazio.

      FORMASI TETAP, GOL DARI SUMBER YANG SAMA

      Dengan pengecualian dari kemenangan laga pembuka mereka di Empoli, Maran selalu menurunkan formasi 4-3-1-2 di setiap laga sejak saat itu.

      Memimpin lini serang di seluruh 21 laga Chievi musim ini adalah Alberto Paloschi, yang juga merupakan pencetak gol terbanyak klub (delapan). Pemain berusia 26 tahun ini telah mencetak lima gol di kandang musim ini dan dua gol  di jumlah laga yang sama di Bentegodi sejak pergantian tahun ini.

      Namun dengan kepindahan Paloschi ke tim Liga Primer Swansea, beban mencetak gol Gialloblu akan dipegang oleh rekan penyerangnya Roberto Inglese, terutama dengan absennya Riccardo Meggiorini karena cedera sejak 6 Januari. Inglese yang berusia 24 tahun ini telah mencatatkan tiga gol, semuanya secara kebetulan dicetak pada bulan November.

      Di posisi lain, Maran lebih memilih bertahan dengan susunan pemain yang sama, dengan rotasi besar berada di peran lini tengah, dimana lima pemain telah diturunkan sejak awal disamping Ivan Radovanovic yang selalu diturunkan, seperti yang terlihat di bawah ini:

      Satu dari beberapa pemain tersebut, Simone Pepe, diperkirakan akan kembali turun untuk menghadapi mantan klubnya. Pemain berusia 32 tahun itu telah menikmati kembali mencetak gol di awal 2016, melawan Roma dan Bologna, serta menjadi pemberi umpan atas gol pembuka Paloschi melawan Empoli dua pekan lalu.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK