25.04.2016 17:00 - in: Serie A S

      Statistik Spesial Scudetto

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Setelah Bianconeri dipastikan merengkuh Scudetto kelima secara beruntun, Juventus.com mengulas sejumlah rekor personal dan kolektif yang terpecahkan selama musim 2015/16.

      Bagi siapapun yang bertanya-tanya mengapa Scudetto Juventus yang ke-34 disebut-sebut sebagai yang teristimewa, berikut adalah beberapa statistik yang mendukung pernyataan tersebut:

      Prestasi di liga yang terakhir ini adalah yang kelima buat Sang Nyonya Tua secara berturut-turut, sekaligus menyempurnakan rekor juara lima tahun yang kedua sepanjang sejarah gemilang klub ini, menyamai pencapaian gelar kelima beruntun yang luar biasa dari tahun 1931 hingga 1935.

      Tak ada tim yang telah menjuarai Serie A setelah hanya meraih satu poin dalam tiga laga pembuka mereka dan hanya 12 poin setelah laga ke-10.

      Hanya dalam empat musim sebelumnya sebuah tim mengangkat trofi Scudetto setelah kalah di laga perdana mereka: Torino di musim 1942/43, 1975/76 dan Juventus di musim 1932/33 dan 1974/75.

      Lebih jauh lagi, tim Bianconeri sekarang ini adalah satu-satunya tim dalam satu dekade terakhir yang menjuarai liga ketika mereka tidak berada di puncak klasemen setelah paruh pertama musim.

      REKOR-REKOR TIM

      Jika kekuatan pertahanan Juventus yang telah menjadi pondasi kesuksesan mereka dalam lima tahun terakhir, lini bertahan klub ini yang begitu kokoh menampilkan tingkatan baru pada musim ini. Sepuluh pertandingan dilalui tanpa satu pun kebobolan dari saat menang tandang atas Udinese pada Januari hingga kemenangan kandang atas Sassuolo pada bulan Maret, menciptakan sebuah rekor di Serie A.

      Bahkan, 73 poin diraih dari kemungkinan 75 sejak menang di Derby Della Mole pada 31 Oktober menghadirkan raihan poin terbanyak dari rentetan 25 pertandingan di divisi utama Liga Italia.

      Setelah menang 3-0 atas Lazio pada 20 April lau, Bianconeri mencatatkan sebuah rekor klub, yakni gawang yang tak kebobolan dalam sembilan pertandingan kandang secara berturut-turut, sedangkan masih ada dua pertandingan lagi yang akan dimainkan di Juventus Stadium melawan Carpi dan Sampdoria.

      Jika semua catatan itu dirasa belum cukup tersusun dalam satu musim, Sang Nyonya Tua juga menciptakan sebuah rekor klub baru, yaitu jumlah kemenangan beruntun di Serie A (15).

      REKOR-REKOR PRIBADI

      Musim 2015/16 telah menjadi musim Serie A tersubur Paul Pogba dalam mencetak gol (delapan) dan menciptakan assist (12).

      Paulo Dybala juga menikmati musim terbaiknya sejauh ini dengan 16 gol. La Joya juga telah menghasilkan 68 peluang gol bagi rekan-rekan setimnya.

      Dalam hal memberi assist, Alvaro Morata (enam) dan Alex Sandro (tiga) juga membukukan catatan-catatan personal untuk satu musim tunggal, sementara Juan Cuadrado (enam) menyamai prestasi saat masih berseragam Fiorentina pada musim 2012/13.

      Di antara tiang-tiang gawang, Gianluigi Buffon menambah catatan manis lebih jauh bahwa beberapa hal justru semakin membaik seiring bertambahnya usia. Pemain 38 tahun itu, yang merayakan Scudetto kesembilannya sejak bergabung dengan Juventus pada 2001, meraih rekor gemilang di Serie A dalam hal jumlah menit tanpa kebobolan (973). Sementara itu di Eropa, kapten klub yang inspiratif itu telah tampil sebanyak 90 laga di Liga Champions buat Sang Nyonya Tua. Itu adalah jumlah penampilan tertinggi bagi seorang pemain Bianconeri sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

      REKOR-REKOR KEPELATIHAN

      Dengan menjuarai Scudetto ketiga selama karirnya, Massimiliano Allegri kini masuk dalam kumpulan sepuluh manajer paling sukses dalam sejarah Serie A: Giovanni Trapattoni (tujuh), Fabio Capello (lima), Marcello Lippi (lima), Carlo Carcano (empat), Hermann Felsner (empat), Antonio Conte (tiga), William Garbutt (tiga), Helenio Herrero (tiga), Roberto Mancini (tiga) dan Arpaad Weisz (tiga).

      Ahli taktik asal Tuscany itu juga menjadi pelatih ketujuh dalam sejarah Juve yang menjuarai dua gelar Scudetto secara beruntun, menyusul jejak Trapattoni, Lippi, Carcano, Conte, Cestmir Vycpalek dan duet pelatih Renato Cesarini – Carlo Parola.

      RANGKUMAN STATISTIK SEMUSIM

      Kemenangan dengan selisih gol terbesar: Udinese 0-4 Juventus, Chievo 0-4 Juventus dan Juventus 4-0 Palermo.

      Pertandingan dengan jumlah tembakan terbanyak Bianconeri: Juventus vs Frosinone (36).

      Pertandingan dengan jumlah tembakan tepat ke target: Chievo vs Juventus dan Atalanta vs Juventus (10).

      Pertandingan dengan persentase penguasaan bola tertinggi: Juventus vs Atalanta (69,6%).

      Pertandingan dengan jumlah tembakan paling sedikit diterima: Juventus vs Bologna (dua).

      Pertandingan-pertandingan dengan jumlah tembakan ke target paling sedikit diterima: Frosinone vs Juventus, Palermo vs Juventus, Juventus vs Atalanta dan Genoa vs Juventus (nol). Tambahan: empat pertandingan tanpa satu pun menerima tembakan ke target menjadi catatan tertinggi Serie A lainnya pada musim ini, sama dengan Napoli dan Fiorentina.

      Pertandingan dengan jumlah operan sempurna terbanyak: Chievo vs Juventus (725).

      Pertandingan dengan jumlah umpan silang dari permainan terbuka paling banyak: Juventus vs Udinese (34).

      Pertandingan dengan jumlah gocekan sempurna terbanyak: Juventus vs Frosinone (28).

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK