20.02.2016 13:00 - in: Serie A S

    Laga Sabtu dini hari dalam fakta dan angka

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Pertandingan pada Sabtu dini hari lalu mengakhiri kemenangan beruntun Bianconeri namun demikian mereka tetap menjadi tim dengan rentetan catatan tak terkalahkan terpanjang di Serie A.

    Statistik seringkali bisa mengatakan apapun yang anda inginkan dan pantas untuk diingat sebelum menengok kembali laga yang berakhir imbang 0-0 pada Sabtu dini hari lalu (20/2) melawan Bologna asuhan Roberto Donadoni yang padu dan mampu bersaing.

    Ambil contoh berikut ini: pertandingan tersebut mengakhiri rentetan kemenangan yang luar biasa – suatu rentetan yang mengangkat mereka dari posisi ke-12 pada pertengahan musim gugur lalu ke puncak klasemen di awal Februari – namun tetap saja menghasilkan tujuh laga beruntun tanpa kebobolan dan tentunya memastikan bahwa mereka masih tak pernah kalah sejak takluk 1-0 dari Sassuolo pada 28 Oktober.

    Laga itu kemudian dapat dipandang dengan kedua sudut pandang tersebut dan tinjauan lebih dekat baik dalam bentuk statistik kunci angka-angka membawa kepada kesimpulan yang sama.

    Sekali lagi, lini bertahan yang dimotori Patrice Evra, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli dan Stephan Lichtsteiner berhasil membatasi gerak lawan yang sedang bagus dan tangguh sehingga mereka hanya bisa melepas satu tembakan ke target dari jarak jauh melalui Mattia Destro.

    Di lain pihak, upaya tersebut lebih baik daripada yang bisa dilakukan Bianconeri meski mampu menciptakan peluang mencetak gol lebih banyak khususnya ketika Evra dan Pogba hampir menyarangkan bola dengan tembakan-tembakan setengah voli di masing-masing babak.

    Dari sudut pandang pertandingan secara keseluruhan, mengingat pendekatan yang terukur dan terkalkulasi yang dilaksanakan kedua pesaing tersebut, sebuah hasil imbang pertama dalam enam pertemuan antara Juve dan Rossoblu  adalah hasil yang adil.

    Meski kecenderungan tuan rumah yang bermain secara langsung – 17% dari keseluruhan umpan mereka diklasifikasikan sebagai umpan panjang – menghasilkan pertempuran yang menarik, dimana  tim tamu (yang menyempurnakan tak lebih dari 200 operan lebih banyak dengan rata-rata kesempurnaan 87% banding 79,2%), masih ada hal lain yang membedakan kedua tim, khususnya di lini tengah.

    Bukan pertama kalinya musim ini dan pastinya bukan yang terakhir, Claudio Marchisio menjadi pemain yang tampil paling konsisten bagi Sang Nyonya Tua, memanfaatkan bola seefisien mungkin, menyuplai 91 umpan dengan 121 sentuhan bolanya dalam perannya sebagai gelandang bertahan.

    Jauh ke depan, kekuatan di area-area tengah dihasilkan oleh Paul Pogba yang empat percobaanya tepat ke gawang (lebih banyak dari siapapun di atas lapangan), empat tekel dan 11 pengamanan bola dari penguasaan lawan menjadi bukti akan kualitas sempurna pemain Perancis tersebut.

    Secara keseluruhan pertandingan itu adalah pertandingan yang sulit bagi sang pemimpin liga, sebagaimana ditekankan oleh Massimiliano Allegri dalam wawancara pasca laganya, hal tersebut tak banyak mengalihkan perhatian daripada rentetan keberhasilan mereka selama musim dingin.

    Berikutnya, Bayern Munich.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK