03.03.2016 11:00 - in: Serie A S

    Statistik dari San Siro

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Bianconeri akhirnya menaklukkan Inter lewat adu penalti untuk capai final Piala Italia. Juventus.com analisis pertandingan ketat di Milan itu.

    Skor 3-0 pada laga Kamis dini hari (3/3 WIB) menandai pertandingan pertama pada ajang Piala Italia musim ini dimana Bianconeri gagal menjaga gawang tak kebobolan. Benar saja, catatan menakjubkan lini pertahanan Bianconeri yang menjadi modal menjalani laga putaran kedua semifinal hanya menyebutkan bahwa Juve hanya menerima total dua tembakan tepat ke gawang dalam tiga pertandingan sebelumnya melawan Torino, Lazio dan Inter. Di akhir laga semifinal dua menjadi delapan tembakan, sebab pasukan Roberto Mancini bermain apik sejak awal dan sukses menyamakan agregat di sepanjang 90 menit.

    Kebangkitan penuh semangat Nerazzurri pada pertandingan ini pernah terjadi di perempat final Piala Italia melawan Verona di musim 1984/85. Tahun itu mereka mampu membalikkan ketertinggalan 3-0 dari putaran pertama untuk akhirnya mengalahkan Gialloblu 5-4 pada agregat setelah waktu tambahan di San Siro. Statistik lainnya yang menambah perhatian pada laga Kamis dini hari adalah fakta bahwa Inter telah memenangkan 14 dari 16 laga di Piala Italia di kandang sendiri.

    Beralih ke pertarungan panjang di Milan pada Kamis dini hari, bukti superioritas tuan rumah secara keseluruhan dapat dilihat dalam menu berikut:

    Neto dan Juan Pablo Carrizo juga memainkan peran penting pada pertandingan ini, keduanya membuat penyelamatan-penyelamatan penting dari upaya-upaya Ivan Perisic dan Alvaro Morata agar masing-masing lawan tidak terlebih dahulu mencetak gol penentu kemenangan sebelum dilanjutkan ke babak adu penalti.

    Bukti bahwa Bianconeri tak bermain baik hingga menit ke-70, sebagaimana dinyatakan Massimiliano Allegri dalam analisa pasca laga, adalah bahwa mereka gagal melepaskan satu pun tembakan di babak pertama untuk pertama kalinya di semua kompetisi musim ini.

    Permainan Inter yang lebih senang menguasai laga lewat kedua sayap didukung oleh fakta bahwa mereka mengirim 32 umpan silang, berkebalikan dengan Juve dengan hanya tujuh umpan silang, dan 79% serangan mereka berfokus pada permainan melebar (2,8% lebih banyak dari Bianconeri). Tentu saja, pemain-pemain sayap seperti Eder dan Perisic yang mengawali gol kedua dan ketiga tuan rumah.

    Dalam hal duel, pasukan Allegri punya catatan tersendiri sepanjang 120 menit lebih, memenangkan hanya 0,6% lebih sedikit tekel, namun akhirnya Nerazzurri yang menghasilkan jumlah tembakan terbanyak (20 banding sembilan tembakan Juve) yang akhirnya membuat perbedaan. Menariknya, tim tamu menguasai bola hampir sama dengan Inter di kotak penalti lawan (21 kali banding 24 Inter), namun tak mampu menguji Carrizo hingga di penghujung laga Morata berupaya dua kali di menit ke-120.

    Soal penampilan individu, catatan terbaik Bianconeri diraih oleh Juan Cuadrado (lima umpan silang yang baik dan tiga kali menciptakan peluang mencetak gol), Simone Zaza (empatan tembakan dan tujuh kali memenangkan duel udara), Alex Sandro (88 sentuhan, tujuh kali mencuri bola dan empat tekel), leonardo Bonucci (tujuh sapuan) dan Mario Lemina (tujuh kali mengambil alih penguasaan bola – setara dengan Alex Sandro).

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK