05.01.2016 11:30 - in: Serie A S

      Tahun Baru bersama hellas!

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Pertandingan Tahun Baru hari Rabu ini di Juventus Stadium akan menjadi pertemuan kesembilan Juve dengan Hellas Verona di bulan Januari, menang di tujuh dari delapan laga sebelumnya.

      Bagi kebanyakan orang, kedatangan Tahun Baru menjadi kesempatan untuk mulai segar kembali, mencoba sesuatu yang seluruhnya berbeda atau sesuatu untuk dipelajari dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dan mengulang kesuksesan di 12 bulan sebelumnya.

      Begitu pula Juventus, awal Januari secara umum memberi hadiah tiga poin, dimana Bianconeri memenangkan 47 dari kemungkinan 82 laga yang dilangsungkan pasca libur natal.

      Faktanya, dua dari semua kemenangan di laga pasca libur itu didapat saat melawan Hellas Verona, yang akan menjadi tim pertama yang akan menyambangi Juventus Stadium pada tahun 2016 pada Rabu malam nanti.

      Jika menghitung sepanjang bulan, anak asuh Massimiliano Allegri cerdas memilih tim tamu yang paling disukai, karena Juventus telah mengalahkan Gialloblu dalam delapan dari sembilan pertemuan sebelumnya di Serie A pada bulan Januari.

      Sejak pertandingan tahun 1958 di Verona, kemenangan 3-2 yang ditentukan oleh John Charles, Omar Sivori dan Giuseppe Coradi, laga-laga di Tahun Baru antara kedua tim dilangsungkan di Turin dan semua menghasilkan kemenangan bagi tuan rumah kecuali satu laga, kebobolan hanya dua gol tim tamu.

      Mengawali kejayaan Bianconeri di bulan Januari tersebut tak lain dan tak bukan adalah dua gol pemain depan ikonik Pietro Anastasi di tahun 1970 saat Juve menang 3-0 sebagai awal rentetan delapan kemenangan beruntun timnya di SerieA  atas Verona yang kemudian menandai sepuluh tahun prestasi Bianconeri yang meraih gelar juara lima kali dalam jangka waktu tujuh musim.

      Sekitar 16 tahun kemudian, giliran legenda klub lainnya Michel Platini yang memastikan kegemilangan Sang Nyonya Tua di tahun 1986.

      Dalam laga antara penantang gelar juara dan juara bertahan itu, yang terjadi untuk kesekian kalinya pada musim itu, adalah aksi menyihir sang pemain Perancis yang membuat perbedaan di Stadio Comunale.

      Setelah bermain imbang di babak pertama sebelum cederanya pemain lawan Luciano Marangon, Platini mengubah keadaan dengan cara yang mencengangkan, pertama mencetak gol dari jarak jauh di menit ke-49 sebelum kemudian mengacak-acak lini pertahanan tim tamu untuk memudahkan Aldo Serena mencetak skor.

      Michael Laudrup akhirnya menambahkan sentuhan terakhir 19 menit sebelum laga usai untuk menutup kemenangan besar dan hasil simbolik 3-0 bagi tim asuhan Giovanni Trappatoni dalam perjalanan mereka menuju gelar liga ke-22.

      Kemenangan 3-0 Bianconeri atas Verona sebagaimana diabadikan oleh majalah Hurra Juventus edisi Februari 1986.

      Di musim berikutnya, upaya Bianconeri memenangkan lga datang dari sumber yang tak biasa berkat sepakan jarak jauh bek sayap Antonio Cabrini.

      Karena skor menjadi imbang setelah gol penyeimbang dari sontekan Lionello Manfredonia dan penyelesaian mendatar Prebe Elkjaer Larsen di pertengahan babak kedua, sebuah pelanggaran oleh Domenico Volpati terhadap Beniamino Vignola dua menit sebelum laga usai memberikan Bianconeri kesempatan terakhir Bianconeri untuk merengkuh tiga poin.

      Ketika para pendukung dan pemain-pemain lain di Stadio Comunale menanti sebuah usaha dari sang pengambil bola mati Michel Platini, Cabrini mengejutkan mereka semua dengan sebuah sepakan keras kaki kiri yang mengarah ke pojok atas gawang sehingga membuat para pendukung tuan rumah bersorak-sorai.

      Pada pergantian tahun 1990-an Bianconeri meraih dua kali kemenangan yang serupa dengan berterima kasih pada Salvatore Schillaci karena mencetak gol penentu di babak kedua pada musim 1989/90 dan 1991/92.

      Pada kali pertama dari dua pertemuan itu, pemain kelahiran Sisilia mencetak gol di penghujung laga untuk membawa Bianconeri menang tipis 2-1 di Stadio Delle Alpi pada tahun yang tak terlupakan bagi sang striker yang meraih kenangan indah lainnya di tim nasional (enam golnya bagi Azzurri pada Piala Dunia 1990 yang diselenggarakan di Italia menjadikannya pencetak gol terbanyak kompetisi itu).

      Namun demikian, aksinya-lah yang dua tahun kemudian saat menghadapi lawan sama yang benar-benar mendemonstrasikan ketajaman penyelesaian akhirnya.

      Unggul lebih dulu berkat gol pembuka Giancarlo Marocchi di babak pertama, Schillaci merengkuhkan tiga poin dengan cara yang spektakuler, melepas sebuah tendangan salto keras yang tak dapat dihentikan kiper Verona Angelo Peruzzi.

      Pada penghujung abad ke-20, dominasi Juve di laga-laga Tahun Baru berlanjut. Filippo Inzaghi, pemain depan lain yang terkenal karena kemampuan mencetak golnya, menghadirkan kemenangan 1-0 pada 6 Januari 2000 melalui gol ke-19-nya di musim 1999/2000 di semua kompetisi.

      Namun Sang Nyonya Tua menyimpan aksi terbaiknya di Tahun Baru untuk hadir di tahun 2015, menghujani gawang Verona dengan 6 gol di babak 6 besar Coppa Italia (6-1) dan menambah lagi empat gol (4-0) di ajang liga dalam beberapa hari kemudian.

      Pertunjukan akan garangnya serangan bisa saja akan memberikan awal sempurna tahun 2016. Pada titik ini kita akan melihat gol-gol yang berbicara.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK