29.01.2016 18:30 - in: Serie A S

      Melihat statistik laga melawan Chievo

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Berbicara soal statistik, pasukan Allegri akan melakoni laga Minggu petang melawan Chievo sebagai unggulan yang tak diragukan lagi.

      Juventus akan bertandang ke Verona untuk menghadapi Chievo pada Minggu petang (31/1) untuk menulis bab baru dari sejarah masing-masing klub yang cukup pendek, total kedua tim pernah bertemu sebanyak 25 kali.

      Sebagai salah satu klub paling tua dan paling prestisius di divisi utama Liga Italia, Juventus dengan senang hati menyambut kedatangan Chievo di Serie A setelah promosi bersejarah mereka dari Serie B pada musim 2000/01 dengan mengalahkan Gialloblu.

      Secara spesifik Gialloblu kalah dalam sembilan pertemuan pertama mereka dengan Bianconeri, termasuk kalah di 1-3 dan 1-4 di kandang pada tahun 2002 dan 2003 dan sejak itu sejarah secara umum terulang meski ada pengecualian satu pertandingan.

      Dalam 12 tahun terakhir, Juve telah menambah delapan kemenangan lagi di liga, imbang tiga kali (termasuk laga yang berakhir 1-1 bulan September lalu di Juventus Stadium) dan kalah satu kali.

      Kenyataannya gol Peparim Hetemaj di Turin awal musim ini, gol perdananya selama berseragam kuning-biru, cukup untuk mengakhiri rentetan enam kemenangan beruntun Bianconeri atas Chievo, tiga di antaranya terjadi di Stadio Bentegodi.

      Penalti Paulo Dybala di penghujung laga memastikan Juventus menjaga rekor mencetak gol di hampir seluruh pertemuan mereka dengan Chievo.

      Dalam jangka waktu tersebut, kedua tim gagal mencetak gol hanya dalam satu pertandingan, yakni saat imbang 0-0 pada Oktober 2011 di Verona.

      PERFORMA AKHIR-AKHIR INI

      Kemenangan krusial 1-0 Senin dini hari lalu atas pesaing di kancah Eropa, Roma, adalah kemenangan ke-11 secara berturut-turut bagi pasukan Massimiliano Allegri sejak mengalahkan Torino di menit terakhir waktu tambahan pada 31 Oktober.

      Sementara siapapun akan menyatakan bahwa setiap kemenangan sama pentingnya dengan yang terakhir, kemenangan Bianconeri selanjutnya, yang bisa terjadi akhir pekan ini di Verona, akan membuat Juve menyamai rekor klub kemenangan beruntun di liga (12) yang dicapai dalam rentang masa antara Oktober 2013 hingga Januari 2014.

      Bukan suatu kejutan, Bianconeri telah memuncaki statistik di segala lini berkat performa yang kembali membaik, mencetak gol paling banyak (27) dan kebobolan gol paling sedikit (enam) dalam 11 pertandingan terakhir.

      Meski memulai musim ini dengan kekalahan dari Roma, Napoli dan Sassuolo, anak asuh Allegri kini juga meraih rekor tandang terbaik di divisi utama dengan gebrakan di babak pertama atas Udinese dua pekan yang lalu sehingga meraih catatan perolehan poin tandang tertinggi di liga dengan 22 poin, satu poin lebih banyak dari peringkat kedua, Inter.

      Di lain pihak, Chievo perlu mempertahankan performa membaiknya baru-baru ini, khususnya di depan pendukung mereka sendiri.

      Meski bermain baik daripada sebagian besar rival mereka di Serie A saat bermain di luar dinding Stadion Bentegodi, Gialloblu bercokol di peringkat ke lima dari bawah untuk catatan performa mereka di kandang yang tidak konsisten: tujuh dari 13 poin kandang mereka didapat sebelum Oktober, sementara lima poin di dapat dalam tiga laga terakhir.

      Chievo memulai musim dengan baik namun sejak itu mereka terus berada di papan tengah klasemen.

      Akan tetapi secara keseluruhan, para penggemar pasukan Rolando Maran akan memiliki alasan yang bagus untuk terkesan dengan perjuangan timnya sejauh ini, meraih poin terbanyak ketiga mereka (27) sampai hari ini di musim ini sejak tiba di Serie A pada 2001: Terakhir kali Gialloblu duduk di peringkat kesepuluh di pertengahan Januari, mereka tetap berada di sana sampai akhir musim.

      SIAPA YANG HARUS DIWASPADAI HARI MINGGU INI?

      Jadi, meski Juve akan melakoni laga akhir pekan ini sebagai tim yang lebih baik performanya dibanding tuan rumah, ada derajat simetris dalam statistik kedua tim dari 22 pertandingan pertama di musim ini.

      Untuk para penyerang, dengan adanya Mario Mandzukic dan Alberto Paloschi yang memimpin lini serang masing-masing tim, tak mengherankan bahwa kedua tim yang saling bertemu hari Minggu ini berada di puncak tangga dalam hal mencetak gol sundulan terbanyak musim ini, delapan gol untuk Bianconeri dan tujuh untuk Chievo.

      Mario Mandzukic mencetak dua gol dari delapan gol sundulan Bianconeri pada musim ini.

      Setiap penyundul yang baik tentunya perlu kiriman bola yang tepat ke dalam area penalti dan sekali lagi, kedua tim serupa pada aspek ini, menyempurnakan sekitar seperempat umpan silang (Juve 27%, Chievo 25%) dengan Valter Birsa dari Chievo (empat) dan Paulo Dybala dari Juventus (tiga) memimpin Serie A dalam hal mengrimkan assist dari eksekusi bola mati sejauh ini di musim ini.

      Namun keserupaan kedua tim terhenti dalam hal raihan hasil akhir ketika kebuntuan terpecah. Sementara Bianconeri meraih kembali poin dalam posisi tertinggal sebelumnya musim ini (13), Chievo kelihangan poin dalam setiap situasi tersebut kecuali satu kali menang, termasuk tentunya, saat laga berakhir imbang pada September lalu di Juventus Stadium.

      Semua ini berarti bahwa, jika pasukan Massimiliano Allegri tertinggal lebih dulu di Bantegodi, tak perlu merasa panic, apalagi jika Dybala dan Paul Pogba, para pencetak gol atau pengirim umpan dari seluruh 12 gol terakhir Bianconeri di liga, dalam keadaan tajam dalam mencetak skor.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK