27.03.2017 15:30 - dalam: Serie A S

    Angka dan fakta di jeda internasional

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Juventus memasuki akhir musim dalam performa terbaik. Ini alasannya...

    Delapan poin unggul dari penantang terdekat Roma di Serie A, perempet-finalis Liga Champions dan sebentar lagi akan menjalani putaran kedua semi-final Coppa Italia dengan keunggulan 3-1, Juventus tiba di jeda internasional bulan Maret dengan kondisi terbaik.

    Posisi kuat Bianconeri bukan hanya karena pertahanan yang terbaik di Eropa dimana hanya kebobolan rata-rata 0.41 gol per laga di 2017, lebih sedikit dari tim manapun di lima liga teratas Eropa, tetapi usaha kolektif tim yang membuat mereka menjadi yang terdepan dalam beberapa statistik kunci mulai akurasi operan hingga variasi pencetak gol yang berbeda.

    USAHA TIM

    Kunci dari kesuksesan Juve musim ini, seperti lima musim sebelumnya di Juventus Stadium, adalah konsistensi luar biasa dalam pertahanan mereka.

    Ini adalah grup yang penuh komitmen di setiap fase sebagai satu tim: dari depan hingga ke belakang, pasukan Massimiliano Allegri sejauh ini membiarkan lawan mereka melakukan tembakan ke gawang mereka 253, 77 diantaranya menguji kiper Gianluigi Buffon dan Norberto Neto. Kedua angka ini membuat mereka berada di puncak Serie A dan sangat menjelaskan selisih gol mereka yang mengesankan yaitu +40, tertinggi di liga.

    Cerita tentang konsistensi dan efikasi berlanjut lebih jauh lagi di lapangan.

    Hanya Napoli yang telah menuntaskan lebih banyak operan dengan akurasi lebih besar dari pada Juve sejauh ini (15692 dalam 85.2%) sementara sang juara bertahan juga menemukan diri mereka berada di 5 teratas dalam penguasaan bola rata-rata (56.2%), tembakan mengarah target (170) dan gol yang dicetak (59).

    Kualitas di segala lini.

    PEMAIN KUNCI

    Sembilan belas gol Gonzalo Higuain di Serie A menempatkannya di posisi ketiga di belakang pencetak gol terbanyak saat ini Andrea Belotti (22) sementara 97 peluang ke gawang pria Argentina ini, 47 diantaranya mengarah target, menempatkannya masing-masing di posisi keempat dan kelima dalam hal tembakan.

    Secara internal, tidak ada pemain Juve yang melepaskan umpan silang lebih banyak dari pada Miralem Pjanic – termasuk sepak pojok – bahkan lebih banyak menciptakan peluang gol bagi rekan satu timnya (45). Alex Sandro memimpin dalam hal merebut kembali bola (146) dan memenangkan tekel (53) sementara Leonardo Bonucci tetap tak tersentuh sebagai pengatur permainan paling konsisten di skuat (1205 operan sukses).

    Paulo Dybala juga mencatatkan 47 dribel sukses yang merupakan tertinggi di tim.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK