11.02.2016 18:00 - in: Serie A S

    Partenopei di luar San Paolo

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Pasukan Maurizio Sarri telah menjadi kekuatan yang hebat baik saat bermain kandang maupun tandang musim ini. Juventus.com fokus kepada penampilan mereka saat bermain di luar Naples jelang kunjungan mereka ke Turin pada hari Sabtu
    TIM TAMU YANG BAHAGIA

    Adalah hal yang sudah diketahui umum bahwa Napoli telah meraih poin paling banyak di kandang musim ini di Serie A (32), pemimpin klasemen liga ini juga mencatatkan rekor tandang terbaik kedua di liga, dengan membawa pulang 24 poin dari 12 laga tandang mereka, tertinggal di belakang Bianconeri (28 dari 13).

    Melihat peningkatan Partenopei yang sudah terlihat dari musim lalu, ketika mereka meraih 45 poin di tahap ini pada musim 2014/15 (dibandingkan dengan total 56 poin musim ini), menariknya laga=laga tandang dari era Rafa Benitez hanya berada tiga poin lebih rendah dari era Maurizio Sarri saat ini setelah 12 laga tandang.

    Jika rekor kandang Napoli yang membuat mereka turun di paruh musim pertama tahun lalu, rekor tandang mereka juga mundur secara drastis dari pertengahan Februari hingga seterusnya, saat mereka hanya meraih empat poin dari delapan laga tandang terakhir mereka.

    Sarri, tentu saja, akan waspada dan memastikan bahwa sejarah tidak akan berulang, namun ia memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa pasukannya akan mencegah terjadinya kemunduran itu (seperti yang digambarkan di tabel dibawah ini), meskipun mereka nanti kalah pada hari Sabtu itu hanya akan menjadi kekalahan ketiga mereka di laga tandang sepanjang 2015/16 ini.

    GOL-GOL YANG BAIK

    Napoli mencatatkan 26 gol di luar San Paolo (hanya satu lebih sedikit dari 27 gol milik Juve) menjadikan mereka sebagi salah satu dari dua tim teratas yang mencetak lebih dari 20 gol di laga tandang mereka.

    Namun sama pentingnya, mereka cukup menderita di barisan pertahanan, kebobolan 11 kali (sekali lagi Bianconeri mencatatkan lebih baik dengan sembilan gol).

    MENGUASAI BOLA

    Rata-rata penguasaan bola Partenopei di laga tandang (63.5%) adalah yang tertinggi di divisi. Pasukan Sarri juga mencatatkan rekor terbaik kedua di depan suporter mereka, dengan Fiorentina yang berada lebih baik dari mereka dalam hal itu.

    Meskipun bermain melawan Lazio yang dikenal memiliki penguasaan tinggi di kandang, Napoli tetap dapat menguasai bola hingga hampir 60% di laga tandang terakhir mereka pada 3 Februari.

    Hal positif yang penting dari penguasaan bola sebesar itu adalah mereka telah memberikan lawan kesempatan lebih sedikit untuk mengancam mereka. Dan memang, Napoli hanya menerima 127 tembakan secara keseluruhan dan hanya 32 mengarah target, yang merupakan terendah di liga, ditempel ketat oleh Juve dengan 34.

    USAHA TANPA AKHIR

    Kualitas Napoli yang tidak diragukan lagi dari tiap pemain mereka dilengkapi dengan rasio kerja tim di seluruh lini yang mengagumkan.

    Mengingat banyaknya waktu yang mereka habiskan dalam menyerang lawan (211 total tembakan dan 73 mengarah target adalah tertinggi di Serie A sejauh ini), mengesankan bahwa mereka telah 825 kali memenangkan kembali penguasaan bola, kedua di belakang Udinese.

    Pertanda lebih jauh dari kengototan tim ini adalah kemampuan mereka untuk terus menyerang hingga peluit akhir. Sepanjang 24 pekan pertama, mereka telah mencatatkan 31 gol, tertinggi di liga, di babak kedua (10 dari gol-gol tersebut dicetak di 15 menit terakhir), sementara hanya dua kali kebobolan di 15 menit terakhir (juga rekor di Serie A musim ini).

    TIM YANG TETAP

    Mereka mengungkapkan bahwa pelatih yang sukses perlu mengetahui susunan pemain terkuat untuk diturunkan dan ini terlihat bahwa Sarri hanya memiliki sedikit keraguan mengenai susunan pemain terbaiknya di musim ini.

    Susunan pemain terkuat Napoli saat diturunkan melawan Empoli pada 31 Januari

    Para pemain di atas menikmati setidaknya 1,650 menit (27.5 jam) waktu bermain, dengan Gonzalo Higuain, Marek Hamsik, Elseid Hysaj, Raul Albiol dan Pepe Reina semuanya berada di lapangan selama 2,000 menit – ini sama dengan lebih dari 22 laga penuh.

    Konsistensi ini juga meluas ke formasi yang diadopsi oleh mantan pelatih Empoli, yang telah merasakan efek besar dengan menurunkan formasi 4-3-3 sejak Napoli membantai Lazio 5-0 di pertengahan September.

    Perlu dicatat bahwa di tiga laga terakhir, dimana Sarri bereksperimen dengan memainkan Lorenzo Insigne di belakang dua penyerang dalam formasi 4-3-1-2 hanya memberikan mereka dua poin.

    Tidak perlu diungkapkan lagi, mereka tidak perlu melihat ke belakang sejak hari-hari lebih gelap itu, dengan total 56 poin yang diperoleh mereka hingga saat ini merupakan yang terbaik dari 24 pekan pertama dalam musim di Serie A.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK