21.03.2016 11:00 - in: Serie A S

      Statistik di Stadio Olimpico 

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Juventus.com memecah fakta dan angka dari kemenangan Bianconeri 4-1 hari Minggu kemarin dalam Derby Della Mole di Stadion Olimpico, Turin
      DOMINASI DERBY

      Dengan kemenangan di Derby Della Mole kemarin, Bianconeri telah tujuh kali mengambil poin maksimal dari sepuluh pertandingan tandang mereka menghadapi sang rival sekota.

      Sebelum laga kemarin, Juventus tidak pernah mencetak empat gol menghadapi Torino dalam pertandingan liga sejak 17 November 2002, tapi ini adalah kedua kalinya mereka melakukan itu pada musim ini setelah pada bulan Desember lalu meraih kemenangan 4-0 di Coppa Italia. Kebetulan, Granata tidak pernah kebobolan lebih dari tiga gol dalam satu pertandingan melawan tim lainnya 

      PEMECAH REKOR

      Jika memang benar bahwa hal apapun akan lebih baik dengan usia matang maka karir Gigi Buffon adalah kasus yang terbukti dalam titik ini. Kemarin kapten Juve tersebut menulis ulang buku sejarahnya (bukan untuk pertama kalinya) dengan melewati catatan sepanjang masa milik Sebastiano Rossi di Serie A yaitu 929 menit tanpa kebobolan. Buffon akhirnya mencatatkan waktu terbaru hingga 973 menit dimana gawangnya harus kebobolan melalui penalti milik Andrea Belotti di awal babak kedua.

      KONTRIBUSI KUNCI

      Pencetak gol pembuka Juve dan pemberi assist untuk dua gol Alvaro Morata, Paul Pogba, telah mencatatakan 8 gol dan 11 assist di semua kompetisi sejauh musim ini.

       

      Pogba kini telah mencetak empat gol dalam delapan pertandingan Derby Della Mole, membuat Torino menjadi lawan favoritnya dari semua tim. Sementara itu, ini adalah pertandingan pertama bagi pemain Perancis tersebut berkontribusi dalam tiga gol yang tercipta dalam satu pertandingan untuk Juventus.

      Pemain yang paling banyak diuntungkan dari kreativitas Pogba ini adalah Alvaro Morata, dimana untuk ketiga kalinya ia mencetak dua gol dalam satu pertandingan sejak bergabung dengan Bianconeri pada 2014 dan yang kedua di tahun 2016 dimana ia juga mencetak dua gol saat menghadapi Chievo pada akhir Januari.

      KUNCI KEMENANGAN

      Bianconeri, seperti yang mereka sering lakukan, mengendalikan proses pertandingan, mereka tetap kompak dan siap menerkam dengan kiriman bola akurat ke depan.

      Sekali lagi, pertahanan Juve memainkan bagian besar dalam kemenangan ini. Meskipun gagal mempertahankan rekor berturut-turut menjadi 11 pertandingan tanpa kebobolan (sepuluh berturut-turut terdaftar setelah kemenangan atas Sassuolo yang tetap menjadi rekor Serie A), mereka membukukan statistik yang lebih mengesankan, tidak sedikit dari 74 persen mereka sukses memenangkan tackles.

      Daniele Rugani menjadi yang paling bersinar pada sore kemarin, Ia menjadi pemberi umpan tertinggi dengan total (66) dan di daerah lawan sebanyak (35), sementara memenangkan bola kembali sebanyak delapan kali dan melakukan lima kali intersepsi pada lini depan Torino - menjadi yang tertinggi bersama dengan Mario Lemina.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK