20.12.2016 12:00 - dalam: Piala Super S

    Kisah-kisah Piala Super

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Jelang Final Piala Super Italia melawan Milan Jumat nanti, Juventus.com kenang kembali lima memori indah dari sejarah klub yang penuh kejayaan dalam kompetisi tersebut.
    YANG PERTAMA

    Piala Super perdana adalah yang diraih pada cuaca dingin bulan Januari 1996 berkat satu serangan tunggal di menit ke-32: Paulo Sousa mengoper bola kepada Alessandro Del Piero, Del Piero mengumpan silang dari sisi kanan kepada Fabrizio Ravanelli, Ravanelli mengumpan kepada Gianluca Vialli. Gol, 1-0 dan akhirnya ucapan selamat malam diberikan kepada lini belakang Juve yang digawangi Angelo Peruzzi, Ciro Ferrara, Alessio Tacchinardi, Pietro Vierchowod dan Moreno Toricelli yang menjaga gawang bersih pada malam itu.

    Dan tak lama hingga Juve merayakan gelar Piala Super kedua – hanya 18 bulan kemudian, tepatnya, ketika dua gol Filippo Inzaghi dan satu gol Antonio Conte di penghujung waktu membungkus kemenangan telak 3-0 atas Vicenza di Stadion Delle Alpi di Turin.

    DEL PIERO CETAK GOL GANDA

    Cerita bersejarah Bianconeri manapun tak akan pernah sama tanpa Alessandro Del Piero dan bukan kejutan melihat pencetak gol terbanyak Juve sepanjang masa muncul di sini berkat dua gol manisnya di kedua babak dalam kemenangan di Piala Super 2002 atas Parma.

    Setelah menembakkan umpan tarik Marcelo Salas sebelum cetak gol dari umpan silang Marcelo Zalayeta dari sayap kanan, Alex tak membuat kesalahan di Tripoli demi meraih apa yang akhirnya menjadi musim kemenangan di Serie A dan menjalaninya dengan penuh prestasi. Mulailah dengan niat seperti yang mereka katakan!

    TREZEGUET DAN BUFFON JADI PENYELAMAT

    Tak diragukan lagi laga paling ketat dari tujuh kemenangan Juve di Piala Super adalah perjuangan menuju gelar di tahun 2003 yang ditentukan hingga tendangan terakhir pertandingan tersebut.

    Bermain tanpa gol selama 90 menit tiba-tiba menjadi hidup ketika Andrea Pirlo, saat itu bermain untuk Milan, mencetak gol dari titik penalti beberapa saat sebelum pertengahan babak tambahan waktu, tapi keunggulan Rossoneri hanya bertahan kurang dari 60 detik ketika David Trezeguet menjebloskan bola dari posisi tak terkawal untuk menyiapkan aksi yang sesungguhnya dan, setelah melakoni 15 menit berikutnya yang menegangkan, adu penalti.

    Saat itulah sang pemain Bianconeri bernomor punggung 1 menjadi pahlawan, seperti yang sering ia lakukan, meluncur ke arah kanannya demi menggagalkan tembakan Cristian Brocchi.

    Ciro Ferrara akhirnya memastikan kemenangan dengan menghujamkan bola sebagai tendangan penalti sempurna Juve dalam adu penalti.

    DUA FINAL, DELAPAN GOL!

    Antara 2012 dan 2013, Bianconeri lebih daripada sekedar memanaskan sepatu mereka dalam kedua final yang dimainkan di Shanghai dan Roma itu.

    Kwadwo Asamoah yang mencetak skor dalam debutnya berseragam Juventus menjadi sorotan dalam raihan gelar pertama di antara dua final tersebut; gol penalti Vidal di penghujung laga memastikan laga, yang sepertinya akan Napoli menangkan berkat gol-gol dari Edinson Cavani dan Goran Pandev, dilanjutkan ke babak tambahan waktu, dimana pasukan Antonio Conte mengunci laga melalui gol bunuh diri Christian Maggio sebelum Mirko Vucinic menambah gol keempat.

    Pada Agustus berikutnya terjadilah empat-gol lainnya, dan kali ini juga tak kebobolan, ketika Bianconeri menaklukkan Lazio di kandang mereka sendiri – Stadion Olimpico Roma – berkat gol dari Paul Pogba, Giorgio Chiellini (mesti dicatat sebagai ujung tombak sebuah serangan balik sangat cepat – lihat video di bawah), Stephan Lichtsteiner dan rekrutan baru Carlos Tevez – lagi-lagi debutan Juve menandai dirinya dalam kompetisi ini, tapi itu masih jauh dari akhir!

    KEGEMBIRAAN DALAM DEBUT BUAT DYBALA DAN MANDZUKIC

    Gelar ketujuh Juve dan kejayaan terbaru di Piala Super jadi istimewa karena fakta bahwa bukan satu tapi dua pemain yang penampilan perdana mereka berseragam hitam-putih menghasilkan skor di Shanghai.

    Lazio sekali lagi menjadi korban, namun sempat membuat pasukan Massimiliano Allegri frustasi lebih lama daripada pertemuan dua tahun sebelumnya dan perlu waktu hingga menit ke-69 bagi Mario Mandzukic untuk memecah kebuntuan, menyundul bola hasil umpan silang Stefano Sturaro dari sayap kanan menjadi gol.

    Hanya empat menit kemudian, rekrutan di musim panas lainnya merayakan sebuah gol darinya sendiri, Paulo Dybala menyambut operan Pogba dari kiri sebelum melepas tembakan ke jala bagian atas gawang demi memastikan kemenangan dan gelar ketujuh pemecah rekor di Piala Super.

    Bagi Mandzukic dan Dybala, ini hanyalah awal dari apa yang menyusul kemudian, karena kedua penyerang itu memainkan kemitraan yang baik sepanjang musim yang akhirnya menorehkan sejarah, dimana kombinasi mereka menghasilkan 36 gol di semua kompetisi menghantarkan klub menyamai rekor Scudetto kelima secara beruntun dan meraih dua gelar Piala Italia berturut-turut – sebuah pencapaian yang belum terjadi sebelumnya dalam sepakbola Italia.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK